
TALITHA FATIMAH RAHMA
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI -Kebanggaan tak hanya dirasakan perajin, tetapi juga warga Kalimantan Selatan ketika kain sasirangan khas Tanah Laut (Tala) tampil di panggung Grand Final Puteri Indonesia 2026.
Balutan kain tradisional itu dikenakan wakil Kalsel, Talitha Fatimah Rahma, pada ajang nasional bergengsi di Jakarta.
Sorotan publik tertuju pada penampilan Talitha Fatimah Rahma saat melenggang di panggung Grand Final Puteri Indonesia 2026 yang digelar Jumat, 24 April 2026, di Plenary Hall Jakarta International Convention Center (JICC).
Pada ajang bergengsi itu, berdasar catatan inspirasitala.co.id, Senin (27/4/2026), dokter muda Kalsel tersebut masuk pada 16 besar. Ini juga capaian yang layak diapresiasi karena ketatnya persaingan antarpeserta.
Ia tampil anggun mengenakan busana dengan sentuhan kain sasirangan karya perajin Tala, Abdullah Hayat dari Haidar Sasirangan.
Bagi Abdullah Hayat, momen tersebut menjadi kebanggaan tersendiri. Karyanya tidak hanya dipakai, tetapi juga ikut memperkenalkan identitas budaya daerah ke panggung nasional.
“Alhamdulillah, sangat bangga. Sasirangan Tala bisa tampil di ajang sebesar ini,” ucapnya.
Busana tersebut dirancang oleh desainer asal Kabupaten Banjar, Ibnu Hasan, yang memadukan unsur modern dengan kekayaan motif tradisional sasirangan.
Talitha sendiri merupakan sosok muda inspiratif asal Banjarmasin. Di usia 24 tahun, ia telah menyelesaikan pendidikan sebagai dokter gigi di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Lambung Mangkurat.
Selain itu, ia juga aktif mengusung advokasi “Edukasi Terapung” untuk meningkatkan akses pendidikan di wilayah perairan.
Sebelumnya, Talitha juga dikenal sebagai Putri Pariwisata Banjarmasin 2024. Dengan tinggi badan 173 cm dan latar belakang prestasi tersebut, ia tampil percaya diri membawa nama Kalimantan Selatan di ajang nasional.
Subtema: Kebanggaan Warga
Kehadiran sasirangan Tala di panggung nasional turut menuai apresiasi warga. Siti (34), warga Pelaihari, mengaku bangga melihat kain khas daerahnya mendapat perhatian luas.
“Jarang-jarang kita lihat kain daerah tampil di ajang nasional seperti itu. Ini membanggakan sekali,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Rahman (41), warga Banjarmasin, yang menilai penampilan Talitha sekaligus menjadi promosi budaya daerah.
“Ini bukti kalau produk lokal kita tidak kalah. Semoga makin dikenal luas,” katanya.
Subtema: Harapan Perajin
Abdullah berharap, momentum ini dapat menjadi pintu pembuka bagi perkembangan industri sasirangan di Tanah Laut. Ia ingin semakin banyak pihak yang melirik dan menggunakan produk lokal.
“Semoga ke depan makin banyak yang memakai sasirangan, tidak hanya di daerah tapi juga nasional bahkan internasional,” harapnya.
Pada ajang Puteri Indonesia 2026 tersebut, mahkota utama diraih oleh Agnes Aditya Rahajeng dari Banten.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
