
BETIS kanan lansia perempuan waega Almanar Pelaihari terluka digigit anjing pada 14 Juli lalu. Petugas medis langsung menanganinya.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI  – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Laut (Tala) bergerak cepat merespons keresahan masyarakat terkait meningkatnya keberadaan anjing liar di sejumlah kawasan di Kota Pelaihari.
Melalui koordinasi lintas instansi, langkah penanganan disiapkan guna menjaga keamanan masyarakat sekaligus tetap mengedepankan ketentuan perlindungan satwa.
Keresahan warga mencuat setelah seorang perempuan lanjut usia (lansia) di kawasan Almanar, Kelurahan Angsau, menjadi korban gigitan anjing pada 14 Juli 2026. Korban telah mendapatkan penanganan medis dan kini dalam kondisi baik.
Keluhan serupa juga datang dari warga Kompleks Gagas Permai. Ketua RT setempat, M Anang Pandi, mengaku menerima banyak laporan mengenai keberadaan anjing liar yang dinilai semakin meresahkan.
“Banyak warga yang menyampaikan kekhawatiran. Ada yang mengaku pernah dikejar anjing saat melintas maupun ketika hendak membuang sampah ke TPS. Setelah mendengar adanya kasus gigitan terhadap lansia, warga semakin cemas,” ujarnya.
Menindaklanjuti aspirasi masyarakat, Anang Pandi menyampaikan laporan resmi kepada Lurah Angsau pada Selasa (21/7/2026). Dalam laporannya, ia berharap pemerintah daerah dapat mengoordinasikan penanganan melalui instansi terkait sehingga masyarakat kembali merasa aman.
Keresahan serupa juga disampaikan warga Pelaihari, Isnaini. Ia mengaku belakangan ini cukup sering menjumpai gerombolan anjing liar yang berkeliaran di sejumlah lokasi.
“Kadang terlihat berkelompok tujuh sampai belasan ekor. Biasanya di bangunan kosong, sekitar tempat sampah, dan malam hari juga sering terlihat di jalan,” tuturnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Kabid Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner, Pascapanen dan Pengolahan Hasil pada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Tala, drh Muhammad Taufik, memastikan pihaknya telah melakukan tindak lanjut segera setelah menerima informasi mengenai kasus gigitan tersebut.
Petugas langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penelusuran. Namun, anjing yang diduga menggigit korban sudah tidak ditemukan.
“Berdasarkan keterangan keluarga korban, anjing itu menggigit secara tiba-tiba setelah korban selesai membuang sampah. Saat kami melakukan pengecekan, anjing tersebut sudah tidak berada di lokasi,” jelasnya, Kamis (23/7/2026)
Menurut Taufik, meningkatnya kemunculan anjing liar diduga berkaitan dengan musim kawin. Pada periode ini, anjing jantan dapat menjelajah hingga sekitar 10 kilometer atau lebih untuk mencari anjing betina yang sedang birahi.
“Karena sifatnya bergerak atau mobile, kadang anjing yang terlihat di suatu wilayah belum tentu berasal dari daerah tersebut. Mereka bisa datang dari lokasi yang cukup jauh,” katanya.
Ia juga memastikan hingga saat ini Kabupaten Tanah Laut masih bebas dari kasus rabies. Kendati demikian, setiap laporan gigitan hewan tetap ditindaklanjuti sebagai bentuk kewaspadaan.
Pihaknya juga telah menerima laporan dari pihak rumah sakit daerah terkait penanganan korban.
Menurutnya, setiap kasus gigitan perlu dikaji penyebabnya untuk mengetahui apakah hewan menyerang karena merasa terancam atau terdapat indikasi lain yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
“Pemeriksaan dan penelusuran tetap dilakukan sebagai bagian dari langkah antisipasi. Kami juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait,” ujarnya.
Saat ini, Disnakkeswan sedang menjalin komunikasi dengan Satpol PP Kabupaten Tanah Laut guna menyusun langkah penanganan yang sesuai ketentuan.
Ia menjelaskan, penanganan anjing liar kini dilakukan melalui pendekatan yang terkoordinasi karena tindakan eliminasi atau pemusnahan tidak lagi menjadi pilihan sesuai regulasi yang berlaku.
Melalui sinergi lintas instansi tersebut, Pemkab Tanah Laut berharap keresahan masyarakat dapat segera teratasi.
Sekaligus meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai langkah pencegahan rabies, pentingnya vaksinasi hewan peliharaan, serta tindakan cepat apabila terjadi gigitan hewan.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
