
BERFOTO – Keceriaan tersirat di wajah sejumlah nakes pemenang lomba saat berfoto bersama Bupati H Rahmat Trianto dan Kadines dr Hj Isna Farida, Kamis (18/12).
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Sejumlah indikator kesehatan di Kabupaten Tanah Laut (Tala) menunjukkan tren positif dalam satu hingga dua tahun terakhir.
Mulai dari penurunan angka stunting, meningkatnya cakupan layanan kesehatan dasar, hingga penguatan fasilitas dan sumber daya tenaga kesehatan.
Capaian tersebut menjadi latar kuat penegasan komitmen Bupati Tanah Laut H Rahmat Trianto dalam mewujudkan generasi sehat sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045, saat peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Kantor Dinas Kesehatan Tala, Kamis (18/12/2025).
Dalam sambutannya, Bupati menyebut transformasi kesehatan tidak lagi sekadar wacana, tetapi telah berjalan dan dirasakan dampaknya hingga ke masyarakat.
“Indikator kesehatan kita terus membaik. Ini hasil kerja bersama seluruh insan kesehatan dan dukungan masyarakat,” ujar H Rahmat Trianto di hadapan jajaran Dinkes Tala dan Forkopimda.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Tala, angka prevalensi stunting di Tala dalam dua tahun terakhir menunjukkan tren penurunan signifikan.
Jika pada 2023 masih berada di kisaran 21 persen, maka pada 2024 turun menjadi sekitar 18 persen, seiring masifnya intervensi gizi spesifik dan sensitif, penguatan posyandu, serta pendampingan keluarga berisiko stunting.
Cakupan layanan kesehatan ibu dan anak juga mengalami peningkatan. Persentase persalinan yang ditangani tenaga kesehatan kini telah melampaui 95 persen, sementara kunjungan balita ke posyandu meningkat hampir 10 persen dibanding tahun sebelumnya.
Di sektor layanan kesehatan dasar, Tala saat ini didukung seluruh puskesmas yang telah terakreditasi, dengan mayoritas berada pada kategori madya hingga utama.
Selain itu, pemanfaatan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus meningkat, dengan tingkat kepesertaan aktif masyarakat Tala mendekati 98 persen pada 2025.
Bupati H Rahmat menegaskan, capaian tersebut sejalan dengan enam pilar transformasi kesehatan nasional, khususnya penguatan layanan primer dan preventif.
“Empat tahun terakhir, kita menggeser paradigma dari kuratif ke promotif dan preventif. Deteksi dini, edukasi kesehatan, dan pelayanan yang mudah diakses menjadi kunci,” ujarnya.
Ia juga menyinggung program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang mulai berdampak pada peningkatan kesadaran masyarakat Tala terhadap skrining penyakit tidak menular dan penyakit menular seperti tuberkulosis.

Momentum HKN ke-61 yang mengusung tema “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat”, menurut Bupati, menjadi pengingat bahwa Indonesia tengah bersiap menghadapi bonus demografi 2045, di mana sekitar 84 juta anak hari ini akan memasuki usia produktif.
“Kualitas kesehatan mereka hari ini menentukan daya saing bangsa ke depan. Dua dekade ke depan adalah masa krusial,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Pemkab Tala juga memberikan penghargaan kepada tenaga kesehatan teladan dan institusi berprestasi, mulai dari dokter, perawat, bidan, hingga puskesmas dan posyandu terbaik. Nakes teladan tingkat kabupaten menerima hadiah uang pembinaan, dengan Terbaik I sebesar Rp 5 juta, Terbaik II Rp 4 juta, dan Terbaik III Rp 3 juta.
Peringatan HKN ke-61 di Tala ditutup dengan pemotongan nasi tumpeng oleh Bupati H Rahmat Trianto yang diserahkan kepada Kepala Dinas Kesehatan Tala, dr Hj Isna Farida, sebagai simbol komitmen melanjutkan transformasi kesehatan di Bumi Tuntung Pandang.

Data Kunci Kesehatan Kabupaten Tanah Laut
Penurunan Prevalensi Stunting
Berdasarkan pemantauan dan laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Laut, angka stunting dalam dua tahun terakhir menunjukkan tren penurunan:
Tahun 2023 : sekitar 21 persen
Tahun 2024 : turun menjadi sekitar 18 persen
Tahn 2025 (semester I) : ditekan hingga kisaran 16–17 persen
Penurunan ini ditopang oleh:
– Penguatan posyandu aktif di seluruh desa/kelurahan
– Pendampingan keluarga berisiko stunting
– Intervensi gizi spesifik (PMT balita & ibu hamil)
Kolaborasi lintas sektor melalui TPPS Kabupaten dan Desa

Capaian Program Cek Kesehatan Gratis (CKG)
Implementasi Program Cek Kesehatan Gratis di Tala terus meluas dan mendapat respons positif masyarakat:
Jumlah warga Tala yang mengikuti CKG (2024–2025)
➜ lebih dari 45 ribu orang
Fokus pemeriksaan:
– Penyakit tidak menular (hipertensi, diabetes)
– Skrining TBC
– Deteksi dini faktor risiko kesehatan
Dampak utama:
– Meningkatnya temuan kasus sejak dini
– Percepatan penanganan di layanan primer (puskesmas)
– Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat
Indikator Pendukung Lain
– Kepesertaan aktif JKN: mendekati 98 persen penduduk Tala
– Seluruh puskesmas terakreditasi, mayoritas kategori madya–utama
– Cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan: di atas 95 persen
