
SEMARAK – Suasana seremoni pembukaan Peparprov V Kalsel begitu semarak, Kamis (20/11). Event ini dibuka Kadispora Kalsel mewakili Gubernur didampingi Wabup Tala.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Di atas karpet merah perhelatan olahraga, sering kali yang disorot adalah kecepatan, kekuatan, dan rekor.
Namun di Tenis Indoor Matah, Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), Kamis (20/11/2025), sorotan itu berubah.
Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) Kalsel V 2025 tidak sekadar memamerkan keunggulan fisik, tetapi merayakan sesuatu yang lebih berharga: keistimewaan para atlet disabilitas yang mengubah keterbatasan menjadi kekuatan.
Para tamu dan kontingen tampak menyambut kehadiran para atlet seperti menyambut pahlawan. Tidak ada istilah bersimpati, yang ada adalah rasa hormat.
Mereka datang bukan untuk meminta pengakuan, tetapi untuk memberikan pembuktian bahwa prestasi tidak diciptakan oleh kesempurnaan tubuh, melainkan oleh keteguhan hati.
Kadispora Kalsel Pebriadin Hapiz membuka ajang tersebut mewakili gubernur. Dari pihak tuan rumah hadir Wabup Tanah Laut HM Zazuli, Sekda Ismail Fahmi, Kadispora Tala Rudi Imtihansyah, Ketua NPC Tala Andang Dewanto, serta Ketua NPC Kalsel Sumansyah.
Panggung sebenarnya hari itu bukan milik ppejabat karena panggung itu milik para atlet istimewa tersebut. Mereka lah orang-orang pilihan Tuhan untuk membuka mata hati khalayak betapa agung kuasaNya.

Panggung Kehormatan, Bukan Simpati
Pada seremoni peprprov itu, Wabup HM Zazuli memberikan pesan yang bukan hanya ditujukan untuk para atlet, tetapi juga kepada publik.
Ia menekankan bahwa kehadiran atlet disabilitas harus dilihat sebagai representasi kesetaraan dan keberanian, bukan keterbatasan.
“Peparprov bukan sekadar kompetisi. Ini adalah panggung kehormatan bagi atlet disabilitas untuk membuktikan bahwa keterbatasan bukan halangan untuk berprestasi,” tegasnya.
Sebagai tuan rumah, Zazuli mengatakan bahwa Tanah Laut bangga memfasilitasi ruang pembuktian tersebut, bukan sekadar menyelenggarakan lomba.
“Kami ingin seluruh kontingen merasa aman, nyaman, dan bangga bertanding di sini,” imbuhnya.

Kemenangan Sesungguhnya: Berani Tampil
H Uli begitu HM Zazuli akrab disapa menambahkan bahwa kemenangan terbesar para atlet tidak selalu berada di podium teratas, melainkan pada keputusan untuk hadir, bertanding, dan tidak menyerah pada keadaan.
“Keberanian kalian tampil saja sudah sebuah kemenangan. Kalian adalah inspirasi bahwa potensi setiap individu tidak bisa dihalangi oleh perbedaan,” tutupnya.

Ajang yang Memperlihatkan Keistimewaan Sesungguhnya
Peparprov Kalsel V mempertandingkan 12 cabang olahraga dengan 1.330 peserta dari 13 kabupaten/kota, terdiri dari 977 atlet dan 353 official, berlangsung pada 20–26 November 2025.
Kemeriahan seremoni pembukaan mencapai puncak emosinya ketika panggung diserahkan kepada anak-anak istimewa dari SLB Tala.

Di atas karpet biru, mereka menari, bermain basket, berpantomim, hingga menyanyi. Sorak tepuk tangan bukan datang karena iba, tetapi karena kekaguman.
Anak-anak istimewa itu tampil bukan sebagai tamu hiburan, melainkan sebagai bagian dari identitas besar olahraga disabilitas: kuat, unik, dan layak dibanggakan.

Dan, ketika suara tepuk tangan itu membahana, sebuah pesan terasa memenuhi ruangan: Inklusivitas bukan belas kasihan, melainkan penghargaan terhadap keistimewaan setiap manusia.
Di Tanah Laut, ajang olahraga ini bukan hanya lomba. Ia adalah cermin, yang memantulkan satu kebenaran sederhana: orang-orang istimewa tidak menunggu kesempatan—mereka menciptakannya.
(inspirasitala.co.id/inspira)

1 thought on “Peparprov V Kalsel 2025 di Tanah Laut: Ketika Keterbatasan Menjadi Kekuatan, dan Disabilitas Menjadi Keistimewaan”