FOTO: INSPIRASITALA GO GREEN – Departemen Head Training Operation Development PT LCM Alif Mustofa, Senin (20/4) di kantor di Banjarbaru, menjelaskan penggunaan armada ramah lingkungan.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – PT LAZ Coal Mandiri (LCM) semakin mempertegas arah kebijakan menuju go green dengan mengoperasikan armada ramah lingkungan dalam kegiatan operasionalnya.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa perusahaan kontraktor tambang batu bara PT Arutmin Indonesia Site Kintap ini mulai bertransformasi ke sistem yang lebih berkelanjutan.
Penggunaan armada tersebut dinilai sebagai strategi efektif dalam menekan emisi karbon dan meningkatkan efisiensi energi.
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu lingkungan, kebijakan ini juga menjadi bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap dampak aktivitas industri.
Konsep go green sendiri merupakan pendekatan yang menitikberatkan pada keberlanjutan lingkungan. Hal ini mencakup berbagai upaya seperti penggunaan teknologi bersih, efisiensi sumber daya, serta pengurangan polusi.
Dalam praktiknya, go green bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga menyangkut keberlanjutan ekonomi dan sosial.
Departemen Head Training Operation Development PT LCM Alif Mustofa, Senin (20/4/2026), menuturkan trial atau ujicoba satu unit armada ramah lingkungan dimulai sejak 27 Februari lalu hingga 7 April 2026.
FOTO: ISTIMEWA INILAH unit Tonly DTH145 (hijau) yang diujicoba sejak 27 Februari hingga 7 April 2026.
Armada ramah lingkungan itu jenis dump truk (DT) berteknologi hybrid yaitu Tonly DTH145. Sebagai informasi, hybrid adalah dua sistem penggerak sekaligus yaitu mesin bahan bakar (bensin/diesel) dan motor listrik yang didukung baterai.
Emisi gas buang armada tersebut jauh lebih rendah dibandingkan armada konvensional yang digunakan selama ini yaitu Terex TR100A. Hal ini karena teknologi hybrid memadukan antara motor listrik dan bahan bakar pada sistem penggerak.
Alif menyebut dari aspek operasional, juga tercatat jauh lebih efisien. Rata-rata fuel consumption (konsumsi bahan bakar) hanya 23,3 liter per jam. Sedangkan pada Terex mencapai 61,9 liter per jam.
Dengan harga solar saat ini Rp 25.355 per liter, cost fuel Tonly DTH145 juga hanya Rp 590.771,5 per jam. Sementara itu pada Terex mencapai Rp 1.569.474,5 per jam.
“Efisiensi bahan bakar menjadi sangat signifikan dibandingkan unit konvensional. Angka efisiensinya mencapai 62,3 persen atau 36,6 liter per jam atau Rp 978.703,” sebut Alif didampingi jajaran manajemen PT LCM lainnya.
Tonly DTH145, paparnya, tak cuma untuk pengangkutan over burden atau OB pada masa trial. Namun juga sekaligus untuk mengangkut batu bara.
Kapasitas angkutnya untuk OB mencapai 95 ton, sedangkan untuk pengankutan batu bara 50 ton.
Efisiensi signifikan tersebut mendorong PT LCM akan menambah unit armada ramah lingkungan. Unit Tonly DTH145 akan ditambah, bahkan juga akan membeli unit armada lainnya yang lebih ramah lingkungan yaitu ful bertenaga motor listrik (tanpa bahan bakar minyak.
Penambahan unit tersebut direncanakan pada semester kedua tahun ini. Sementara itu satu unit Tonly DTH145 yang ada saat ini sedang dilakukan upgrade ke versi yang lebih tinggi oleh pihak produsen.
FOTO: ISTIMEWA TONLY DTH145, armada ramah lingkungan berteknologi hybrid.
Kalangan anggota DPRD Kabupaten Tala mengapresiasi atas langkah progresif PT LCM dalam menuju go green tersebut. “Kami tentu sangat mendukung karena kita semua memang berkepentingan untuk sama-sama mendorong penerapan teknologi ramah lingkungan,” ucap H Arkani PA SPd MSi.
Anggota Komisi III yang juga membidangi energi, papar Arkani, sejak dulu juga komitmen untuk memberi support terhadap gerakan go green dalam upaya bersama menjaga kelestarian alam untuk mewujudkan bumi bersih, untuk kehidupan yang lebih baik.
Sebagai wakil rakyat senior (empat periode), Arkani berharap langkah yang dilakukan PT LCM tersebut diikuti oleh perusahaan lainnya yang ada di Tala. Tak cuma perusahaan tambang, tapi juga perusahaan lainnya yang menggunakan armada besar pada sektor lain.
Warga pun memberikan respons positif terhadap langkah tersebut. Mereka berharap penggunaan armada ramah lingkungan ini bisa terus dikembangkan dan tidak berhenti pada tahap awal saja.
“Harapannya jangan hanya sekarang, tapi berlanjut terus. Kalau bisa, perusahaan lain juga ikut,” kata seorang warga Tala, Zulhasan.
Dengan langkah ini, PT LCM tidak hanya menjalankan aktivitas bisnis, tetapi juga menunjukkan komitmen terhadap masa depan lingkungan yang lebih baik. Transformasi menuju go green diharapkan menjadi bagian penting dalam arah pembangunan yang berkelanjutan.