
SUASANA Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2025 di SLBN 1 Pelaihari, Selasa (3/12) yang berlangsung semarak.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Suasana haru menyelimuti halaman SLBN 1 Pelaihari, Kabupaten TanahLaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), pada peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2025, Selasa kemarin.
Di daerah agraris ini berdasar data terhimpun media ini, Kamis (5/12/2025), SLBN 1 Pelaihari merupakan salah satu lembaga pendidikan luar biasa yang cukup eksis di Kalimantan Selatan.
Banyak pelajar di sekolah luar biasa ini yang berprestasi cemerlang pada berbagai bidang. Terutama pada bidang olahraga.

Di panggung sederhana itu, pada Selasa kemarin, anak-anak disabilitas setempat bergiliran tampil—menari, bernyanyi, hingga menunjukkan keterampilan yang mereka latih dengan ketekunan luar biasa.
Tiap gerakan dan suara yang keluar bukan hanya unjuk bakat, tetapi pernyataan bahwa mereka ingin dilihat, didengar, dan diberi ruang untuk tumbuh.

Senyum mereka memecah batas dan membuat para guru, orang tua, hingga pejabat yang hadir merasakan bahwa HDI bukan sekadar seremonial, melainkan perayaan keberanian anak-anak yang selama ini berjuang melampaui segala keterbatasan.
Bupati Tala H Rahmat Trianto melalui Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik, Abdillah, menyampaikan bahwa penyandang disabilitas tidak boleh hanya dipahami sebagai kelompok yang “butuh perhatian”, tetapi sebagai bagian penting dari masyarakat yang berhak atas kesempatan yang sama.
“Keterbatasan bukan batasan bermimpi. Kesuksesan bukan milik mereka yang sempurna, tetapi milik mereka yang tidak pernah menyerah,” ujarnya, disambut tepuk tangan hangat.
Dalam momen itu, Bupati juga memberikan penghargaan khusus kepada para guru SLB—mereka yang setiap hari menjadi tenaga yang sabar, tangguh, dan tak kenal lelah mendampingi anak-anak ini mengenali dan mengembangkan kemampuannya.
Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, lanjutnya, berkomitmen memperkuat layanan pendidikan khusus sekaligus mempercepat terwujudnya Tanah Laut sebagai kabupaten ramah disabilitas.

Peringatan HDI di SLBN 1 Pelaihari bukan hanya menampilkan bakat, tetapi menegaskan pesan penting: setiap anak, dengan segala keistimewaannya, membawa cahaya yang dapat menerangi masa depan jika diberi kesempatan yang setara.
Di antara tepuk tangan yang menggema, senyum bangga, dan beberapa air mata bahagia, tumbuh harapan bahwa Tanah Laut akan menjadi daerah yang semakin inklusif—tempat di mana setiap anak disabilitas bisa bermimpi, tumbuh, dan meraih masa depan yang gemilang.
