
HM ROFIQI (kiri) kini telah resmi menakhodai HKTI Kalsel.
INSPIRASITALA.CO.ID, BANJARBARU – Regenerasi petani menjadi salah satu pekerjaan rumah yang hendak dijawab Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kalimantan Selatan periode 2026–2031.
Di bawah kepemimpinan HM Rofiqi SH, HKTI Kalsel juga akan mendorong penguatan infrastruktur pertanian untuk menjawab persoalan produksi yang masih bergantung pada kondisi cuaca.
Rofiqi terpilih sebagai Ketua DPD HKTI Kalsel dalam Musyawarah Daerah (Musda) HKTI Kalsel yang digelar di Hotel Grand Qin Banjarbaru, Minggu (20/9/2026).
Sebelum Musda, kegiatan diawali pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HKTI se-Kalsel oleh Sekretaris Jenderal HKTI H Abdul Kadir Karding SPi MSi, yang juga Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin).
Dalam sambutan perdananya, Rofiqi menilai keberadaan 13 DPC HKTI di Kalimantan Selatan menjadi modal organisasi untuk memperkuat regenerasi petani.
“HKTI Provinsi Kalsel yang memiliki 13 DPC optimis dapat meningkatkan regenerasi petani sebagai solusi masa depan Kalsel untuk Indonesia,” kata Rofiqi.
Menurut dia, Kalsel memiliki potensi lahan pertanian yang cukup luas. Namun, optimalisasi potensi tersebut masih menghadapi persoalan, salah satunya keterbatasan infrastruktur penunjang produksi.
“Kondisi pertanian di Kalsel masih banyak yang mengandalkan tadah hujan. Kalau tidak ada hujan, tidak bertani,” tuturnya.
Karena itu, Rofiqi menyebut koordinasi berjenjang antara DPC, DPD hingga Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI akan menjadi langkah awal untuk memetakan dan mencari solusi persoalan pertanian di daerah.
“Langkah awal kita memberikan solusi itu dengan berkoordinasi antara DPC, DPD, dan DPN HKTI untuk infrastruktur pertanian di Kalsel,” ujarnya.
HKTI Diminta Tak Berhenti di Struktur Organisasi
Sekjen HKTI Abdul Kadir Karding mengingatkan kepengurusan baru tidak cukup hanya dengan terbentuknya struktur organisasi.
Penguatan tata kelola dinilai menjadi bagian penting agar HKTI dapat menjalankan fungsi kemitraannya dengan pemerintah.
“Organisasi HKTI jangan hanya selesai di terbentuknya struktur baru. Tata kelola HKTI harus dikelola dengan baik, sistem manajemennya dibangun dengan bagus,” katanya.
Ia mengatakan HKTI harus mampu menjadi mitra pemerintah dalam menjalankan program pertanian, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani melalui inovasi dan teknologi.
“Tujuannya satu, kita bermitra dengan program pemerintah di bidang pertanian untuk kesejahteraan petani,” ujarnya.
Karhutla Masuk Perhatian HKTI
Persoalan lain yang turut menjadi perhatian dalam konsolidasi HKTI Kalsel adalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Abdul Kadir Karding menyampaikan keprihatinan atas karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Kalsel.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak dapat dilepaskan dari kepentingan sektor pertanian dan masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada lahan.
Ia meminta HKTI Kalsel ikut mengambil peran dalam advokasi penanganan karhutla.
“Harus mengadvokasi soal kebakaran hutan dan lahan karena ini menyangkut pertanian di Kalsel,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya pencegahan kebakaran sejak awal, sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2026 yang mengatur larangan pembukaan, penyiapan, dan pengolahan lahan dengan cara membakar.
Menurutnya, mencegah munculnya api jauh lebih efektif dan efisien dibandingkan melakukan pemadaman setelah kebakaran meluas.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak karhutla, Abdul Kadir Karding juga menitipkan bantuan sebesar Rp20 juta melalui perwakilan relawan pemadam kebakaran untuk membantu warga yang terdampak kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan.
Dengan kepengurusan baru, HKTI Kalsel kini menghadapi sejumlah agenda yang saling berkaitan, mulai dari regenerasi petani, penguatan infrastruktur produksi, pemanfaatan teknologi hingga advokasi persoalan karhutla yang berdampak terhadap sektor pertanian.
Terpilihnya Rofiqi juga menjadi harapam baru tersendiri di kalangan petani di Banua ini. Sejumlah petani di Kabupaten Tanah Laut misalnya, meyakini kepemimpinan tokoh muda Kalsel ini mampu mendongkrak sektor pertanian di Kalsel
Apalagi Rofiqi dikenal sebagai figur muda yang aktif dan memiliki jejaring kemitraan yang luas hingga level nasional.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
