
RILIS – Kapolres Tala AKBP Ricky Boy Siallagan menggelar rilis akhir tahun 2025 di Joglo Wicaksana Leghawa, Pelaihari, Rabu (31/12).
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Sepanjang tahun 2025, wajah keamanan Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), bergerak dinamis.
Di satu sisi, angka kriminalitas tercatat mengalami kenaikan tipis. Namun di sisi lain, sejumlah kasus berat yang menyita perhatian publik berhasil diungkap.
Data resmi Polres Tala, jumlah tindak pidana pada 2025 mencapai 354 perkara, naik sekitar 10 kasus dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 344 kasus.
Meski demikian, tingkat pengungkapan tetap tinggi dengan 291 perkara berhasil diselesaikan.
Kenaikan tersebut tidak serta-merta mencerminkan memburuknya situasi keamanan karena kriminalitas bersifat insidentil dan kasuistis.
“Secara umum kondisi kamtibmas di Tanah Laut masih dalam keadaan terkendali dan kondusif,” ujar Ricky saat konferensi pers akhir tahun di Joglo Wicaksana Leghawa, Rabu (31/12/2025).
Dari pemetaan jenis kejahatan, perkara konvensional menjadi yang paling dominan dan mengalami kenaikan signifikan, yakni bertambah 24 kasus sepanjang 2025.
Sebaliknya, kejahatan transnasional justru menurun sebanyak 20 kasus. Untuk kejahatan terhadap kekayaan negara tercatat naik enam kasus, sementara kejahatan kontinjensi nihil selama setahun terakhir.
Kondisi ini, menurut kepolisian, menunjukkan pola kriminalitas di Tala masih didominasi perkara-perkara konvensional yang berkaitan langsung dengan interaksi sosial masyarakat.
Kasus Pembunuhan Dendam Asmara Jadi Sorotan
Salah satu perkara paling menyita perhatian publik adalah kasus pembunuhan berlatar dendam asmara di Kecamatan Takisung.
Pelaku berinisial S (46), warga Kecamatan Bajuin, menembak Saiful Anwar (40), petani asal Takisung, menggunakan senjata api rakitan di depan balai desa. Aksi tersebut dipicu kecemburuan setelah korban diduga menjalin hubungan dengan istri pelaku.
Korban sempat dilarikan ke RSUD Hadji Boejasin Pelaihari, namun meninggal dunia akibat luka tembak. Pelaku berhasil ditangkap dan telah divonis 13 tahun penjara.
Selain itu, perkara penganiayaan berat yang menewaskan Wahyu di kawasan Simpang Empat Staf, Desa Ketapang, Kecamatan Bajuin, juga masih menjadi perhatian. Dua tersangka, MR dan MZ, kini menjalani proses persidangan.
Prestasi dan Penghargaan Nasional
Di tengah dinamika kamtibmas, Polres Tanah Laut juga mencatatkan sejumlah prestasi. Institusi ini menerima penghargaan dari Kapolri sebagai Unit Pelayanan Publik kategori Pelayanan Prima (A).
Satresnarkoba Polres Tanah Laut turut memperoleh apresiasi atas kinerja pengungkapan kasus peredaran narkoba.
Sementara itu, Iptu Mangasa Siagian mendapat penghargaan sebagai pelopor Program Asta Cita Bidang Pangan melalui pemanfaatan lahan jagung seluas 10 hektare.
Penghargaan lainnya diraih Satreskrim Polres Tanah Laut atas keberhasilan mengungkap kasus penganiayaan berat hingga kasus mafia tanah di Kecamatan Bati-bati.
“Penghargaan ini menjadi pemacu semangat kami untuk terus meningkatkan pelayanan dan penegakan hukum,” tegas Kapolres.
Kecelakaan Naik, Fatalitas Turun
Di sektor lalu lintas, angka kecelakaan mengalami peningkatan. Sepanjang 2025 tercatat 103 kasus kecelakaan, naik dari 96 kasus pada 2024.
Namun demikian, jumlah korban meninggal dunia justru menurun, dari 20 jiwa pada 2024 menjadi 19 jiwa di 2025.
“Ini menjadi indikator bahwa upaya penanganan dan respons terhadap kecelakaan terus kami perbaiki, meski edukasi keselamatan tetap harus ditingkatkan,” kata Kapolres.

Sekilas Kekuatan Polres Tanah Laut 2025
Menopang pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat sepanjang 2025, Polres Tanah Laut didukung ratusan personel yang tersebar hingga tingkat polsek.
Berdasarkan data internal kepolisian, jumlah personel Polres Tanah Laut tercatat lebih dari 500 anggota, terdiri dari perwira, bintara, dan ASN Polri. Personel tersebut bertugas di satuan fungsi, polsek jajaran, hingga unit pelayanan publik.
Dalam menjalankan tugasnya, Polres Tanah Laut didukung 1 Markas Polres dan 9 Polsek jajaran yakni Polsek Pelaihari, Takisung, Kurau, Jorong, Batu Ampar, Kintap, Panyipatan, Bati-bati, dan Tambang Ulang.
Sementara Kecamatan Bajuin hingga kini masih berada dalam wilayah pengamanan Polsek Pelaihari. Begitu pula dengan Kecamatan Bumi Makmur juga masih dipegang Polsek Kurau.
Di bidang pelayanan masyarakat, Polres Tanah Laut mengoperasikan berbagai fasilitas publik, mulai dari SPKT 24 jam, pelayanan SKCK, SIM keliling, hingga layanan pengaduan berbasis digital.
Untuk mendukung respons cepat, kepolisian juga mengandalkan unit patroli Sabhara, Satlantas, dan Reskrim yang siaga di jalur rawan kriminalitas dan kecelakaan lalu lintas, termasuk kawasan pesisir dan jalur penghubung antar kabupaten.
Pada sektor penegakan hukum, Satreskrim, Satresnarkoba, dan Satintelkam menjadi garda terdepan dalam pengungkapan kasus kejahatan konvensional, peredaran narkoba, hingga konflik sosial.
Dengan dukungan sumber daya manusia, sarana prasarana, serta sinergi lintas sektor bersama TNI dan pemerintah daerah, Polres Tanah Laut menargetkan peningkatan kualitas kamtibmas dan pelayanan publik pada tahun 2026.
(inspirasitala.co.id/inspira)
