
TIM Pengabdian Prodi Akuntansi Perpajakan Politala melakukan kegiatan pendampingan BUMDes di Desa Panggung Baru, Kamis (16/4).
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI — Upaya mendorong desa agar tak lagi sekadar menjadi penonton dalam pembangunan mulai menunjukkan arah yang jelas.
Di Desa Panggung Baru, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dijadikan pintu masuk strategis untuk mewujudkan kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.
Langkah ini digerakkan oleh Program Studi Sarjana Terapan Akuntansi Perpajakan Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala) melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, Kamis (16/04/2026).
Mengusung tema “Pendampingan dan Pelatihan Pengelolaan BUMDes dan Kewirausahaan Berkelanjutan bagi Masyarakat Desa Berbasis Administrasi Keuangan dan Perpajakan”, program ini tidak hanya berorientasi pada penguatan ekonomi desa, tetapi juga menopang ketahanan pangan dari tingkat akar rumput.

Dua Tim, Dua Fokus Penguatan
Untuk memastikan pendampingan berjalan menyeluruh, Politala menerjunkan dua tim yang bekerja secara paralel dalam memperkuat dua aspek utama BUMDes.
Tim 1 berfokus pada sektor hulu, yakni penguatan fondasi kelembagaan. Tim ini terdiri dari M Riduan Abdillah SE MSi Akt CA, Ardi Kurniawan ST MM, Anto Andreawan SE MSi, Annisa Sari MM, Rina Pebriana SE MComm, dan Yuli Fitriyani SE MSc.
Mewakili Tim 1, Dosen Akuntansi Perpajakan Anto Andreawan menegaskan bahwa perubahan regulasi telah membuka peluang besar bagi BUMDes untuk berkembang secara profesional. Namun, ia mengingatkan bahwa penguatan struktur organisasi menjadi kunci utama.
“BUMDes sekarang sudah berbadan hukum. Artinya, pengelolaannya tidak bisa lagi dilakukan secara konvensional. Harus ada tata kelola yang jelas, akuntabel, dan selaras dengan regulasi,” ujarnya.
Ia juga menyoroti regulasi seperti UU Cipta Kerja dan PP 11/2021 yang membuka akses permodalan dan kemitraan, namun menuntut kesiapan kelembagaan yang matang.

Potensi Desa sebagai Kekuatan Ekonomi
Ketua Program Studi Akuntansi Perpajakan, M Riduan Abdillah (anggota Tim), menilai desa memiliki potensi besar yang selama ini belum sepenuhnya tergarap optimal.
Menurutnya, BUMDes dapat menjadi penggerak utama ekonomi desa jika dikelola dengan baik.
“Kalau dikelola dengan baik, BUMDes bisa menjadi tulang punggung ekonomi desa. Ini bukan hanya soal usaha, tapi juga soal kemandirian dan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
Penguatan Akuntabilitas dan Tata Kelola Keuangan
Sementara itu, Tim 2 mengambil peran di sektor hilir dengan fokus pada pengelolaan keuangan dan operasional.
Tim ini menitikberatkan pada peningkatan akuntabilitas melalui penerapan regulasi terbaru, seperti PP Nomor 11 Tahun 2021 dan Permendes Nomor 136 Tahun 2022 dalam penyusunan laporan keuangan.
Pendampingan ini bertujuan agar pembukuan BUMDes menjadi lebih transparan, sekaligus memastikan pemanfaatan Dana Desa—khususnya untuk ketahanan pangan—dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

Apresiasi dan Harapan Pemerintah Desa
Pemerintah Desa Panggung Baru menyambut baik kolaborasi ini. Muhammad Syafitri, Kepala Seksi Pelayanan dan Kesejahteraan Desa, hadir mewakili Kepala Desa yang tengah mengikuti program retreat kepemimpinan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Sumedang.
Ia menilai pendampingan dari dua tim Politala sangat membantu dalam menjawab kebutuhan desa, khususnya dalam hal tata kelola BUMDes yang sesuai aturan.
“Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut ke depan untuk membantu masyarakat.
Terkait BUMDes, kita akhirnya bisa berdiskusi langsung tentang bagaimana tata cara mengelola keuangan dengan benar dan sesuai aturan,” ungkapnya.
Menuju Desa Mandiri dan Transparan
Bagi masyarakat Desa Panggung Baru, kegiatan ini bukan sekadar forum pembelajaran, melainkan langkah nyata menuju desa yang lebih mandiri.
Penguatan kelembagaan dan tata kelola keuangan diharapkan mampu menjadikan BUMDes sebagai motor penggerak ekonomi desa.
Dengan sistem yang semakin profesional dan transparan, BUMDes tidak hanya berfungsi sebagai unit usaha, tetapi juga sebagai pilar penting dalam mewujudkan kesejahteraan dan kemandirian finansial masyarakat desa.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
