
SUASANA Percepatan Tanam Serentak Nasional di Lahan CSR Panyipatan, Kamis (9/4), oleh Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti mewakili Kementan. Hadir Wabup HM Zazuli, Kadistan Ketapang Kalsel H Syamsir Rahman
[INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI — Lahan bondong yang dulu hanya dikenal sebagai kawasan tergenang di Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut (Tala), kini menjelma menjadi hamparan sawah baru yang siap ditanami.
Perubahan drastis ini menjadi pijakan penting dalam Gerakan Percepatan Tanam Padi Serempak yang digelar, Kamis (9/4/2026).
Program ini merupakan bagian dari strategi nasional Kementerian Pertanian melalui skema Cetak Sawah Rakyat (CSR), dengan target sekitar 10.000 hektare tanam serentak di 17 provinsi.
Tala menjadi salah satu daerah yang mengambil peran signifikan dalam agenda tersebut.
Dari Genangan ke Kendali Air
Transformasi lahan di Desa Panyipatan tak terjadi seketika. Kawasan yang sebelumnya kerap terendam air hingga sepinggang orang dewasa kini telah dilengkapi infrastruktur pertanian, mulai dari kanal, tanggul hingga pintu air.
Pengaturan tata air menjadi kunci. Petani kini dapat mengendalikan debit air sesuai kebutuhan tanam. Dalam kondisi tanpa hujan, lahan bahkan bisa mengering hanya dalam beberapa hari.
“Dulu tidak bisa ditanami, sekarang jauh berbeda. Air bisa diatur, jadi lebih mudah untuk tanam,” ujar Rahman, seorang petani setempat.
Sistem ini juga fleksibel untuk berbagai metode tanam, baik tanam benih langsung (tabela) maupun tanam pindah menggunakan mesin.

Teknologi Percepat Tanam
Pelaksanaan tanam serempak di Panyipatan turut didukung teknologi modern. Penaburan benih dilakukan menggunakan drone, mempercepat proses tanam dalam skala luas.
Selain itu, penggunaan rice transplanter juga diterapkan untuk penanaman bibit hasil persemaian. Kombinasi teknologi ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi sekaligus menekan ketergantungan tenaga kerja manual.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, yang hadir langsung di lokasi mewakili Kementan RI menekankan pentingnya percepatan tanam secara serentak guna menjaga stabilitas produksi.
Perkuat Ketahanan Pangan di Tengah Ancaman Iklim
Gerakan tanam serempak ini tak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga sebagai langkah antisipatif menghadapi ancaman perubahan iklim, termasuk potensi El Nino.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam rilis resminya menegaskan bahwa percepatan tanam menjadi kunci menjaga ketersediaan pangan nasional.
“Tanam harus dilakukan serentak dan cepat agar produksi tetap terjaga,” tegasnya.

Progres Cetak Sawah Rakyat di Tanahlaut
Di Kabupaten Tanahlaut, program CSR terus menunjukkan perkembangan signifikan. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Tala, HM Faried Widyatmoko, memaparkan bahwa kegiatan cetak sawah telah tersebar di tujuh kecamatan.
Wilayah tersebut meliputi Batibati, Takisung, Tambang Ulang, Kurau, Kintap, Jorong, dan Panyipatan sebagai salah satu lokasi prioritas.
Pengembangan lahan baru ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam memperluas areal tanam sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian daerah.
Seiring progres tersebut, peran penyuluh pertanian dan sinergi lintas sektor terus diperkuat untuk memastikan keberlanjutan program di lapangan.
Harapan Petani dan Daerah
Bagi petani, hadirnya program cetak sawah ini membuka peluang baru. Lahan yang sebelumnya dianggap tidak produktif kini dapat memberikan nilai ekonomi.
Sementara bagi pemerintah daerah, keberhasilan di Panyipatan menjadi model pengembangan pertanian berbasis tata kelola air yang adaptif terhadap kondisi lingkungan.
Transformasi ini menjadi bukti bahwa intervensi tepat dapat mengubah tantangan menjadi kekuatan dalam menjaga ketahanan pangan.
Hadir pada acara yang juga berlangsung secara virtual di belasan provinsi itu, Wakil Bupati Tala HM Zazuli, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel H Syamsir Rahman, Kajari Tala Lutvi Tri Cahyanto dan perwakilan Forkopimda serta pihak terkait lainnya.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
