
MASKER – Karyawan PD Baratala Tuntung Pandang bergerak ke beberapa tempat menyalurkan bantuan masker dan vitamin di Kecamatan Bati-Bati, Rabu (9/9).
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Kabut asap bukan sekadar mengurangi jarak pandang. Di beberapa tempat di Kabupaten Tanah Laut (Tala), kondisi tersebut mulai menyentuh aktivitas harian warga, termasuk kegiatan belajar mengajar.
Situasi itu mendapat perhatian Perusahaan Daerah (PD) Baratala Tuntung Pandang. Melalui program Baratala Peduli, BUMD Kabupaten Tanah Laut tersebut menyalurkan masker dan vitamin ke sejumlah sekolah serta posko bencana kebakaran, Selasa (8/9/2026).
Bantuan diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang menghadapi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah kawasan Kalimantan Selatan.
Salah satu wilayah yang beberapa kali merasakan dampak kabut asap cukup pekat adalah kawasan Pandahan, Kecamatan Bati-Bati, yang berada di sekitar perbatasan dengan Pengayuan, Kota Banjarbaru.

Di kawasan tersebut, vegetasi yang masih didominasi galam membuat sejumlah titik rawan terbakar saat kondisi kering. Ketika asap terbawa angin ke kawasan permukiman dan jalur transportasi, jarak pandang dapat turun drastis.
Kondisi tersebut bahkan pernah mengganggu arus lalu lintas hingga terjadi antrean kendaraan yang disebut mencapai sekitar lima kilometer ke arah Liang Anggang, Banjarbaru.
Dampaknya juga dirasakan dunia pendidikan. Aktivitas belajar mengajar di sekolah dasar kawasan perbatasan beberapa kali harus menyesuaikan kondisi jarak pandang. Jam masuk siswa pernah dimundurkan sembari menunggu situasi dinilai lebih aman.
Karena itu, pembagian masker dinilai relevan sebagai langkah perlindungan sederhana bagi pelajar maupun masyarakat.

Sementara vitamin diberikan untuk membantu menjaga kondisi tubuh di tengah lingkungan dengan kualitas udara yang kurang baik.
Aksi tersebut mendapat apresiasi warga. Ahmadi, warga Pelaihari, menilai kepedulian seperti itu memiliki arti penting karena bantuan diberikan ketika masyarakat sedang menghadapi persoalan lingkungan.
“Ada empati dan tenggang rasa terhadap orang lain yang sedang dalam kondisi kesulitan. Ini bentuk kepedulian yang patut diapresiasi,” ujarnya.
Warga lainnya berharap program sosial tersebut tidak berhenti ketika kondisi asap mulai mereda. Apalagi di Tala cukup banyak perusahaan, termasuk perusahaan besar swasta nasional.
Menurutnya, perhatian terhadap masyarakat terdampak perlu dilakukan secara berkelanjutan, terutama di kawasan yang berulang kali berhadapan dengan karhutla.
“Kalau menyasar sekolah, menurut saya sangat tepat. Anak-anak termasuk yang harus mendapat perlindungan karena mereka tetap beraktivitas saat asap datang,” katanya.
PD Baratala Tuntung Pandang menyatakan program Baratala Peduli akan terus mengikuti perkembangan kondisi kebakaran dan kabut asap. Penyaluran bantuan juga diupayakan menyasar lokasi lain yang masih membutuhkan.
Kehadiran BUMD dalam situasi tersebut menjadi bentuk kontribusi sosial perusahaan di tengah persoalan yang dampaknya dirasakan langsung masyarakat.
Bukan hanya soal masker dan vitamin, aksi itu juga menjadi pesan bahwa ketika kualitas udara memburuk dan aktivitas warga terganggu, kepedulian dari berbagai pihak menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat melewati situasi sulit.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
