
INSIDEN MAUT – Petugas saat berada di TKP insiden maut di camp Sari Ambon, Imban, Desa Bentok Darat, Selasa (30/12) malam.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Hujan deras yang mengguyur Desa Bentok Darat, Kecamatan Bati-bati, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, Selasa (30/12/2025) malam, menjadi saksi bisu insiden berdarah di lingkungan Camp Sari Ambon, Dusun Imban.
Seorang pekerja perkebunan karet berinisial B (50) ditemukan tewas bersimbah darah di teras camp, yang masih berada di lingkungan tempatnya tinggal.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 21.30 Wita. Suasana camp yang biasanya tenang mendadak berubah mencekam ketika salah seorang penghuni camp, saksi berinisial Z, terbangun dari tidur akibat mendengar suara gaduh dari arah teras.
Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan melalui Kapolsek Bati-bati Iptu Afianor menjelaskan, saksi sempat mengintip dari balik jendela dan mendapati korban sudah tergeletak tak bergerak.
“Saksi melihat korban sudah tergeletak di teras dalam kondisi bersimbah darah,” ujar Afianor, Rabu (31/12/2025).
Menyadari adanya kejadian serius, saksi segera meminta pertolongan dan melaporkan peristiwa tersebut ke aparat desa, yang kemudian diteruskan ke Polsek Bati-bati.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan awal dari para saksi.
Jenazah korban selanjutnya dievakuasi menggunakan ambulans Desa Bentokdarat ke RSUD Hadji Boejasin Pelaihari untuk dilakukan visum et repertum.
Teman Sekampung, Satu Pekerjaan
Di balik tragedi tersebut, terungkap fakta bahwa korban dan terduga pelaku bukanlah orang asing. Kepala Desa Bentokdarat, H Mukhlas, mengungkapkan berdasar informasi yang ia dapat, keduanya memiliki hubungan dekat dan berasal dari daerah yang sama, yakni Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).
“Korban dan terduga pelaku kawan dekat sejak sebelum bekerja di sini. Bahkan yang mengajak korban bekerja di kebun karet wilayah Imban adalah pelaku. Demikian info yang saya dapat dari warga,” ujar Mukhlas.
Keduanya sama-sama bekerja sebagai penyadap getah karet di perusahaan perkebunan setempat. Mereka tinggal di camp pekerja yang jaraknya hanya sekitar 100 meter dan berada dalam satu bidakan kerja, sehingga hampir setiap hari berinteraksi.
Berdasarkan informasi yang diterima pemerintah desa, insiden tersebut diduga berawal dari perkelahian satu lawan satu. Namun korban diduga tidak menyangka konflik tersebut akan berujung fatal.
Malam sebelum kejadian, terduga pelaku sempat menghadiri kegiatan peringatan hari besar keagamaan di desa. Saat hujan deras turun, beberapa warga melihat yang bersangkutan meninggalkan lokasi acara lebih awal.
Tak lama berselang, kabar mengejutkan pun tersebar: seorang pekerja ditemukan tewas di teras camp.

Pelaku Kabur, Lalu Menyerahkan Diri
Usai kejadian berdarah itu, terduga pelaku dikabarkan meninggalkan camp dengan mengendarai sepeda motor jenis Yamaha NMAX dan bergerak ke arah Cempaka, Banjarbaru. Informasi tersebut sempat memicu pencarian intensif aparat kepolisian.
Kasus ini kemudian memasuki babak baru. Pada Rabu (31/12/2025), terduga pelaku dikabarkan menyerahkan diri ke Polsek Pengaron, Kabupaten Banjar.
Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan membenarkan perkembangan tersebut. Ia menyatakan pelaku telah diamankan dan tengah dijemput oleh anggota Polres Tanah Laut.
“Benar, pelaku sudah diamankan. Anggota kami sedang menjemput untuk memastikan dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Kapolres.
Meski demikian, polisi belum mengungkap identitas lengkap maupun motif pelaku secara rinci. Penyidik masih mendalami kronologi kejadian, memeriksa pelaku, serta mengumpulkan alat bukti, termasuk dugaan penggunaan senjata tajam dalam peristiwa tersebut.
Saat ini, perkara pembunuhan di Camp Sari Ambon ditangani secara intensif oleh Satreskrim Polres Tanah Laut. Kepolisian memastikan akan menyampaikan informasi lanjutan setelah proses pemeriksaan awal rampung.
Pemerintah Desa Bentokdarat menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum dan berharap peristiwa tersebut dapat diungkap secara terang demi keadilan bagi korban.
(inspirasitala.co.id/inspira)
