
RAMPUNG – Kades Kurau Utara Bahrani B menunjukkan telah rampungnya pembongkaran tabat STI yang membentang di Sungai Kurau, Sabtu (7/3).
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Aliran air Sungai Kurau yang sempat tersendat kini kembali mengalir lancar menuju laut.
Tabat STI yang selama ini membentang di sungai besar di Desa Kurau Utara, Kecamatan Bumi makmur, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), akhirnya rampung dibongkar.
Pantauan di lokasi, Sabtu (7/3/2026) siang, bekas tabat yang sebelumnya menahan aliran air kini telah terbuka. Air dari wilayah Kecamatan Kurau dan Bumiml Makmur kembali mengalir tanpa hambatan menuju muara laut di Desa Pantai Harapan.
Camat Bumimakmur, Imam EW, mengatakan pekerjaan pengerukan tabat tersebut telah selesai sekitar sepekan lalu.
“Pengerukan sudah selesai dan alat berat juga sudah ditarik dari lokasi sekitar seminggu yang lalu,” ujarnya.
Pekerjaan Selesai Lebih Cepat dari Target
Pembongkaran tabat STI dilakukan sebagai bagian dari upaya normalisasi aliran Sungai Kurau untuk mengurangi risiko banjir di wilayah hilir.
Pekerjaan ini memakan waktu sekitar satu bulan lebih sedikit, lebih cepat dari estimasi awal pemerintah daerah yang memperkirakan pengerjaan hingga dua bulan.
Untuk mengatasi endapan sedimentasi yang menumpuk tebal di lokasi tabat, pemerintah daerah mengerahkan dua unit alat berat yakni ekskavator amfibi dan ekskavator long arm.
Endapan lumpur yang terbentuk bahkan menyerupai pulau kecil di tengah sungai sehingga membutuhkan alat berat berkapasitas besar untuk mengeruknya.
Warga Lega, Aliran Air Tak Lagi Terhambat
Kepala Desa Kurau Utara, Bahrani B, mengaku lega setelah tabat yang selama ini dinilai memperlambat aliran air akhirnya dibongkar.
Ia mewakili masyarakat Kecamatan Kurau dan Bumi Makmur menyampaikan apresiasi kepada Bupati Tanah Laut, DPRD Tanah Laut, serta Dinas PUPRP Tanah Laut atas langkah cepat merespons keluhan masyarakat terkait banjir.
Menurut Bahrani, selama ini keberadaan tabat tersebut membuat air dari wilayah hulu sulit mengalir ke laut ketika curah hujan tinggi.
Akibatnya genangan banjir di wilayah Kurau, Bumimakmur hingga Batibati sering berlangsung lama.
“Dengan terbukanya alur sungai ini, kami berharap jika nanti terjadi banjir, air akan lebih cepat turun sehingga genangan tidak berlangsung lama,” katanya.
Diperkuat Sodetan dan Pembukaan Alur Baru
Selain pembongkaran tabat STI, pemerintah daerah juga membuat tiga sodetan dari wilayah Kurau Utara menuju arah Handil Maluka. Saluran tersebut berfungsi mempercepat pembuangan air dari kawasan rawa di sekitar Kurau.
Tak hanya itu, dua alur baru juga tengah dibuka membelah kawasan rawa dalam di Kurau Utara yang tembus langsung ke laut melalui Sungai Rasau dan Pantai Harapan. Pekerjaan pembukaan jalur baru tersebut saat ini masih berlangsung.
Upaya tersebut diharapkan semakin meningkatkan kapasitas aliran air menuju laut sehingga potensi genangan di wilayah hilir dapat diminimalkan.
Banjir Sempat Melanda Lebih dari Sebulan
Wilayah Kecamatan Kurau, Bumi Makmur akmur dan Bati-Bati sebelumnya kembali dilanda banjir sejak Desember 2025 hingga Februari 2026. Genangan air bahkan berlangsung lebih dari satu bulan.
Sejumlah warga sempat mengungsi, di antaranya warga Desa Kali Besar yang mengungsi ke Pondok Pesantren Ubudiyah di Desa Padang, Kecamatan Batibati. Warga Desa Handil Negara juga menumpang di rumah kerabat di wilayah sekitar.
Sementara di Kecamatan Bumi Makmur akmur, sebagian warga memilih bertahan di tempat pengungsian darurat seperti langgar dan sekolah setempat.
Dengan terbukanya aliran Sungai Kurau dan berbagai langkah normalisasi yang dilakukan, masyarakat kini berharap kejadian banjir berkepanjangan tidak lagi terulang pada musim penghujan mendatang.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
