
SUASANA penyambutan mahasiswa magang dari UGM di Kecamatan Panyipatan, Senin (22/6).
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Kabupaten Tanah Laut (Tala), kembali menjadi tujuan pengabdian mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM).
Sebanyak 28 mahasiswa lintas disiplin ilmu resmi diterima Pemerintah Kabupaten Tanah Laut untuk melaksanakan program KKN-PPM di Kecamatan Panyipatan selama kurang lebih 50 hari.
Penerimaan peserta KKN berlangsung pada Senin (22/6/2026) di Kecamatan Panyipatan. Program tersebut akan menyasar Desa Batakan, Desa Tanjung Dewa, dan Desa Kandangan Lama.
Staf Ahli Bupati Bidang Keuangan, Ekonomi dan Pembangunan Iwan Persada yang mewakili Bupati Tanah Laut H Rahmat Trianto menyampaikan apresiasi atas kepercayaan UGM yang kembali menjadikan Tanah Laut sebagai lokasi pelaksanaan KKN.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dari berbagai bidang ilmu merupakan kekuatan besar dalam mendukung pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat.
“Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat menjadi mitra masyarakat dalam mengembangkan potensi daerah sekaligus memberikan solusi terhadap berbagai tantangan yang ada di desa,” katanya.
Para mahasiswa yang mengikuti KKN berasal dari beragam fakultas, mulai dari pertanian, peternakan, farmasi, biologi, teknik, hukum, ilmu sosial dan politik hingga sekolah vokasi.
Pemkab Tanah Laut berharap kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dapat menghasilkan program yang tepat sasaran serta memberikan manfaat berkelanjutan.
Dosen Pembimbing Lapangan KKN-PPM UGM, Nasih Widya Yuwono, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program tersebut.
Ia berharap sinergi yang telah terjalin dapat membantu mahasiswa menjalankan pengabdian secara optimal sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Warga Pelaihari, Dewi Sartika, menilai program KKN dari perguruan tinggi ternama seperti UGM menjadi kesempatan berharga bagi masyarakat desa.
“Ini bentuk kolaborasi yang sangat baik. Kami berharap mahasiswa bisa berbagi ilmu tentang teknologi, pendidikan, hingga pengembangan ekonomi desa agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, warga Pelaihari Ahmad Subhan berharap keberadaan mahasiswa turut memperkuat kualitas pelayanan dan pembangunan desa.
“Harapannya ide-ide yang dibawa mahasiswa bisa membantu pemerintah desa dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, mengembangkan potensi lokal, dan menciptakan peluang kerja baru melalui sektor usaha desa maupun UMKM,” katanya.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
