
ILUSTRASI Pompa BBM
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Tanah Laut menjelang Idulfitri dipastikan dalam kondisi aman. Bahkan selama Ramadan, konsumsi BBM di daerah ini justru mengalami penurunan dibandingkan periode normal.
Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Tanah Laut Masturi mengatakan, berdasarkan informasi dari pihak Pertamina, pasokan BBM di depo yang melayani wilayah Tanah Laut masih mencukupi untuk kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran.
“Berdasarkan informasi dari PIC Pertamina, ketersediaan BBM di depo untuk Tanah Laut selama Ramadan dan Idulfitri masih tercukupi,” ujarnya.
Menariknya, realisasi penggunaan BBM harian di Tanah Laut selama Ramadan justru menurun sekitar 140 kiloliter (KL) dibandingkan konsumsi pada Januari 2026.
Konsumsi Ramadan Cenderung Turun
Penurunan konsumsi BBM selama Ramadan bukan fenomena baru. Secara umum, aktivitas logistik dan industri biasanya berkurang menjelang Lebaran sehingga kebutuhan BBM tertentu, terutama solar, cenderung menurun.
Kondisi ini ikut membantu menjaga stabilitas stok BBM di daerah, termasuk di Tanah Laut. Dengan konsumsi yang lebih rendah dari bulan sebelumnya, potensi gangguan pasokan dinilai relatif kecil.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap memantau situasi distribusi energi di lapangan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Belum Ada Wilayah Rawan Antrean
Terkait potensi antrean di SPBU saat arus mudik, Pemkab Tanah Laut mengaku belum memetakan wilayah yang berpotensi mengalami kekosongan atau antrean panjang BBM.
Namun berdasarkan pengalaman Idulfitri tahun sebelumnya, kondisi distribusi BBM di Tanah Laut relatif stabil.
“Berdasarkan pengalaman Idulfitri tahun lalu, di Tanah Laut tidak ada antrean di SPBU karena kekosongan BBM,” kata Masturi, mengutip informasi dari Dinas Perhubungan Tanah Laut.
Meski demikian, koordinasi lintas instansi tetap akan dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat menjelang puncak arus mudik.
Stok BBM Nasional Juga Aman
Secara nasional, pemerintah juga memastikan ketersediaan BBM dalam kondisi aman menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri 2026.
Pemerintah menyebut ketahanan stok BBM nasional berada di kisaran 21 hingga 23 hari, masih di atas batas minimum yang ditetapkan pemerintah.
Sementara itu, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) juga menyatakan stok BBM nasional berada di atas ambang batas minimum, dengan ketahanan bensin lebih dari 25 hari dan solar di atas 15 hari.
Untuk memastikan distribusi berjalan lancar, Pertamina juga telah mengaktifkan Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri (Satgas RAFI) 2026 yang memantau pasokan BBM secara real time serta menyiapkan berbagai layanan tambahan di jalur mudik.
Pengawasan Distribusi Diperketat
Di tingkat daerah, Pemkab Tanah Laut juga melakukan pengawasan distribusi BBM guna mencegah praktik penimbunan maupun penyalahgunaan.
Salah satunya melalui tim pengawasan distribusi solar nelayan yang bertugas memastikan penyaluran solar subsidi tepat sasaran bagi para nelayan.
Selain itu, pengawasan BBM sektor transportasi darat dilakukan melalui koordinasi lintas instansi dan pemantauan langsung di SPBU, terutama jika terjadi antrean panjang.
Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga distribusi BBM tetap lancar sehingga kebutuhan masyarakat maupun pemudik di Tanah Laut dapat terpenuhi selama Ramadan hingga Idulfitri.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
