
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Tala) kembali menyiapkan Posko Relawan Sekumpul guna mendukung kelancaran dan kenyamanan jemaah yang mengikuti Rutinan Malam Senin Sekumpul (Momen 5 Rajab).
Posko ini akan beroperasi selama tiga hari, mulai 27 hingga 29 Desember 2025, berlokasi di kawasan Gunung Kayangan, tepatnya di sekitar Menara Pandang.
Lokasi tersebut dipilih karena menjadi salah satu titik strategis persinggahan jemaah dari berbagai daerah yang melintas wilayah Tanah Laut.
Pendirian posko relawan ini merupakan bentuk konsistensi pelayanan Pemkab Tala terhadap para jemaah. Pada pelaksanaan rutinan tahun sebelumnya, posko serupa juga didirikan di tepi jalan poros menuju Kota Banjarbaru, tepatnya di Desa Banyuirang, Kecamatan Batibati, dan mendapat respons positif dari masyarakat.
Melalui posko tersebut, Pemkab Tala di bawah kepemimpinan Bupati H Rahmat Trianto dan Wabup HM Zazuli berupaya membantu jemaah yang membutuhkan tempat istirahat maupun layanan pendukung selama perjalanan.
Sejumlah fasilitas disediakan secara gratis, di antaranya makanan dan minuman, mushola, toilet yang bersih, serta layanan pemeriksaan kesehatan.
Selain itu, posko juga dilengkapi layanan pijat untuk mengurangi kelelahan, pengisian daya telepon genggam, hingga jasa tambal ban bagi jemaah yang mengalami kendala kendaraan di perjalanan.
Dengan keberadaan Posko Relawan Sekumpul ini, Pemkab Tanah Laut berharap para jemaah dapat mengikuti rangkaian ibadah dengan rasa aman dan nyaman, sekaligus mencerminkan semangat pelayanan dan kepedulian pemerintah daerah kepada masyarakat.
Sementara itu berdasar pantauan, Rabu (24/12/2025), di sejumlah tempat warga di daerah ini mulai mendirikan posko Relawan Sekumpul. Mereka bahu-membahu membersihkan area dan mendirikan tenda serta perlengkapan penunjang lainnya.
Bahkan di beberapa tempat tenda telah didirikan seperti di Masjid al Hijriyah, Angsau, Pelaihari. Lalu, di Desa Martadah di Kecamatan Bati-Bati.
Mengenal Haul Abah Guru Sekumpul
– Kini Disebut Rutinan Malam Senin Sekumpul (Momen 5 Rajab)
Haul Abah Guru Sekumpul merupakan salah satu kegiatan keagamaan terbesar di Indonesia yang dipusatkan di kawasan Sekumpul, Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Kegiatan ini diperingati untuk mengenang wafatnya ulama kharismatik KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau yang lebih dikenal sebagai Abah Guru Sekumpul.
Abah Guru Sekumpul wafat pada 5 Rajab 1426 Hijriah atau bertepatan dengan 10 Agustus 2005. Sejak itu, setiap tanggal 5 Rajab, jutaan jemaah dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara berdatangan ke Martapura untuk mengikuti rangkaian doa, zikir, dan pembacaan manaqib sebagai bentuk kecintaan dan penghormatan kepada beliau.
Selama bertahun-tahun, kegiatan ini dikenal luas oleh masyarakat dengan sebutan Haul Guru Sekumpul. Namun, mulai tahun ini, penyebutan resmi kegiatan tersebut mengalami penyesuaian menjadi Rutinan Malam Senin Sekumpul (Momen 5 Rajab).
Perubahan penyebutan ini bertujuan untuk menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan majelis rutin yang dilaksanakan pada malam Senin, sekaligus menandai momen wafat Abah Guru Sekumpul pada 5 Rajab.
Meski terjadi perubahan istilah, substansi kegiatan tetap sama, yakni sebagai sarana dakwah, penguatan nilai keislaman, serta mempererat ukhuwah islamiyah di tengah umat.
Rutinan Malam Senin Sekumpul dikenal sebagai momentum kebersamaan yang sarat nilai spiritual dan sosial. Selain kegiatan ibadah, tradisi ini juga diwarnai semangat gotong royong, di mana masyarakat, relawan, dan pemerintah bahu-membahu menyediakan konsumsi, layanan kesehatan, hingga fasilitas istirahat bagi para jemaah.
Hingga kini, Rutinan Malam Senin Sekumpul (Momen 5 Rajab) tetap menjadi simbol kecintaan umat kepada Abah Guru Sekumpul sekaligus bukti kuatnya tradisi keagamaan yang hidup dan tumbuh di Kalimantan Selatan.
(inspirasitala.co.id/inspira)
