
BIMTEK Public Speaking digelar ICMI Kabupaten Tala di Balairung Tuntung Pandang, Pelaihari, Rabu (24/12). Kegiatan ini dihadiri Ketua I TP PKK Tala Hj Wiwi Zazuli.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Kemampuan berbicara di depan publik kini tidak lagi sekadar keterampilan pendukung, melainkan telah menjadi kompetensi strategis dalam menghadapi era transformasi digital dan kecerdasan buatan.
Penegasan tersebut disampaikan Ketua I TP PKK Kabupaten Tanah Laut (Tala) sekaligus Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Tanah Laut, Hj Wiwi Zazuli, saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Public Speaking yang digelar Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Kabupaten Tala.
Kegiatan yang berlangsung di Balairung Tuntung Pandang, Pelaihari, Rabu (24/12/2025) ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Tanah Laut dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-60 Kabupaten Tanah Laut.
Hj Wiwi mengapresiasi konsistensi ICMI Tanah Laut dalam menghadirkan kegiatan edukatif yang relevan dengan perkembangan zaman.
Menurutnya, tema yang diangkat, “Membangun Personal Branding dengan Kepercayaan Diri di Era Hybrid dan Kecerdasan Buatan”, sangat kontekstual dengan kebutuhan pengembangan sumber daya manusia saat ini.
“Di era transformasi digital, kemampuan berbicara di depan publik bukan lagi sekadar keterampilan tambahan, melainkan telah menjadi kompetensi strategis,” ujar Hj Wiwi..
Ia menekankan pentingnya personal branding yang dibangun melalui komunikasi efektif, percaya diri, serta berlandaskan nilai integritas, moral, dan keislaman.
Dengan kemampuan tersebut, peserta diharapkan mampu tampil lebih profesional dan berdaya saing, baik dalam organisasi, dunia kerja, maupun pengabdian kepada masyarakat.
Bimtek Public Speaking ini menghadirkan sejumlah narasumber berpengalaman, di antaranya Vidya Virly, Public Speaking Trainer asal Jakarta, Ketua I ICMI Tanah Laut drg Budi Rukhiyat MA, serta Sekretaris ICMI Tanah Laut Addy Yan Yusuf SSos I SPd SH MH.
Peserta kegiatan berasal dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, anggota GOW Tanah Laut, mahasiswa, hingga perwakilan organisasi kepemudaan.
Melalui bimtek ini, para peserta diharapkan dapat meningkatkan kapasitas komunikasi publik secara efektif dan adaptif terhadap tantangan era hybrid dan kecerdasan buatan.

Pentingnya Menguasai Public Speaking di Era Modern
Kemampuan public speaking atau berbicara di depan umum kini bukan lagi sekadar bakat alami, melainkan keterampilan penting yang perlu dikuasai setiap individu.
Di era keterbukaan informasi dan transformasi digital, cara seseorang menyampaikan gagasan kerap menentukan bagaimana ia dipahami, dipercaya, dan diikuti.
Public speaking berperan besar dalam membangun kepercayaan diri. Seseorang yang mampu menyampaikan pikiran secara runtut dan meyakinkan akan lebih mudah tampil percaya diri di hadapan publik.
Kepercayaan diri inilah yang kemudian membentuk citra diri atau personal branding, baik dalam lingkungan organisasi, dunia kerja, maupun ruang publik yang lebih luas.
Dalam konteks profesional, kemampuan berbicara di depan umum menjadi kunci kepemimpinan. Seorang pemimpin dituntut mampu menyampaikan visi, menggerakkan tim, serta menjelaskan kebijakan dengan bahasa yang mudah dipahami.
Tanpa kemampuan komunikasi yang baik, gagasan besar berisiko tidak sampai atau bahkan disalahartikan.
Public speaking juga memiliki peran penting dalam membangun jejaring dan kolaborasi. Di berbagai forum, diskusi, maupun pertemuan lintas sektor, kemampuan menyampaikan ide secara jelas dan persuasif membuka peluang kerja sama yang lebih luas.
Tak jarang, kesempatan berkembang datang bukan semata dari kecakapan teknis, melainkan dari cara seseorang menyampaikan potensi dirinya.
Di era media sosial dan kecerdasan buatan, public speaking tidak hanya berlangsung di atas panggung, tetapi juga di ruang digital. Presentasi daring, video edukasi, hingga diskusi virtual menuntut kemampuan komunikasi yang adaptif dan efektif.
Mereka yang mampu berbicara dengan baik akan lebih mudah menjangkau audiens yang lebih luas, melampaui batas ruang dan waktu.
Lebih dari itu, public speaking juga mengajarkan nilai etika dan tanggung jawab dalam berbicara. Setiap kata yang disampaikan di ruang publik memiliki dampak.
Oleh karena itu, kemampuan berbicara yang baik harus diiringi dengan kejujuran, integritas, dan empati, agar pesan yang disampaikan tidak hanya terdengar, tetapi juga membawa kebaikan.
Menguasai public speaking pada akhirnya adalah tentang keberanian menyuarakan gagasan dan kemampuan mengelola pesan.
Di tengah perubahan zaman yang cepat, mereka yang mampu berbicara dengan jelas, santun, dan bermakna akan memiliki peran lebih besar dalam membentuk opini, memimpin perubahan, dan memberi dampak positif bagi masyarakat.
(inspirasitala.co.id/inspira)
