
HIBAH – Petinggi PT Thriveni Indo Mining menyerahkan replika kunci alat berat kepada Wabup HM Zazuli, Rabu (20/5). Ada tiga alat berat yang dihibahkan untuk Kampus Politala.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Momentum Hari Kebangkitan Nasional menjadi hari bersejarah bagi Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala).
Kampus vokasi di Kabupaten Tanah Laut (Tala) ini menerima hibah tiga unit alat berat dari PT Thriveni Indo Mining Site Satui sebagai dukungan nyata terhadap penguatan pendidikan berbasis praktik industri.
Tiga unit alat berat yang dihibahkan masing-masing berupa satu unit bulldozer, satu unit grader, dan satu unit drill master atau alat pengeboran untuk kebutuhan peledakan tambang.
Seremonial penyerahan hibah dilakukan di aula megah di lantai 3 Gedung Kuliah Terpadu (GKT) Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari di lingkungan kampus setempat, Rabu (20/5/2026).
Penandatangan dokumen hibah tersebut turut disaksikan langsung Wakil Bupati Tala HM Zazuli. Juga disaksikan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Tala HM Faried Widyatmoko serta jajaran petinggi kampus Politala.
Sebelumnya, lebih dulu dilakukan peninjauan langsung tiga unit alat berat tersbut yang parkir di sisi kiri depan halaman kampus Politala di kawasan Jalan A Yani Desa Panggung, Kecamatan Pelaihari.

HIBAH – Petinggi PT Thriveni Indo Mining menyerahkan replika kunci alat berat kepada Direktur Politala Dr Ir Meldayanoor SHut MS, Rabu (20/5).
Selama sekitar 20 menit Wabup bersama rombongan–termasuk Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPRP) Tala H Syakhril Hadrianadi–melihat dari dekat alat berat tambang itu.
Di tempat ini secara simbolis dilakukan penyerahan replika kunci alat berat tersebut dari Country Director PT Thriveni Indo Mining Tata Athanur Sugavanam kepada Wabup HM Zazuli.
Lalu, dari Direktur HR dan Corporate Affair PT Thriveni Indo Mining Agus Kafid kepada Direktur Politala Dr Ir Meldayanoor SHut MS. Berikutnya penyerahan replika kunci alat berat kepada Marliana Adriana dari Prodi Teknologi Rekayasa Pemeliharaan Alat Berat
Sebagai informasi, perusahaan kontraktor tambang batu bara tersebut selama ini beroperasi di Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Kalimantan Selatan .
Setelah aktivitas di Satui berakhir, perusahaan modal asing dari India itu kini fokus pada aktivitas tambang di Papua Nugini dan Kongo, Afrika.
Bantuan alat berat itu menambah fasilitas praktik alat berat yang sebelumnya telah dimiliki Politala, yakni ekskavator, traktor, dan towing pengangkut alat berat.

Wakil Bupati Tanah Laut HM Zazuli menyebut hibah tersebut menjadi bentuk sinergi penting antara dunia pendidikan dan industri dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap kerja.
“Mahasiswa tidak hanya memperoleh teori di ruang kelas, tetapi juga pengalaman praktik langsung menggunakan peralatan yang relevan dengan dunia kerja sesungguhnya,” ujarnya.
Menurut Zazuli, kebutuhan tenaga kerja terampil di sektor pertambangan, konstruksi, dan industri penunjang terus meningkat.
Karena itu, pendidikan vokasi harus mampu menghadirkan pembelajaran yang adaptif dan berbasis praktik lapangan.

Perkuat Kompetensi Mahasiswa
Direktur Politala Dr Ir Meldayanoor SHut MS mengaku sangat bersyukur dan senang atas hibah yang diterima kampusnya, terlebih penyerahan dilakukan bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional.
Ia mengatakan bantuan tersebut akan sangat bermanfaat, khususnya bagi Program Studi Teknologi Rekayasa Pemeliharaan Alat Berat.
Menurutnya, seluruh alat akan dimanfaatkan untuk praktik mahasiswa, mulai dari pengoperasian hingga pembelajaran bongkar pasang komponen alat berat.
“Hibah ini sangat menunjang pembelajaran praktik dan peningkatan kompetensi mahasiswa agar lebih siap menghadapi kebutuhan industri,” katanya.
Meldayanoor menilai keberadaan alat berat tersebut bukan sekadar aset fisik, melainkan simbol hubungan erat antara dunia industri dan pendidikan vokasi.

Jejak Pengabdian Perusahaan
Dalam sambutannya, Meldayanoor juga menyinggung perjalanan PT Thriveni Indo Mining yang telah menyelesaikan operasionalnya di Site Satui, Kabupaten Tanah Bumbu.
Meski kegiatan tambang telah berakhir, perusahaan dinilai meninggalkan jejak kontribusi yang bermanfaat bagi dunia pendidikan.
“Kami percaya jejak pengabdian perusahaan terhadap masyarakat dan pendidikan akan tetap dikenang sebagai warisan kebaikan yang memberi manfaat berkelanjutan,” ucapnya.
Ia menyebut hibah alat berat tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat kualitas pendidikan berbasis praktik di Politala.
Saat ini, PT Thriveni diketahui mulai berfokus pada proyek kerja baru di Papua Nugini dan Kongo, Afrika.
Sebagian alat berat perusahaan dihibahkan ke perguruan tinggi, termasuk Politala dan politeknik di Tanah Bumbu.

Dorong SDM Lokal Siap Industri
Pemerintah Kabupaten Tanah Laut terus mendorong penguatan pendidikan vokasi sebagai strategi peningkatan kualitas SDM daerah.
Kolaborasi kampus dan dunia usaha dinilai menjadi kunci melahirkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing di dunia industri.
Wabup HM Zazuli berharap kerja sama serupa terus berkembang, tidak hanya dalam bentuk hibah fasilitas, tetapi juga melalui program magang, pelatihan, hingga penyerapan tenaga kerja lokal.
“Ketika dunia usaha dan dunia pendidikan berjalan beriringan, maka akan lahir sumber daya manusia yang siap membangun daerah,” tuturnya.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
