FOTO: DISKOMINFOSTASAN KAB TALA
RAPAT – Rapat koordinasi HLM Tim Pengendalian Inflasi Daerah Tala di Aula Rakat Manuntung Hutan Jati, Pelaihari, Jumat (19/12), yang dipimpin Sekda Ismail Fahmi.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang pergantian tahun dan puncak Acara Rutinan Malam Senin (Momen 5 Rajab) atau Haul Abah Guru Sekumpul menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel).
Untuk mencegah gejolak harga kebutuhan pokok dan menekan laju inflasi yang mulai bergerak naik, Pemkab Tala menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan melalui High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Pertemuan strategis tersebut dipimpin Sekretaris Daerah Tala, Ismail Fahmi, Jumat kemarin, di Aula Rakat Manuntung Hutan Jati, Pelaihari. Dalam forum itu, Sekda menegaskan bahwa pengendalian inflasi merupakan pekerjaan bersama yang membutuhkan sinergi kuat antarinstansi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Tala, dihimpun Sabtu (20/12/2025), angka inflasi tahunan (year-on-year) di wilayah ini menunjukkan tren fluktuatif sepanjang 2025.
Pada Januari 2025, inflasi tahunan tercatat 0,90 persen, kemudian meningkat menjadi 2,06 persen di Maret, dan 2,74 persen pada Juli 2025.
Perkembangan terbaru juga menunjukkan bahwa pada September inflasi y-on-y mencapai 2,78 persen, sementara Oktober 2025 berada di angka 2,97 persen, menandakan tekanan harga yang meningkat jelang akhir tahun.
“Setiap menjelang momen besar seperti tahun baru dan Haul Guru Sekumpul, konsumsi masyarakat meningkat. Jika tidak diantisipasi, kondisi ini bisa memicu kenaikan harga dan berdampak langsung pada daya beli,” ujar Fahmi.
Pemerintah daerah juga tengah memastikan keberlanjutan program makan bergizi gratis yang membutuhkan jaminan ketersediaan bahan pokok dalam jumlah cukup dan harga yang stabil.
Dalam arahannya, Ismail Fahmi menekankan tiga aspek krusial yang harus dijaga oleh TPID, yakni kecukupan pasokan, keterjangkauan harga, serta kelancaran distribusi.
“Inflasi tidak bisa dikendalikan oleh satu pihak saja. Diperlukan koordinasi, komitmen, dan aksi nyata dari semua unsur yang terlibat,” tegasnya.

Melalui HLM TPID ini, Pemkab Tala berharap langkah-langkah strategis yang disepakati dapat segera diimplementasikan, sehingga stabilitas harga tetap terjaga dan masyarakat dapat menjalani akhir tahun serta rangkaian Rutinan Malam Senin Sekumpul (Momen 5 Rajab).
Sebagai informasi, penyebutan baru haul ini merupakan kesepakatan yang diambil pada rapat koordinasi dan disetujui para ahli waris Abah Guru Sekumpul dengan tujuan untuk lebih menekankan sifat acara tersebut sebagai pengajian rutin yang dilaksanakan tiap tahun pada tanggal 5 Rajab, tanggal wafatnya beliau.
Walau penyebutannya secara resmi berubah mulai tahun ini oleh pihak keluarga dan panitia di Mushola Ar-Raudhah Sekumpul, acara tersebut menjadi agenda tahunan besar yang dihadiri oleh jutaan jemaah dari berbagai daerah di Indonesia dan bahkan luar negeri.
Rangkaian kegiatannya pada dasarnya sama dengan pelaksanaan haul sebelumnya.
