
PENGHARGAAN – Wabup Tala HM menyerahkan penghargaan pada acara Rakorda BazNas Tala di Pelaihari, Rabu (5/11) siang.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Siapa sangka, potensi zakat di Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), ternyata mencapai angka fantastis—sekitar Rp 350 miliar per tahun.
Angka itu diungkap Ketua Baznas Tala H Marliansyah saat menyampaikan sambutan pada Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Baznas Tala di Kota Pelaihari, Rabu (5/11/2025).
Menurutnya, dana sebesar itu bisa menjadi sumber kekuatan ekonomi umat jika dikelola dengan maksimal.
Hanya saja, sebagian besar potensi tersebut belum tergarap, terutama dari sektor perusahaan.
“Potensi zakat kita luar biasa. CSR perusahaan adalah ladang besar yang belum digarap optimal. Ini baru dari zakat, belum lagi infak dan sedekah,” ujar Marliansyah optimistis.
Tahun 2025 ini, Baznas Tala mendapat target nasional sebesar Rp 7,8 miliar. Hingga November, capaian penghimpunan telah menyentuh 97 persen, dengan 96 persen dana sudah disalurkan kepada masyarakat penerima manfaat.

Dana zakat disalurkan melalui lima program utama: pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, ekonomi, serta dakwah dan advokasi. Sebagian kecil disisihkan untuk dana darurat.
“Kami pastikan penyaluran tetap tepat sasaran. Sedikit yang disisakan hanya untuk keadaan mendesak,” tambah Marliansyah.
Rakorda yang digelar di salah satu restoran di Jalan KH Mansyur itu diikuti 57 peserta dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) perkantoran, masjid, dan pondok pesantren. Hadir pula Wakil Bupati Tala HM Zazuli (H Uli), Kepala Kemenag Tala H Khairuddin, dan perwakilan Baznas Provinsi Kalsel Mawardi Hata.
Dalam sambutannya, Wabup H Uli menyampaikan apresiasi kepada Baznas Tala yang terus aktif membantu masyarakat melalui berbagai program.
“Kami bangga dengan kinerja Baznas. Tahun depan hibah untuk Baznas kita naikkan jadi Rp 1 miliar agar lebih banyak manfaat yang dirasakan umat,” ucap H Uli disambut tepuk tangan peserta.
Sebagai bentuk apresiasi, Baznas Tala juga memberikan penghargaan kepada para penggerak zakat terbaik:
– UPZ Dinas Pendidikan dan Kebudayaan – Pengumpul zakat terbanyak lingkup SKPD.
– UPZ Ponpes Noor Hasyim – Pengumpul zakat terbanyak kategori masjid/yayasan.
– UPZ Kemenag Tala – UPZ terkomunikatif.
– UPZ Hortikultura – UPZ teraktif.
– Muhammad Ronaldy – Muzaki dan munfik perorangan paling aktif.

Menutup acara, peserta disuguhkan tayangan video dokumenter tentang berbagai kiprah Baznas Tala — mulai dari pemberian modal usaha kecil, bantuan pendidikan, hingga santunan bagi kaum dhuafa.
Rakorda kali ini bukan sekadar pertemuan tahunan, tapi momentum untuk menggali potensi kebaikan yang lebih besar, menjembatani solidaritas antara masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha lewat semangat zakat dan kepedulian sosial.
(inspirasitala.co.id/inspira)
