
WABUP HM Zazuli dan jajaran berpose dengan perwakilan peserta sekolah lansia usai prosesi wisuda, Rabu (12/8).
INSPIRASITALA.CO.ID,Ā Ā PELAIHARI ā Pembangunan keluarga tidak berhenti pada bagaimana membesarkan anak, tetapi juga bagaimana memastikan setiap anggota keluarga tetap memiliki ruang untuk tumbuh dan bermakna hingga usia lanjut.
Perspektif itu mengemuka dalam Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-33 sekaligus Wisuda Sekolah Lansia Tahun 2026 di Balairung Tuntung Pandang, Pelaihari, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3P2KB) Kabupaten Tanah Laut tersebut menjadi ruang refleksi mengenai pentingnya keluarga sebagai institusi sosial sekaligus fondasi pembangunan daerah.
Wakil Bupati Tanah Laut HM Zazuli yang hadir bersama Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan Lisna Prihantini, jajaran Forkopimda, perwakilan SKPD, serta sejumlah tamu undangan, menegaskan bahwa Harganas bukan sekadar seremoni tahunan.
Menurutnya, peringatan yang ditetapkan melalui Keputusan Presiden RI Nomor 39 Tahun 2014 itu harus menjadi momentum untuk menguatkan kembali peran strategis keluarga dalam membentuk manusia yang sehat, tangguh, berkarakter, dan memiliki daya saing.
Pesan tersebut sejalan dengan tema nasional Harganas tahun ini, āAyah Hadir, Ibu Terhibur, Anak Ceria.ā
Tema itu, kata H Zazuli, tidak semestinya berhenti sebagai slogan, tetapi diterjemahkan melalui keterlibatan nyata seorang ayah dalam kehidupan keluarga.
āAyah bukan hanya pencari nafkah atau kepala rumah tangga, tetapi juga teladan yang memberikan pendidikan, perlindungan, waktu, serta kasih sayang,ā ujarnya.
Kehadiran ayah dalam pengasuhan, lanjutnya, memiliki spektrum yang luas. Bukan hanya memperkuat relasi emosional dalam rumah tangga, tetapi juga berkontribusi terhadap kesehatan keluarga, ketahanan keluarga, pencegahan stunting, hingga pembentukan generasi yang berkualitas.
Di sisi lain, penyelenggaraan Sekolah Lansia memberikan pesan bahwa proses belajar dan pengembangan diri tidak mengenal batas usia.
Sebanyak 71 wisudawan dan wisudawati Sekolah Lansia resmi dikukuhkan Kepala Perwakilan BKKBN Kalsel, Lisna Prihantini.
Momen tersebut berlangsung haru sekaligus membanggakan, ketika para peserta lansia menuntaskan pendidikan nonformal yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, kualitas hidup, kesehatan, serta kemandirian di usia senja.
Wisuda itu sekaligus memperlihatkan bahwa lansia tidak semata-mata ditempatkan sebagai kelompok yang membutuhkan perhatian, tetapi juga sebagai individu yang memiliki potensi, pengalaman, dan kapasitas untuk terus belajar serta berkontribusi di tengah keluarga dan masyarakat.
Dengan demikian, peringatan Harganas ke-33 di Tanah Laut tidak hanya berbicara tentang keluarga dalam konteks pembangunan generasi muda.
Lebih jauh, momentum tersebut menegaskan pentingnya membangun ekosistem keluarga yang inklusifātempat anak tumbuh, orang tua berperan, dan lansia tetap dihargai serta diberdayakan.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
