
DIKUKUHKAN – Pengurus HARPI Tala dikukuhkan oleh Ketua TP PKK Tala Hj Dian Rahmat, Jumat (21/11), di Pelaihari.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI — Bukan sekadar organisasi profesi, HARPI “Melati” Kabupaten Tanah Laut (Tala) digadang menjadi salah satu motor penggerak ekonomi kreatif perempuan di daerah.
Hal itu mengemuka saat Ketua TP PKK Tala, Hj Dian Rahmat, mengukuhkan kepengurusan HARPI “Melati” Masa Bhakti 2025–2030 di Aula Rakat Manuntung Hutan Jati Setda Tala, Jumat (21/11/2025).
Dalam kesempatan itu, Hj Dian menaruh harapan besar pada kiprah para perias pengantin, bukan hanya menjaga nilai tradisi rias adat Nusantara, khususnya Banjar, tetapi juga membuka ruang usaha yang mampu menggerakkan ekonomi keluarga.
“Kolaborasi antara TP PKK dan HARPI ‘Melati’ akan memperkuat pemberdayaan perempuan serta meningkatkan kualitas layanan tata rias di Bumi Tuntung Pandang,” ujar Hj Dian.

Prosesi pelantikan diawali oleh DPD HARPI Kalimantan Selatan, kemudian dilanjutkan dengan pengukuhan oleh Hj Dian sebagai bentuk pengesahan organisasi di tingkat kabupaten.
Menurutnya, rias pengantin tak hanya soal estetika, tetapi juga profesi yang mengandalkan keterampilan, kreativitas, dan pemahaman budaya. Karena itu, ia menekankan pentingnya pelatihan berkelanjutan agar anggota HARPI semakin profesional dan berdaya saing.
Hj Dian juga menyatakan kesiapannya menggandeng HARPI dalam program pelatihan keterampilan perempuan dan pengembangan ekonomi kreatif di Tala.
Di akhir acara, ia berharap pengurus baru mampu bekerja solid, tertib administrasi, serta menjadi organisasi yang makin dipercaya masyarakat.
Dengan pengukuhan ini, para perias di Tala diharapkan tak hanya merias pengantin, tetapi juga merias masa depan kemandirian perempuan di daerah.

Apa itu HARPI “Melati” dan Apa Perannya
HARPI “Melati” adalah organisasi profesional bagi ahli tata rias pengantin di Indonesia. Berdiri sejak awal dekade 1980-an, organisasi ini memiliki struktur dari pusat hingga daerah (DPD dan DPC).

Peran dan Fungsi HARPI “Melati”:
1. Pelestarian Budaya
HARPI “Melati” sangat berkomitmen pada pelestarian tata rias tradisional yang mencerminkan adat istiadat lokal. Organisasi ini mendorong penggunaan pakem (aturan tradisional) dalam rias pengantin agar nilai-nilai budaya tidak hilang di tengah modernisasi.
Contohnya, di Kabupaten HST Kalimantan Selatan, anggota HARPI Melati memiliki kompetensi dalam rias lokal kearifan suku Dayak dan Banjar.
2. Standarisasi dan Kompetensi
HARPI “Melati” aktif menyusun pedoman, standardisasi, dan “pakem” tata rias pengantin tradisional.
Mereka juga mengadakan pelatihan, seminar, dan lomba rias tradisional agar para perias bisa terus meningkatkan keterampilan dan profesionalisme.
Selain itu, HARPI mendorong anggotanya untuk mengikuti sertifikasi kompetensi, termasuk dari Lembaga Sertifikasi Kompetensi, sebagai bagian dari upaya profesionalisasi.
3. Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Pemberdayaan Perempuan
Melalui kegiatan tata rias, HARPI “Melati” menjadi wadah bagi perias pengantin perempuan untuk mengembangkan usaha kreatif. Dengan dukungan pelatihan dan kompetisi, para MUA (Make-Up Artist) dapat memperluas peluang ekonomi mereka.
Organisasi ini juga bermitra dengan pemerintah daerah dan organisasi lainnya untuk program pelatihan keterampilan, sehingga memberdayakan perempuan di ranah ekonomi lokal.
4. Kolaborasi dengan Pemerintah dan Promosi Budaya
HARPI “Melati” menjalin kerja sama dengan pemerintah dan pemangku adat untuk “pembakuan” elemen tata rias pernikahan adat, termasuk busana, mahkota, hingga aksesoris tradisional.
Melalui lomba, seminar, dan pertunjukan tata rias, organisasi ini tidak hanya mengasah keterampilan anggotanya, tetapi juga mempromosikan pariwisata budaya lokal.
(inspirasitala.co.id/inspira)
BACA JUGA
