
SANTUNAN – Bupati H Rahmat Trianto menyerahkan santunan BPJS Naker kepada ahli waris laka kerja pada pemaknaan MayDay di aula kantor Disnakerind Tala, Senin (4/5) siang.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Momentum peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Tala) untuk menegaskan arah kebijakan perlindungan tenaga kerja.
Di hadapan unsur serikat buruh, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan ketenagakerjaan, Bupati Tanah Laut H Rahmat Trianto menyatakan tekadnya memperluas perlindungan bagi pekerja, terutama di sektor informal.
Pernyataan itu disampaikan Rahmat saat menghadiri peringatan May Day di Aula Harmoni Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Tanah Laut, Senin (4/5/2026) siang.
“Saya melihat masih banyak kawan-kawan kita yang saat sakit atau mengalami kecelakaan kerja belum tercover (jaminan berobatnya),” ucap H Rahmat.
Karena itu dirinya sebagai kepala daerah bertekad agar pekerja informal seperti tukang bangunan, nelayan, dan pekerja lapangan lainnya bisa mendapatkan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan.

WEJANGAN – Bupati H Rahmat Trianto menyampaikan wejangan pada acara memaknai MayDay 2026 di aula kantor Disnakerind Tala, Senin (4/5) siang.
Target Perlindungan Diperluas
Menurut H Rahmat, perlindungan sosial ketenagakerjaan bukan sekadar program administratif, melainkan bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat yang menggantungkan hidup dari pekerjaan harian.
Saat ini, sekitar 25 ribu pekerja di Tanah Laut telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan melalui skema bantuan iuran. Namun angka itu dinilai masih perlu ditingkatkan.
“Ke depan, kita ingin jumlah itu terus bertambah. Target kita bisa mencapai 50 ribu penerima manfaat, supaya semakin banyak pekerja yang merasa aman saat bekerja,” katanya.

BERPOSE – Bupati H Rahmat Trianto berpose bersama para pihak terkait pada acara memaknai MayDay di aula kantor Disnakerind Tala, Senin (4/5) siang.
Ajak Dunia Usaha Bangun Iklim Kerja Sehat
Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengajak kalangan dunia usaha ikut memperkuat ekosistem ketenagakerjaan yang sehat.
Ia menekankan pentingnya keterbukaan dalam sistem pengupahan serta sinergi yang baik antara perusahaan, pekerja, dan pemerintah daerah.
H Rahmat menilai kemajuan industri di Tanah Laut harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan tenaga kerja.
Simbol Kepedulian
Peringatan May Day 2026 juga diisi dengan penyerahan santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) kepada ahli waris pekerja yang meninggal dunia.
Salah satunya diberikan kepada keluarga almarhum Rudianoer dengan total santunan mencapai Rp323.817.305, yang mencakup biaya pengobatan, santunan kematian, dan beasiswa bagi dua orang anak.
Selain itu, dilakukan pula penyerahan simbolis kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada pekerja informal seperti tukang ojek dan tukang bangunan, serta pembagian 50 paket sembako kepada anggota serikat pekerja.
Juga dilakukan penyerahan paket sembako untuk puluhan perwakilan buruh. Pemotongan nasi tumpeng memaknai MayDay 2026 pun melengkapi acara yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan itu.

KEPALA Disnakerind Tala Ulil Amri Akbar menyampaikan sambutan dan laporan pada acara memaknai MayDay 2026 di aula kantor setempat, Senin (4/5) siang.
Harapan Warga
Kalangan warga Tanah Laut menyambut positif tekad pemerintah daerah tersebut.
Mereka berharap perluasan perlindungan tenaga kerja benar-benar menyentuh masyarakat kecil yang selama ini bekerja tanpa kepastian jaminan.
“Kalau bisa jangan hanya saat peringatan seperti ini. Harapannya program perlindungan pekerja informal terus berjalan dan makin banyak yang terdata,” ujar Syarif, warga Pelaihari.
Senada, Rina berharap para pekerja lapangan di desa-desa juga ikut menjadi perhatian.
“Masih banyak pekerja kecil yang belum tercover. Mudah-mudahan ke depan semuanya bisa mendapat perlindungan,” katanya.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
