INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI –

WABUP HM Zazuli menyampaikan dukungan penuh Pemkab Tala terhadap pendirian STAI Asy-Syuhada pada kegiatan asesmen oleh Asesor Kemenag pusat, 28 Februari 2026 lalu.
Rencana pendirian Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Asy-Syuhada Pelaihari kian mendekati realisasi.
informasi dihimpun, Selasa (31/3/2026), assesor Kementerian Agama (Kemenag) RI telah menyatakan layak berdirinya STAI Asy-Syuhada sesuai hasil peninjauan dan evaluasi langsung di lapangan pada 28 Februari 2026 lalu.
Karena itu, kini kampus tersebut tinggal menunggu terbitnya surat keputusan (SK) operasional dari Kemenag pusat.
Wakil Bupati Tanah Laut (Tala) HM Zazuli menegaskan, kehadiran STAI Asy-Syuhada bukan sekadar menambah institusi pendidikan, tetapi menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.
“Kalau sudah operasional, STAI ini bisa menopang program satu desa satu sarjana. Ini sangat strategis bagi pembangunan daerah,” ujarnya.
Tahap Penentuan: Tinggal Tunggu SK
Pimpinan Pondok Pesantren Asy Syuhada Pelaihari, KH Ahmad Syarifuddin Noor, mengungkapkan bahwa proses asesmen lapangan telah dilakukan pada 28 Februari 2026 oleh dua asesor Kemenag pusat, yakni Prof Miftah Arifin dan Prof Syamsun Ni’am.
Kunjungan tersebut menjadi tahap paling menentukan dalam proses pendirian kampus.
“Prof Ni’am menyampaikan bahwa STAI ini sudah layak atau memenuhi syarat untuk didirikan, jadi tinggal menunggu SK,” jelasnya.
Asesmen berlangsung di gedung yang disiapkan sebagai ruang kuliah di kawasan Jalan Berkat Permai, Pelaihari, dengan dihadiri unsur pemerintah daerah, DPR RI, Kemenag Tala, serta seluruh calon dosen.
Sarana dan SDM Siap Operasional
Dari sisi kesiapan, pihak ponpes memastikan seluruh sarana dan prasarana telah tersedia.
Gedung kuliah dua lantai dengan total 10 ruangan dinilai mencukupi untuk operasional awal hingga tiga tahun ke depan.
Dua program studi yang akan dibuka adalah Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Hukum Keluarga Islam (HKI) jenjang sarjana. Selain ruang kelas, fasilitas penunjang seperti ruang program studi, ruang pimpinan, dan perpustakaan juga telah disiapkan.
Untuk tenaga pengajar, sebanyak 12 calon dosen bergelar magister (S2) telah disiapkan, dengan masing-masing program studi didukung minimal lima dosen.
“Semua sudah siap. Jika SK segera terbit, insyaallah September 2026 kita sudah bisa membuka penerimaan mahasiswa baru,” tambah KH Syarifuddin.

GEDUNG yang dipersiapkan untuk kampus STAI Asy-Syuhada Pelaihari
Dukungan Menguat, Warga Tak Sabar
Dukungan terhadap pendirian STAI Asy-Syuhada juga datang dari berbagai pihak. Anggota DPR RI asal Tala, H Endang Agustina, menilai keberadaan perguruan tinggi keagamaan di Tala sudah menjadi kebutuhan mendesak.
“Ini hajat masyarakat Tanah Laut. Kita berharap SK segera diterbitkan,” ujarnya.
Antusiasme serupa terlihat dari warga. Nur Aini, warga Pelaihari, mengaku senang karena anak-anak di daerah tidak perlu lagi merantau jauh untuk kuliah.
“Senang sekali, jadi tidak perlu ke Banjarmasin atau Martapura. Lebih dekat dan aman,” katanya.
Rahman, orang tua lainnya, menyoroti sisi ekonomi yang lebih ringan.
“Kalau kuliah di sini lebih hemat, tidak perlu biaya kos. Kami juga bisa lebih mudah mengawasi anak,” ujarnya.
Sementara itu, Syarifuddin, warga Pelaihari lainnya, berharap kampus tersebut segera beroperasi agar generasi muda memiliki lebih banyak pilihan pendidikan.
“Mudah-mudahan cepat keluar izinnya. Kami sudah tidak sabar,” ucapnya.
Dengan kesiapan yang telah matang serta dukungan kuat dari pemerintah dan masyarakat, STAI Asy-Syuhada Pelaihari kini tinggal menanti lampu hijau dari pusat untuk segera memulai operasionalnya.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
