
UPACARA Peringatan Hari Korpri di halaman Kantor Setda Tala, Senin (1/12) pagi. Wejangan penting disampaikan Bupati H Rahmat Trianto.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Di halaman Kantor Bupati Tanah Laut (Tala) di kawasan Jalan Syairani, Pelaihari, Senin (1/12/2025) pagi, ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) berdiri tegak berseragam Korpri.
Riuh rendah suara komando upacara berhenti seketika ketika lagu kebangsaan mengalun, dan suasana berubah menjadi hening yang khidmat.
Di momen inilah, perayaan Hari Korpri ke-54 bukan sekadar kegiatan seremoni, tetapi perenungan tentang arti pengabdian bagi masyarakat dan negara.
Bupati Tala H Rahmat Trianto berdiri di podium, menyampaikan pesan yang menggugah tentang nilai tugas seorang abdi negara.

Baginya, pekerjaan ASN bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan amanah yang kelak dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan.
“Insya Allah, pekerjaan yang dilaksanakan dengan tulus dan penuh tanggung jawab akan menjadi amal jariyah bagi kita semua,” ujar H Rahmat, suaranya lantang namun mengandung kehangatan.

Momen Evaluasi dan Koreksi Kinerja
Peringatan Korpri tahun ini terasa berbeda karena bertepatan dengan pengujung tahun anggaran 2025.
Bupati H Rahmat menekankan bahwa seluruh SKPD harus mempercepat penyelesaian program dan serapan anggaran.
Tidak boleh ada pekerjaan yang tertunda, dan tidak boleh ada pembiayaan yang kembali tanpa manfaat untuk rakyat.
“Maksimalkan anggaran yang telah dipercayakan. Jangan sampai ada pengurangan dari pemerintah pusat hanya karena kita tidak mampu menyerap dengan baik,” pesannya.
Ia juga mengingatkan agar Tahun Anggaran 2026 dipersiapkan jauh lebih matang sejak awal. Perencanaan strategis, evaluasi jujur, dan efisiensi menjadi kunci agar program benar-benar berdampak pada masyarakat.
Di wajah para ASN tampak kesungguhan—sebagian mungkin merefleksikan perjalanan panjang setahun belakangan: rapat tanpa jeda, lembur mempersiapkan laporan, pelayanan publik yang terus dibuka bahkan ketika hari libur, serta kritik yang harus dihadapi dengan sabar.

Penghargaan untuk Mereka yang Mengabdi
Puncak acara ditandai dengan penyerahan tanda jasa kehormatan Republik Indonesia dan penghargaan pelayanan masyarakat.
Mereka yang dipanggil ke depan adalah contoh nyata pengabdian yang selama ini bekerja dalam senyap—tanpa banyak publikasi, tanpa sorotan kamera.
Salah satu ASN yang menerima penghargaan bahkan tak kuasa menahan haru. Baginya, penghargaan bukan sekadar simbol, tetapi pengakuan atas dedikasi panjang bertahun-tahun mengabdi.

ASN Bukan Hanya Mesin Administrasi
Momentum peringatan Korpri ke-54 di Tala mengingatkan bahwa ASN berperan penting sebagai wajah pemerintah.
Di balik setiap pelayanan yang baik, ada individu yang bekerja menjaga kepercayaan publik.
Sebab pada akhirnya, pelayanan publik bukan hanya tentang data serapan anggaran atau angka pencapaian kinerja—tetapi tentang senyum masyarakat yang merasa dilayani dan kepercayaan yang semakin tumbuh.
Korpri bukan sekadar organisasi profesi. Ia adalah simbol komitmen seorang abdi negara untuk berkata: “Kami ada untuk melayani.”

1 thought on “ASN dan Pengabdian Sunyi di Balik Pelayanan Publik, Bupati H Rahmat Dorong Penguatan Integritas Pelayan Negara”