
BUPATI H Rahmat Trianto menyerahkan dummy kunci alsintan kepada Brigade Pangan Tala, beberapa waktu lalu.
INSPIRASITALA. CO.ID, PELAIHARI – Cuaca yang kian sulit diprediksi tak sepenuhnya menghentikan laju sektor pertanian di Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel).
Di tengah tantangan iklim, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Tala justru menutup tahun 2025 dengan capaian produksi mayoritas komoditas yang melampaui target, sekaligus menyiapkan strategi lebih membumi untuk 2026.
Kepala Distanhorbun Tala, HM Faried Widyatmoko, menyebut keberhasilan tersebut tak lepas dari fokus anggaran yang diarahkan langsung ke kebutuhan petani di lapangan.
Satu Komoditas Tertinggal, Delapan Lainnya Melaju
Dari sembilan komoditas yang menjadi fokus Distanhorbun, delapan di antaranya berhasil melampaui target produksi pada 2025.
Padi, jagung, cabai, bawang merah, hingga kopi dan kelapa sawit menunjukkan pertumbuhan signifikan.
Namun, kacang tanah menjadi satu-satunya komoditas yang belum mencapai target. Dari target 100 ton, realisasi baru menyentuh 50 ton.
“Kacang tanah cukup rentan terhadap perubahan cuaca. Ini menjadi evaluasi penting kami ke depan,” ujar Faried.
Anggaran Tuntas, Fisik Rampung
Secara keuangan, Distanhorbun Tala mencatat realisasi anggaran 2025 sebesar 90,28 persen dari pagu Rp60,83 miliar, dengan realisasi fisik mencapai 100 persen.
Sisa anggaran tercatat sebagai silpa, sebagian besar berasal dari efisiensi belanja gaji dan tunjangan ASN.
Capaian ini juga mengantarkan Distanhorbun meraih nilai SAKIP 82,30 atau predikat A, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Infrastruktur dan Mesin Jadi Prioritas 2026
Memasuki 2026, anggaran Distanhorbun meningkat menjadi Rp68,54 miliar.
Dana tersebut akan difokuskan pada pengadaan alsintan dan pembangunan infrastruktur pertanian, termasuk jalan usaha tani, combine harvester, handtraktor, hingga kendaraan pendukung operasional pertanian.
Langkah ini disiapkan untuk menopang target peningkatan PDRB subsektor pertanian sebesar 5,1 persen.
Alsintan Gratis untuk Petani Miskin
Tak hanya soal produksi, Distanhorbun Tala juga mengarahkan kebijakan pertanian untuk menekan kemiskinan ekstrem.
Melalui inovasi Raza Beken, petani miskin mendapatkan layanan alsintan gratis, mulai dari peminjaman alat, biaya angkut, hingga operator.
“Petani miskin tidak hanya kami beri alat, tapi juga layanan penuh agar benar-benar bisa dimanfaatkan,” kata Faried.
Dari Hama ke Solusi Cepat
Inovasi lain yang disiapkan adalah Patenano, layanan cepat penanganan hama dan penyakit tanaman.
Program ini menggabungkan identifikasi lapangan, penyemprotan berbasis drone, penyediaan pestisida, serta konsultasi pertanian, dengan prioritas petani miskin.
Dengan kombinasi evaluasi jujur, penguatan infrastruktur, dan layanan langsung ke petani, Distanhorbun Tala menargetkan sektor pertanian tidak hanya tumbuh secara statistik, tetapi juga berdampak nyata di tingkat tapak.
(inspirasitala.co.id/inspira)
