
MULAI RUSAK – Inilah salah satu titik kerusakan aspal di jalan poros Kurau di Desa Padang Luas. Pengaspalan baru saja selesai dikerjakan beberapa bulan lalu.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Harapan warga terhadap jalan mulus di jalur alternatif Kurau, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), belum bertahan lama.
Aspal yang baru beberapa bulan rampung dikerjakan di Desa Padang Luas, Kecamatan Kurau, kini mulai retak bahkan membentuk cekungan di sejumlah titik.
Kerusakan terpantau sudah tampak jelas. Di satu titik dekat minimarket setempat, retakan melebar hingga membentuk lubang kecil yang berpotensi membahayakan pengendara.
Jejak Banjir, Awal Kerusakan
Kerusakan ini tak lepas dari peristiwa banjir yang melanda kawasan tersebut pada Desember 2025 hingga Januari 2026.
Selama hampir satu bulan, badan jalan terendam air dengan arus cukup deras, menggerus struktur jalan di beberapa titik.
Pasca banjir, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melakukan pengaspalan ulang pada ruas tersebut, termasuk di Desa Padang Luas.
Umur Pendek Aspal Jadi Sorotan
Namun, umur aspal yang tergolong masih sangat muda kini menjadi sorotan. Retakan yang muncul dalam waktu singkat memunculkan pertanyaan soal kualitas pekerjaan.
“Seharusnya belum rusak kalau pengerjaannya maksimal. Ini baru hitungan bulan sudah retak,” keluh salah satu pengendara yang rutin melintas, Selasa (17/3/2026).
Warga menilai kondisi ini bisa cepat memburuk jika tidak segera ditangani, terlebih jalur tersebut kerap menjadi andalan saat akses utama terendam banjir.
Jalur Strategis Saat Darurat
Ruas jalan poros Kurau dikenal sebagai jalur alternatif penghubung Pelaihari–Banjarmasin saat banjir melanda.
Perannya krusial untuk menjaga mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.
Kerusakan dini tentu menjadi ancaman, terutama jika kembali digunakan dalam kondisi darurat.
Kewenangan di Tangan Provinsi
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPRP Tanah Laut, Dwi Hadi Putra, menyebutkan bahwa proyek pengaspalan tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
“Penanganannya oleh Dinas PUPR Provinsi,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi.
Desakan Evaluasi
Melihat kondisi ini, warga berharap ada evaluasi menyeluruh, baik dari sisi kualitas material maupun teknis pengerjaan.
Perbaikan cepat juga dinilai penting agar kerusakan tidak meluas dan membahayakan pengguna jalan.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
