
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI — Di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap peredaran narkoba di Kalimantan Selatan, langkah-langkah pencegahan terus dilakukan dengan pendekatan yang lebih menyentuh.
Salah satunya melalui sosialisasi bahaya narkoba yang tak sekadar memberi informasi, tetapi juga menanamkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya menjaga diri dan masa depan.
Menyentuh dari Hal Sederhana
Kegiatan sosialisasi ini hadir dengan pendekatan yang lebih ringan dan komunikatif, sehingga mudah dipahami oleh kalangan pelajar.
Materi yang disampaikan tidak hanya tentang jenis dan dampak narkoba, tetapi juga bagaimana mengenali dan menghindari pengaruhnya dalam kehidupan sehari-hari.
Pendekatan ini dinilai efektif karena menyasar kesadaran personal anak-anak, bukan sekadar memberikan larangan. Dengan bahasa yang sederhana, pesan tentang bahaya narkoba bisa lebih membekas.
Peredaran Masih Jadi Kekhawatiran
Meski berbagai upaya telah dilakukan, peredaran narkoba di Kalimantan Selatan masih menjadi perhatian bersama.
Kondisi ini membuat langkah pencegahan seperti sosialisasi menjadi semakin relevan dan mendesak.
Lingkungan yang rentan menuntut adanya sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat untuk menciptakan ruang aman bagi anak-anak agar tidak terpapar pengaruh negatif.
Talk Show Interaktif: Ajak Pelajar Fokus Masa Depan
Upaya pencegahan itu juga terlihat dalam kegiatan talk show bahaya narkoba bagi remaja yang digelar di SMKN 1 Bati-Bati, Selasa (28/4/2026).
Kegiatan ini merupakan kolaborasi Badan Kesbangpol Kabupaten Tanah Laut bersama BNNK Tanah Laut dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Tala.
Ketua GOW Tala, Hj Wiwi Zazuli, hadir langsung memberikan arahan kepada para siswa.
Dalam suasana yang hangat dan interaktif, ia mengajak pelajar untuk tetap bersemangat dalam meraih cita-cita, sembari mengingatkan pentingnya menjauhi narkoba.
Menurutnya, masa remaja merupakan fase penentu arah masa depan. Narkoba, kata dia, bukan hanya merusak kesehatan, tetapi juga mampu memutus harapan dan impian generasi muda.
Karena itu, para siswa diminta menjaga pergaulan dan tetap fokus pada pendidikan.
Ia juga membagikan pengalaman pribadinya sebagai motivasi, sekaligus menekankan bahwa keberhasilan tidak datang secara instan, melainkan melalui kerja keras, doa, serta dukungan keluarga.
Tak hanya itu, para siswa diajak aktif menyerap materi dan menyebarkannya kembali kepada teman sebaya agar dampak positifnya semakin luas.
Suasana kegiatan pun semakin hidup saat sesi interaksi, di mana siswa tampil ke depan menyuarakan semangat dan ajakan menjauhi narkoba.
Di akhir kegiatan, perhatian juga diarahkan pada pentingnya menjaga kesehatan di lingkungan sekolah, termasuk membiasakan pola hidup bersih sebagai bagian dari upaya perlindungan diri.
Suara Warga: Edukasi yang Menyentuh Hati
Seorang warga menilai pendekatan seperti ini terasa lebih dekat dengan anak-anak, sehingga pesannya lebih mudah diterima.
“Cara penyampaiannya bagus, tidak menggurui. Anak-anak jadi lebih paham dan tidak merasa ditekan. Ini penting supaya mereka sadar sendiri untuk menjauhi narkoba,” ujar Milna, Selasa (29/4/2026).
Warga lainnya juga menyampaikan harapannya agar kegiatan serupa terus digelar secara berkelanjutan.
“Kita tahu kondisi sekarang masih rawan. Jadi kegiatan seperti ini sangat membantu. Setidaknya anak-anak punya pegangan kuat untuk bilang tidak pada narkoba,” katanya.
Menjaga Masa Depan, Tanggung Jawab Bersama
Sosialisasi ini menjadi pengingat bahwa menjaga generasi muda bukan hanya tugas pemerintah atau aparat, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.
Dari lingkungan terkecil, nilai-nilai perlindungan harus terus ditanamkan.
Dengan langkah kecil yang konsisten, harapan untuk melindungi anak-anak dari bahaya narkoba tetap terbuka lebar—agar mereka tumbuh dengan mimpi yang utuh, tanpa bayang-bayang ancaman narkotika.

INTERAKTIF – Ketua GOW Tala Hj Wiwi Zazuli berinteraksi dengan pelajar pada Talkshow Bahaya Narkoba di SMKN 1 Bati-Bati, Selasa (28/4).
Mengapa Narkoba Sangat Berbahaya? Ini Penjelasannya
1. Apa Itu Narkoba?
Narkoba adalah zat yang memengaruhi sistem kerja otak dan tubuh. Zat ini bisa berasal dari tanaman alami maupun hasil olahan kimia di laboratorium.
Meski sebagian digunakan dalam dunia medis dengan pengawasan ketat, penyalahgunaannya justru membawa dampak serius.
2. Terbuat dari Bahan Apa?
- Alami: Berasal dari tanaman seperti ganja (Cannabis) dan opium dari bunga poppy
- Sintetis: Dibuat dari campuran bahan kimia, seperti sabu (methamphetamine) dan ekstasi (MDMA)
- Campuran berbahaya: Banyak narkoba ilegal dicampur zat lain yang tidak terkontrol dan bisa lebih beracun
3. Apa yang Terjadi Saat Dikonsumsi?
- Masuk ke aliran darah dan langsung memengaruhi otak
- Memicu rasa senang berlebihan (euforia), halusinasi, atau energi semu
- Mengganggu fungsi berpikir, emosi, dan pengambilan keputusan
- Dalam penggunaan berulang, tubuh mulai ketergantungan (kecanduan)
4. Dampak pada Tubuh dan Pikiran
- Otak: Kerusakan fungsi, sulit konsentrasi, gangguan mental
- Jantung: Detak tidak normal, risiko serangan jantung
- Paru-paru: Gangguan pernapasan
- Hati: Kerusakan akibat racun yang terus disaring
- Perilaku: Mudah marah, cemas, menarik diri dari lingkungan
5. Dampak Fatal yang Mengintai
- Overdosis: Tubuh tidak mampu menahan zat, bisa berujung kematian
- Gangguan mental berat: Depresi, psikosis, hingga keinginan bunuh diri
- Kerusakan organ permanen: Tidak bisa pulih seperti semula
- Kehilangan masa depan: Putus sekolah, masalah hukum, rusaknya hubungan keluarga
6. Kenapa Harus Dijauhi?
Karena efek “senang” yang ditawarkan hanya sesaat, sementara kerusakan yang ditinggalkan bisa seumur hidup. Narkoba bukan solusi, melainkan awal dari banyak masalah.
7. Pesan Penting
Menjauhi narkoba adalah bentuk menjaga diri, keluarga, dan masa depan. Sekali mencoba bisa membuka pintu ketergantungan—dan tidak semua orang berhasil keluar darinya.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
