
BUPATI Tala H Rahmat Trianto menanam bibit pohon penghijauan setelah melaunching Gerakan Desa Menanam-Tala Lestari, Jumat (8/5), di RTH Kijang Mas Permai, Pelaihari.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Semangat pelestarian lingkungan menggema di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kijang Kencana Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut (Tala), (8/5/2026) pagi.
Ratusan peserta dari berbagai unsur masyarakat memadati lokasi launching Gerakan Desa Menanam – Tanah Laut Lestari yang diinisiasi Nayaka Foundation bersama Pemerintah Kabupaten Tanah Laut.
Launching atau peluncuran kegiatan tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Tanah Laut H Rahmat Trianto.
Kegiatan berlangsung semarak dengan dihadiri unsur forkopimda, pemerintah daerah, perangkat desa dan kelurahan, pelajar, komunitas lingkungan hingga organisasi masyarakat.
Launching ditandai penandatanganan komitmen bersama serta penanaman pohon simbolis sebagai awal gerakan penghijauan di seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Tanah Laut.
Program tersebut menjadi bagian kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pembangunan desa berkelanjutan dan pelestarian lingkungan hidup di Bumi Tuntung Pandang.

Desa Jadi Garda Pelestarian Lingkungan
Dalam sambutannya, Bupati Tanah Laut H Rahmat Trianto menegaskan pentingnya keterlibatan desa dalam menjaga keseimbangan lingkungan di tengah pembangunan daerah.
Menurutnya, gerakan penghijauan tidak boleh berhenti pada kegiatan simbolis semata, tetapi harus dibarengi komitmen merawat tanaman agar memberi dampak jangka panjang.
“Kalau desa bergerak, maka lingkungan akan terselamatkan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri karena ini gerakan bersama,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar program lingkungan tidak hanya ramai saat seremoni berlangsung.

Libatkan Banyak Pihak
Gerakan Desa Menanam – Tanah Laut Lestari melibatkan DPRKPLH Tala sebagai leading sector bersama DPMD Tala dan dukungan teknis dari KPH Tanah Laut.
Kebutuhan bibit disuplai melalui Persemaian Permanen Liang Anggang serta persemaian BPDAS guna memastikan kualitas tanaman yang akan ditanam di wilayah desa.
Kepala DPRKPLH Tala, Gusti Dwi Erzandi Kasuma mengatakan program tersebut disiapkan dengan sistem monitoring dan evaluasi agar tingkat keberhasilan hidup tanaman dapat terukur.
“Yang dibangun bukan hanya kegiatan menanam, tetapi keberlanjutan tanaman itu sendiri,” katanya.

Warga Sambut Positif
Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Warga Pelaihari, Zulkifli Noor, mengaku mengapresiasi gerakan penghijauan yang melibatkan desa secara langsung.
“Bagus karena masyarakat ikut dilibatkan. Harapannya pohon yang ditanam benar-benar dirawat dan tidak berhenti setelah launching,” ujarnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Tanah Laut, Muhammad Syahid mengatakan gerakan tersebut menjadi momentum penting mendorong keterlibatan desa dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan.
Menurutnya, desa memiliki peran strategis karena bersentuhan langsung dengan kondisi lingkungan di wilayah masing-masing.
“Desa tidak boleh hanya menjadi sasaran pembangunan, tetapi harus ikut berperan aktif menjaga dan merawat lingkungannya,” katanya.
Sementara itu, Nayaka Foundation selaku penggagas program menilai persoalan lingkungan memerlukan gerakan nyata yang berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan simbolis semata.
Head of Project Operation Nayaka Foundation, Yamadipati menjelaskan, program tersebut disiapkan dengan sistem pemantauan dan pelaporan hingga tingkat desa agar gerakan penghijauan dapat berjalan konsisten.
“Tujuan utama yang ingin dibangun adalah kesadaran bersama untuk merawat lingkungan secara berkelanjutan, bukan hanya menanam pohon saat kegiatan berlangsung,” ujarnya.
Peluncuran Gerakan Desa Menanam – Tanah Laut Lestari juga dirangkai dengan penandatanganan komitmen bersama seluruh stakeholder serta aksi penanaman pohon simbolis di kawasan RTH Kijang Kencana Pelaihari.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
