
CAPASKA kyusuk sholat berjemaah, Rabu (12/8). Kegiatan religi ini bagian dari pembinaan bagi mereka.
INSPIRASITALA.CO.ID,Ā PELAIHARI ā Menjelang tugas penting pengibaran Bendera Pusaka pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, pembinaan Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) Kabupaten Tanah Laut (Tala) 2026 tidak berhenti pada aspek fisik dan kedisiplinan.
Dimensi mental dan spiritual turut mendapat porsi penting. Hal itu tergambar dalam kegiatan sholat hajat dan batamat Al Qurāan yang diikuti para Capaska di Aula Gedung Eks BKPSDM Tanah Laut, Rabu (12/8/2026).
Seluruh Capaska putra dan putri yang beragama Islam mengikuti kegiatan tersebut bersama pamong dan pelatih. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Tanah Laut, H Bambang Kusudarisman, turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Rangkaian kegiatan diawali sholat Magrib berjamaah, kemudian dilanjutkan sholat taubat dan sholat hajat.
Suasana semakin khidmat ketika para peserta mengikuti batamat Al Qurāan bersama Habib Ali Baharun.
H Bambang mengatakan, penguatan spiritual menjadi bagian integral dari proses pembinaan Capaska.
Menurutnya, kemampuan menjalankan tugas sebagai pengibar bendera tidak semata membutuhkan ketangguhan fisik, tetapi juga kematangan mental dan kekuatan batin.
āIntinya kita minta kepada Allah supaya mereka disukseskan dan dilancarkan dalam pelaksanaan pengibaran. Mudah-mudahan 100 persen sempurna,ā ujarnya.
Ada capaian yang dinilai istimewa dalam proses pembinaan tahun ini. Di tengah padatnya agenda latihan, para Capaska disebut mampu menuntaskan bacaan Al Qurāan hingga dua kali.
āIni luar biasa. Baru pertama dalam sejarah Paskibra, anak-anak bisa khatam sampai dua kali,ā ungkap H Bambang.
Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan bahwa pembentukan karakter generasi muda tidak harus mempertentangkan antara ketangguhan fisik dan kedalaman spiritual. Keduanya justru perlu berjalan beriringan.
Ia mengibaratkan pembinaan tersebut dengan pesan dalam lagu kebangsaan Indonesia Raya, yakni membangun jiwa sekaligus badannya.
āSeperti dalam Indonesia Raya, bangunlah jiwanya, bangunlah badannya. Jadi keduanya kita bangun. Ini bagian dari pembinaan mental spiritual,ā jelasnya.
Bagi H Bambang, momentum batamat Al Qurāan juga menjadi ruang untuk menanamkan kesadaran bahwa tugas mengibarkan bendera pusaka merupakan sebuah amanah.
Karena itu, kesiapan para Capaska harus dibangun secara utuh, bukan hanya agar mampu berdiri tegap dan menjalankan setiap gerakan dengan presisi, tetapi juga memiliki ketenangan serta tanggung jawab ketika mengemban tugas negara.
Terlebih, para calon pengibar telah menjalani rangkaian latihan yang menuntut stamina, konsentrasi dan kedisiplinan tinggi.
āSetelah mereka melakukan latihan yang keras, mereka masih bisa meluangkan waktu untuk Al Qur’an. Bagi saya ini luar biasa. Kita perlu membekali anak-anak muda ini, fisik dan mentalnya harus sama-sama kita gembleng,ā pungkasnya.
Dengan pendekatan tersebut, pembinaan Capaska Tala 2026 diarahkan tidak sekadar melahirkan pasukan yang siap menjalankan seremoni kenegaraan.
Lebih jauh, mereka diharapkan tumbuh sebagai generasi muda yang memiliki disiplin, karakter, ketahanan mental serta kesadaran terhadap nilai-nilai kebangsaan dan tanggung jawab yang melekat di dalamnya.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
