
UJICOBA – Mobil kecil/sedang mulai melintasi jembatan Batibati 4 sejak Rabu kemarin pada masa ujicoba
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Setelah melalui proses perbaikan dan pengaspalan, Jembatan Sungai Batang Banyu I atau Jembatan Batibati 4 di Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, kini resmi memasuki masa uji coba. Akses di jalur vital Pelaihari–Banjarmasin itu mulai dibuka secara bertahap sejak Rabu dua hari lalu.
Pengaspalan jembatan telah rampung dikerjakan pada Kamis kemarin. Namun selama sekitar dua pekan ke depan, jembatan tersebut masih dibatasi hanya untuk kendaraan kecil dan sedang.
Sementara itu armada berat tetap diarahkan melewati jembatan darurat atau jembatan bailey yang berada di sisi jembatan utama.
Jembatan vital jalur utama Kota Pelaihari-Kota Banjarmasin ini berada di perbatasan Desa Gunung Raja Kecamatan Tambang Ulang dan Desa Benua Raya Kecamatan Bati-bati.
Ketua RT 6 Desa Gunung Raja, Rohimi, menjelaskan pembatasan itu dilakukan karena lantai jembatan masih memerlukan waktu pengeringan maksimal.
“Untuk sementara hanya mobil kecil dan sedang yang boleh lewat. Armada besar masih harus melalui jembatan bailey,” ujarnya, Jumat (26/12/2025).
Menurutnya, berdasarkan informasi dari pihak pelaksana proyek, Jembatan Sungai Batang Banyu I ditargetkan dapat dibuka penuh dan kembali normal untuk seluruh jenis kendaraan pada 10 Januari 2026 mendatang.
Selama masa uji coba, pengaturan lalu lintas berupa buka tutup masih diberlakukan dalam kondisi tertentu, khususnya ketika armada berat dari arah Banjarmasin hendak melintasi jembatan bailey. Hal ini karena kendaraan besar harus memotong jalur ke kanan untuk mengakses jembatan darurat tersebut.
“Kalau armada berat dari arah Pelaihari tidak perlu buka tutup, karena posisi jembatan bailey berada di sisi kiri jalan,” jelas Rohimi.
Meski demikian, ia menilai kondisi lalu lintas saat ini sudah jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Buka tutup hanya dilakukan sesekali dan tidak lagi menimbulkan antrean panjang.
“Sekarang arus lalu lintas sudah lebih lancar. Warga juga cukup terbantu karena kendaraan kecil sudah bisa melintas langsung,” pungkasnya.

PENGASPALAN lantai Jembatan Bati-bati 4 pada Kamis (25/12). Hari ini telah kembali bisa dilewati mobil meski kadang masih diterapkan buka tutup
🧱 Awal Mula Kerusakan Jembatan
📆 Kerusakan terjadi pada segmen jembatan bagian kiri (arah Banjarmasin) setelah sebuah truk jenis Fuso menabrak struktur bawah jembatan pada hari terakhir (dinihari) Ramadhan Maret 2025 lalu.
Benturan keras dari truk ini menyebabkan struktur bawah jembatan melemah sehingga sebagian lantai mengalami penurunan dan tidak lagi laik dilintasi tanpa pengaturan lalu lintas khusus.
📉 Akibat kejadian itu, arus kendaraan pada Jembatan Batibati diberlakukan sistem buka-tutup bergantian sejak beberapa bulan setelahnya karena bagian jembatan dianggap berisiko bagi keselamatan pengguna jalan.
🛠️ Pengaturan Sementara
🚧 Untuk menjaga konektivitas di jalur strategis Pelaihari–Banjarmasin, pihak kepolisian bersama instansi terkait kemudian mengalihkan kendaraan ke jalur alternatif yaitu jembatan darurat (jembatan bailey). Sistem buka-tutup lalu lintas tetap diberlakukan pada jembatan Bailey dengan batasan tonase maksimal sekitar 12 ton untuk menjaga keselamatan pengguna.
🔧 Proses Perbaikan
📆 Perbaikan struktural utama atas Jembatan Bati-bati 4 secara resmi dimulai pada akhir November 2025, ditangani oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Selatan. Pada saat itu jembatan utama ditutup sepenuhnya dan semua kendaraan dialihkan melalui jembatan darurat.
📅 Setelah pengaspalan selesai pada akhir Desember 2025, akses secara bertahap mulai dibuka kembali bagi kendaraan kecil dan sedang, sementara armada besar tetap dibatasi melewati Jembatan Bailey hingga lantai jembatan utama benar-benar kuat dan kering maksimal.
📌 Rencana Normalisasi
🗓️ Pihak pelaksana proyek menargetkan pembukaan penuh untuk semua jenis kendaraan pada 10 Januari 2026, setelah masa uji coba dan pengeringan cor lantai jembatan tuntas.
(inspirasitala.co.id/inspira)
