FOTO: SATRESKRIM POLRES TALA ANGGOTA Polres Tala saat mengantar Bar ke RSJ Sambang Lihum, Rabu (4/3) malam.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Insiden pria membawa senjata tajam jenis parang yang sempat meresahkan warga Kota Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), akhirnya menemukan titik terang.
Aparat kepolisian memastikan pria tersebut telah dibawa ke rumah sakit jiwa untuk penanganan lebih lanjut.
Kapolres Tanah Laut, Ricky Boy Siallagan, Kamis (5/3/2026), menyampaikan bahwa lelaki berinisial Bar (42) tersebut telah diantar ke RSJ Sambang Lihum, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar.
Bar sebelumnya diamankan aparat setelah aksinya membawa parang di tengah jalan viral di media sosial.
Dalam sejumlah video amatir, pria yang diketahui warga Desa Sabuhur, Kecamatan Jorong itu terlihat berdiri di Simpang Empat Karang Jawa hingga jalan poros Pelaihari–Pantai Batakan sambil menenteng parang, sehingga membuat pengendara dan warga sekitar ketakutan.
Riwayat Pernah Dirawat di RSJ
Kasat Reskrim Polres Tanah Laut, Cahya Prasada Tuhuteru, menambahkan keputusan membawa Bar ke RSJ Sambang Lihum diambil setelah pihak kepolisian berkoordinasi dengan keluarga.
Menurutnya, keluarga memastikan bahwa pria tersebut memang pernah memiliki riwayat perawatan di rumah sakit jiwa yang sama.
“Pengantaran ke RSJ Sambang Lihum setelah pihak keluarga menegaskan bahwa yang bersangkutan memang pernah menjadi pasien di sana,” jelasnya.
FOTO: ISTIMEWA SUASANA penangkapan Bar ketika berulah di jalan raya dekat gapura Desa Sungai Riam, Rabu (4/3) sore.
Sempat Resahkan Warga
Sebelumnya, aksi Bar sempat membuat warga resah. Ia terlihat berdiri di tengah jalan sambil membawa parang.
Dalam salah satu video yang beredar, ia bahkan sempat menebaskan parang ke arah mobil polisi sebelum akhirnya berhasil diamankan petugas.
Saat berhasil ditangkap, sejumlah warga yang kesal oleh ulah pelaku pun tak kuasa menahan emosinya dan melayangkan bogem mentah ke tubuh lelaki berparang itu. Pelipis kirinya terlihat terluka dan berdarah.
Polisi kemudian membawa pria yang bekerja sebagai buruh serabutan itu ke Mapolres Tanah Laut untuk pengamanan sementara.
Selama berada di kantor polisi, ia ditempatkan di ruang terpisah dengan pengawasan anggota demi menjaga keamanan semua pihak.
Dengan langkah tersebut, kepolisian berharap penanganan terhadap Bar dapat dilakukan secara tepat melalui pemeriksaan medis sekaligus memastikan situasi keamanan di wilayah Pelaihari tetap kondusif.