
WABUP HM Zazuli berpose dengan Kadinkes Tala dan jajaran Direktur RSUD Pemkab Tala seusai rakor di aula dinkes setempat, Selasa (4/8).
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Kunjungan Wakil Bupati Tanah Laut (Tala) HM Zazuli ke RS UMMI Bogor tidak berhenti sebagai agenda studi kaji ssemata.
Beberapa hari berselang, hasil pembelajaran tersebut langsung ditindaklanjuti melalui rapat koordinasi bersama jajaran sektor kesehatan untuk mempercepat transformasi tiga rumah sakit daerah milik Pemerintah Kabupaten Tanah Laut.
Rapat koordinasi digelar di Pelaihari, Selasa (4/8/2026), dipimpin langsung HM Zazuli dan dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Tala dr Hj Isna Farida, Direktur RSUD Hadji Boejasin dr Sigit Prasetya Kurniawan, Direktur RSUD KH Mansyur dr Endik, serta Direktur RSUD H Darlan Ismail dr Wiwik Rahmawati.
“Kami ingin semua RSUD di Tanah Laut menjadi lebih baik di semua sektor. Semangatnya adalah memperbaiki dengan niat yang sama, semangat petarung,” kata HM Zazuli, Rabu (5/8/2026).
Menurutnya, pembenahan rumah sakit tidak cukup hanya dengan peningkatan fasilitas fisik.
Hal yang lebih penting, sebut orang nomor dua di Tala yang akrab disapa H Uli ini, adalah membangun budaya kerja yang solid.
Lalu, memperkuat komunikasi antarlembaga, serta meningkatkan sistem pengawasan agar pelayanan kepada masyarakat semakin berkualitas.
“Membangun komunikasi yang baik dan pengawasan yang ketat, baik internal maupun eksternal. Yang pasti, perbaikan dilakukan secara menyeluruh. Mudah-mudahan bisa meningkatkan PAD dan masyarakat juga terlayani dengan baik,” ujarnya.
H Uli menegaskan, visi besar yang ingin dicapai adalah menjadikan tiga RSUD milik Pemkab Tanah Laut semakin berkembang, dipercaya masyarakat, dan mampu berdiri lebih mandiri secara finansial tanpa mengurangi fungsi utamanya sebagai penyedia layanan kesehatan publik.
Ia meyakini rumah sakit daerah memiliki potensi untuk tumbuh apabila dikelola secara profesional, inovatif, dan mampu menangkap berbagai peluang pengembangan layanan kesehatan.
Dalam jangka panjang, ia berharap RSUD di Tanah Laut dapat mengikuti jejak sejumlah rumah sakit yang berkembang pesat di kota-kota besar, termasuk di Bogor dan Jakarta.
Kepala Dinas Kesehatan Tanah Laut, dr Hj Isna Farida, mengatakan semangat yang dibangun Pemkab Tanah Laut adalah mengarahkan seluruh rumah sakit daerah menuju kemandirian.
Menurutnya, ketiga RSUD telah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), sehingga memiliki fleksibilitas dalam mengelola keuangan, mengembangkan layanan, serta membangun kerja sama dengan berbagai pihak sesuai ketentuan yang berlaku.
“Status BLUD memberi ruang bagi rumah sakit untuk mengembangkan pelayanan dan mengelola pendapatan secara lebih mandiri. Itu menjadi modal penting agar rumah sakit terus berkembang,” jelasnya.
Meski demikian, Isna mengakui seluruh RSUD di Tanah Laut hingga kini masih mendapat dukungan anggaran operasional dari Pemerintah Kabupaten Tanah Laut.
Kondisi tersebut terutama masih diperlukan bagi RSUD KH Mansyur di Kecamatan Kintap dan RSUD H Darlan Ismail di Kecamatan Bumi Makmur yang usianya relatif masih muda, sehingga masih berada dalam tahap penguatan pelayanan dan pengembangan kelembagaan.
Sementara itu, RSUD Hadji Boejasin sebagai rumah sakit daerah tertua di Tanah Laut dinilai telah menunjukkan peningkatan tingkat kemandirian. Hal itu tercermin dari semakin berkurangnya dukungan anggaran operasional yang dialokasikan pemerintah daerah.
Pada tahun 2027, anggaran operasional dari pemerintah daerah kepada RSUD Hadji Boejasin tinggal sekitar Rp2 miliar. Sebelumnya rata-rata mencapai belasan miliar rupiah.
“Ini menunjukkan proses menuju kemandirian terus berjalan dan ke depan diharapkan semakin kuat melalui pengembangan layanan rumah sakit,” pungkas Isna.
Bupati Tala H Rahmat Trianto beberapa waktu lalu menegaskan seorang pimpinan harus berani melakukan terobosan dengan segala konsekuensinya demi penguatan pelayanan publik serta penguatan kinerja.
“Jangan pernah takut untuk mengambil suatu keputusan dimasa kritis yang dibebankan karena itu risiko jabatan. Kalau kita tidak menerima risiko itu jangan berjabatan,” tegas Bupati.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
