
RAMAI – Suasana keramaian warga Desa Bajuin yang turut berdatangan di sekitar Sungai Malangkan, tempat penemuan mayat, Jumat (20/3) sore
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI — Suasana Desa Bajuin, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut (Tala), perlahan kembali tenang setelah sempat digegerkan penemuan sesosok mayat di Sungai Malangkan, Jumat dua hari lalu.
Di balik peristiwa itu, Minggu (22/3/2026), tersimpan kisah duka seorang warga lanjut usia yang akhirnya ditemukan setelah beberapa hari tak pulang.
Berawal dari Kecurigaan Seorang Pemancing
Siang itu, Suryadi, warga setempat, hanya berniat menghabiskan waktu dengan memancing di sungai yang biasa ia datangi, tak jauh dari belakang SMA Negeri 1 Bajuin.
Namun, pandangannya tertuju pada sesuatu yang mengapung di aliran air yang tenang.
Awalnya ia mengira itu bangkai hewan. Tetapi rasa curiga membuatnya mendekat. Saat melihat jelas bagian tangan dengan lima jari, ia pun tersentak—yang ditemukannya adalah jasad manusia.
Sungai Sepi yang Mendadak Ramai
Kabar itu cepat menyebar. Warga berdatangan ke lokasi di RT 1 Dusun 1, melewati jalan sempit dan becek yang hanya bisa dilalui kendaraan secara bergantian.
Sungai yang biasanya menjadi tempat memancing mendadak ramai oleh rasa penasaran.
Di sana, jasad terlihat tengkurap, dengan kondisi yang sudah berubah warna kecoklatan.
Sebagian tubuhnya mengalami kerusakan, menandakan telah cukup lama berada di air yang nyaris tak mengalir, dikelilingi sampah organik dan rerumputan di tepian.
Dugaan yang Akhirnya Terjawab
Kepala Desa Bajuin, Wahyudi Rahman, sejak awal menyebut kemungkinan jasad tersebut adalah seorang warga lansia yang telah beberapa hari tidak pulang.
Sosok itu dikenal memiliki kondisi kesehatan yang menurun, namun masih kerap berjalan dengan tongkat.
Dugaan itu akhirnya terkonfirmasi setelah proses identifikasi. Jasad yang ditemukan memang benar adalah warga tersebut, mengakhiri pencarian yang sempat menyisakan tanya bagi keluarga.
Dipulangkan dan Dimakamkan dengan Layak
Keesokan harinya, Sabtu (21/3/2026), sekitar pukul 11.00 Wita, jenazah dijemput dari RSUD Haji Boejasin Pelaihari menggunakan ambulans desa.
Setengah jam kemudian, almarhum tiba di kampung halamannya. Kades Wahyudi Rahman langsung turut menjemput jenazah di kamar jenazah RSUD Hadji Pelaihari hingga ke pemakaman.
Di lingkungan RT 9 Dusun 1, warga turut mengantar kepergian terakhirnya. Prosesi pemakaman berlangsung sederhana, namun penuh kehangatan kebersamaan.
Pelajaran dari Sebuah Peristiwa
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi warga akan pentingnya kepedulian terhadap sesama, terutama bagi mereka yang hidup sendiri atau dalam kondisi rentan.
Sungai Malangkan kini kembali seperti biasa, namun kisah yang terjadi di sana masih membekas di ingatan warga.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
