
TERSANGKA pengedar sabu, A (32), ditangkap di Asam-Asam, Rabu (13/5) malam.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Seorang pria di Desa Asam-Asam, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut (Tala), tak berkutik saat polisi menggerebek rumahnya, Rabu (13/5/2026) malam.
Saat itu, pria berinisial A alias As (32) diduga sedang berada di kamar dan kedapatan menyimpan puluhan paket sabu di tempat tak biasa.
Petugas menemukan narkotika jenis sabu disembunyikan dalam kotak bekas permen karet serta wadah bekas cotton buds yang berada di sekitar kasur tempat pelaku rebahan.
Kapolres Tala AKBP Ricky Boy Siallagan melalui Kapolsek Jorong AKP Rahmad Ramadhani, Kamis (14/5/2026), menuturkan anggota bergerak setelah menerima informasi masyarakat mengenai dugaan aktivitas peredaran narkoba di kawasan tersebut.
Setelah dilakukan penyelidikan, Ramadhani bersama anggotanya mendatangi rumah pelaku di Jalan Swadaya RT 03 RW 01 Desa Asam-Asam sekitar pukul 20.00 Wita.
Dalam penggeledahan, polisi mengamankan total 20 paket sabu terbungkus plastik klip transparan dengan berat kotor 8,48 gram dan berat bersih sekitar 2,1 gram.
Sebanyak 19 paket ditemukan di dalam kotak bekas permen karet warna silver kombinasi putih yang diletakkan di atas kasur. Sementara satu paket lainnya berada di dalam kotak bekas cotton buds merek Alfamart yang ditemukan di lantai kamar.
Pria yang diketahui bekerja di sektor swasta itu diduga telah menjalankan aktivitas mengedarkan sabu selama sekitar satu tahun terakhir.
Saat dimintai keterangan, pelaku disebut mengakui seluruh barang bukti tersebut adalah miliknya.
Polisi kemudian membawa pelaku ke Polsek Jorong untuk proses hukum lebih lanjut.

Bahaya Sabu
Sabu atau metamfetamin merupakan narkotika stimulan yang sangat berbahaya karena dapat merusak tubuh, otak, hingga kehidupan sosial penggunanya.
Efeknya tidak hanya muncul dalam jangka panjang, tetapi juga bisa terjadi sejak pemakaian pertama.
Berikut beberapa alasan mengapa sabu sangat berbahaya:
-
Merusak Otak dan Mental
Sabu memicu lonjakan zat dopamin di otak sehingga pengguna merasa senang, berenergi, dan percaya diri berlebihan. Namun efek itu hanya sementara. Penggunaan berulang dapat menyebabkan gangguan mental seperti paranoia, halusinasi, mudah marah, depresi, hingga gangguan jiwa. -
Menyebabkan Ketergantungan Tinggi
Sabu termasuk narkotika yang sangat adiktif. Pengguna cepat merasa ketagihan dan sulit berhenti karena tubuh terus meminta efek “fly” dari zat tersebut. -
Merusak Organ Tubuh
Pemakaian sabu dapat meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung secara drastis. Dalam jangka panjang, risiko stroke, serangan jantung, kerusakan hati, ginjal, hingga gangguan pernapasan meningkat. -
Mengubah Perilaku Pengguna
Pengguna sabu sering mengalami perubahan perilaku seperti agresif, sulit tidur, gelisah, dan kehilangan kontrol emosi. Tidak sedikit yang akhirnya terlibat tindak kriminal karena pengaruh narkoba. -
Menghancurkan Kehidupan Sosial dan Ekonomi
Ketergantungan sabu membuat seseorang rela menjual barang, berutang, bahkan melakukan kejahatan demi membeli narkoba. Banyak keluarga berantakan dan masa depan hancur akibat penyalahgunaan sabu. -
Berisiko Menyebabkan Kematian
Overdosis sabu bisa memicu kejang, gagal jantung, suhu tubuh ekstrem, hingga kematian mendadak.
Di Indonesia, sabu termasuk narkotika golongan I yang dilarang keras peredarannya karena dampaknya sangat merusak bagi individu maupun masyarakat.
Pemerintah dan aparat penegak hukum terus berupaya memberantas peredaran sabu untuk melindungi generasi muda dari bahaya narkoba.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
