
WABUP Tala HM Zazuli menghadiri acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Ponpes Sirajul Huda, Kamis (10/9).
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Di tengah derasnya arus teknologi dan perubahan zaman, generasi muda tidak cukup hanya dibekali kecerdasan.
Mereka juga membutuhkan akhlak, iman dan keteladanan agar kemajuan tidak membuat mereka kehilangan arah.
Pesan itulah yang mengemuka dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Sirajul Huda Pelaihari, Kamis (10/9/2026).
Wakil Bupati Tanah Laut HM Zazuli yang hadir dalam kegiatan tersebut mengajak keluarga besar pesantren, orang tua dan masyarakat menjadikan Maulid Nabi bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi momentum untuk kembali menghidupkan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah SAW harus tercermin melalui akhlak. Terutama bagi generasi muda yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat.
“Terlebih bagi generasi muda, agar di tengah perkembangan zaman dan teknologi yang begitu cepat, generasi kita tetap memiliki iman, akhlak, dan pegangan agama yang kuat,” pesan Zazuli.
Ia menilai pesantren memiliki peran penting dalam ikhtiar tersebut. Sebab, pendidikan keagamaan tidak hanya berbicara mengenai pengetahuan agama, tetapi juga tentang pembiasaan akhlak, adab dan keteladanan.
Di tengah derasnya informasi dari gawai dan media sosial, lingkungan pendidikan seperti pesantren diharapkan tetap menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengenal nilai-nilai agama secara lebih mendalam.
Zazuli pun menyampaikan apresiasi kepada Pondok Pesantren Sirajul Huda yang terus mengambil bagian dalam pendidikan dan pembinaan umat di Tanah Laut.
Baginya, membangun generasi berakhlak bukan pekerjaan satu pihak. Orang tua, ulama, guru, pesantren dan pemerintah memiliki tanggung jawab bersama agar anak-anak tumbuh dengan fondasi agama yang kuat.
Maulid sebagai Jalan Memperkuat Ukhuwah
Lebih jauh, Zazuli mengajak momentum Maulid Nabi juga dimaknai sebagai upaya mempererat ukhuwah Islamiyah dan silaturahmi di tengah masyarakat.
Keteladanan Rasulullah SAW, katanya, semestinya menjadi inspirasi dalam membangun kepedulian, menjaga persaudaraan dan menghadirkan kebaikan bagi sesama.
Peringatan Maulid tersebut dihadiri para habaib, alim ulama, guru agama, pimpinan pesantren, wali santri serta keluarga besar Pondok Pesantren Sirajul Huda.
Warga Apresiasi Pesan Penguatan Akhlak
Pesan tentang pentingnya akhlak generasi muda mendapat apresiasi masyarakat. Yusran, warga Pelaihari, menilai pesan tersebut sangat relevan dengan kondisi anak-anak saat ini.
“Teknologi memberikan banyak manfaat, tetapi anak-anak juga harus punya pegangan. Akhlak dan agama menjadi bekal agar mereka tidak mudah terbawa pengaruh yang negatif,” ujarnya.
Sementara Rahmat, warga Pelaihari, berharap semangat Maulid Nabi tidak berhenti ketika acara selesai.
“Yang paling penting bukan hanya merayakan kelahiran Nabi, tetapi bagaimana akhlak Rasulullah menjadi contoh dalam keluarga dan kehidupan sehari-hari. Ini yang perlu terus ditanamkan kepada anak-anak,” katanya.
Bagi masyarakat, kecintaan kepada Rasulullah SAW pada akhirnya bukan hanya diucapkan melalui selawat dan peringatan Maulid. Nilainya akan semakin bermakna ketika hadir dalam perilaku: jujur, santun, peduli, menghormati sesama dan menjaga persaudaraan.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
