
RAMAI – Suasana di sekitar rumah duka (TKP dugaan bunuh diri) ramai oleh warga yang menyaksikan petugas melakukan penanhanan di lokasi, Senin (9/3) sore.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Warga Desa Bajuin, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, digegerkan oleh temuan seorang pria muda yang meninggal diduga akibat gantung diri, Senin (9/3/2026) siang.
Korban berinisial A (23), seorang duda tanpa anak, ditemukan meninggal di rumahnya di Dusun 2 sekitar pukul 14.30 Wita.
Peristiwa itu dengan cepat menyebar dan membuat warga berdatangan ke sekitar rumah korban.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, korban ditemukan dalam kondisi tergantung di dalam kamar menggunakan seutas tali yang terikat di kusen pintu kamar.
Petugas kepolisian bersama tenaga kesehatan kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi korban, sementara warga tampak berkerumun di sekitar rumah duka.
Kronologi Penemuan Korban
Kepala Desa Bajuin, Wahyudi Rahman, menuturkan dirinya pertama kali mengetahui peristiwa tersebut sekitar pukul 14.44 Wita melalui telepon dari anaknya.
Menurut Wahyudi, anaknya lebih dulu dihubungi M, yang merupakan adik korban. M menyampaikan bahwa ia baru saja menemukan kakaknya dalam kondisi tergantung di dalam rumah.
“Berdasar penuturan adik almarhum, siang tadi ia hendak ke rumah kakaknya yang berada di sebelah kiri. Ia terkejut karena tumben pintu depan terkunci dari dalam, biasanya tidak demikian,” ujar Wahyudi saat ditemui di lokasi kejadian.
Merasa ada yang tidak biasa, M kemudian berusaha membuka pintu dan masuk ke dalam rumah. Saat berada di dalam, ia mendapati kakaknya sudah dalam keadaan tergantung di kusen pintu kamar.
M yang panik kemudian menghubungi keluarga dan kerabat, hingga informasi tersebut sampai kepada Wahyudi.
“Begitu mendapat kabar dari anak saya, saya langsung menghubungi pihak kepolisian agar segera dilakukan penanganan,” jelasnya.
Polisi: Tidak Ada Tanda Kekerasan
Kapolsek Pelaihari, Iptu Benny Wishnu Wardhany, mengatakan hasil pemeriksaan fisik yang dilakukan bersama petugas kesehatan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Hasil pengecekan fisik memang tidak ada tanda yang mencurigakan seperti lebam atau lainnya. Sesuai hasil pengecekan fisik memang kuat mengarah bunuh diri,” jelas Benny saat ditemui di Mapolsek Pelaihari, Senin sore.
Ia menambahkan, pihak keluarga menolak dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap jenazah korban. Keluarga juga membuat surat pernyataan resmi sebagai bentuk penolakan autopsi.
“Pihak keluarga ikhlas dan meyakini memang bunuh diri,” katanya.
Meski demikian, penyebab yang melatarbelakangi tindakan korban hingga kini belum diketahui secara pasti.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
