
DINAS PUPRP Tala langsung mengerahkan pekerja dan material untuk memperbaiki gorong-gorong yang runtuh di jalur alternatif di Desa Martadah, Senin (15/12) malam.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Respons cepat ditunjukkan Bupati Tanah Laut (Tala) H Rahmat Trianto menyikapi runtuhnya gorong-gorong di jalur alternatif Tambangulang–Banyuirang, tepatnya di Desa Martadah, Kecamatan Batibati.
Begitu menerima laporan ambruknya gorong-gorong pada Senin (15/12/2025) sore sekitar pukul 15.00 Wita, Bupati H Rahmat langsung menginstruksikan Dinas PUPRP Tala untuk bergerak cepat melakukan penanganan darurat agar arus lalu lintas tidak terganggu berlarut-larut.
Langkah cepat itu dilakukan mengingat jalur tersebut kini menjadi tumpuan utama kendaraan berat selama perbaikan Jembatan Batibati 4 di Jalan Trans Kalimantan.
Akibat runtuhnya gorong-gorong, arus lalu lintas sempat tersendat selama beberapa jam dan videonya pun viral di grup percakapan warga Tala.
“Atas arahan langsung Bupati, kami segera melakukan penanganan malam itu juga,” ujar Kepala Dinas PUPRP Tala, Syakhril Hadrianadi, Selasa (16/12/2025).
Usai waktu Maghrib, pekerja, material gorong-gorong u-ditch, batu bigcross, serta alat berat langsung dimobilisasi ke lokasi. Pekerjaan dikebut sepanjang malam demi memastikan akses jalan kembali aman dilalui kendaraan.

DINAS PUPRP Tala langsung mengerahkan pekerja dan material untuk memperbaiki gorong-gorong yang runtuh di jalur alternatif di Desa Martadah, Senin (15/12) malam.
“Alhamdulillah pekerjaan selesai sekitar pukul 04.30 Wita subuh tadi dan jalur sudah bisa dilewati kembali seperti semula,” jelas Syakhril.
Ia menambahkan, gorong-gorong lama di lokasi tersebut sudah berusia puluhan tahun.
Beban kendaraan berat yang meningkat drastis sejak penutupan jembatan Batibati 4 mempercepat kerusakan, tak hanya dari armada asal Tala, tetapi juga kendaraan besar dari Tanahbumbu dan Kotabaru.
Kepala Desa Martadah, Burahim R, menyebut gorong-gorong yang runtuh berada di wilayah RT 5 Dusun 2. Ia mengapresiasi gerak cepat pemerintah daerah yang langsung turun tangan sehingga lalu lintas bisa kembali normal secara cepat.
Dengan penanganan kilat tersebut, arus lalu lintas di jalur alternatif Tambangulang–Banyuirang kembali lancar dan aman dilalui, termasuk oleh kendaraan bertonase besar.
(inspirasitala.co.id/inspira)
