
EVAKUASI – Petugas gabungan bersama warga melakukan evakuasi temuan mayat di Api-api, Tanjungsilat, Batakan, Minggu (28/12) siang.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAlHARI – Ombak pantai Batakan, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Minggu pagi (28/12/2025), seolah membawa pulang sebuah kisah pilu.
Di antara rimbun pohon api-api di Tanjung Silat, sesosok jasad laki-laki ditemukan terdampar, sunyi, tanpa identitas yang tak dikenali oleh warga setempat.
Belakangan, jasad itu diketahui bernama Sumardi (44), seorang buruh lepas harian asal Desa Sukadana, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.
Kepala Desa Batakan H Patnur mengatakan penemuan mayat tersebut menghebohkan warganya. Aparaturnya pun juga langsung turun ke lokasi bersama petugas.
Data diperoleh media ini, lelaki berbadan besar itu adalah perantau—salah satu dari ribuan warga Indonesia yang meninggalkan kampung halaman demi mengadu nasib di tanah orang.
Sumardi ditemukan dalam posisi terlentang, hanya mengenakan pakaian seadanya.
Tubuhnya sudah membengkak, tanda bahwa telah lama bergelut dengan dinginnya air laut sebelum akhirnya terdampar sekitar 12 meter dari bibir pantai.
Di pergelangan tangannya masih melingkar gelang putih bernomor registrasi, seakan menjadi satu-satunya penanda jati dirinya.
Tak ada warga Batakan yang mengenal Sumardi. Ia bukan warga setempat, bukan pula dari desa sekitar. Namun kisah hidupnya perlahan terangkai dari hasil penyelidikan aparat kepolisian.
Sumardi diketahui merupakan penumpang KM Dharma Rucita I yang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin.
Pada Kamis malam (25/12/2025), saat kapal memasuki alur Sungai Barito, ia melakukan tindakan nekat: memanjat pagar pembatas kapal di bagian buritan, lalu menceburkan diri ke sungai.
Tidak diketahui apa yang berkecamuk di benaknya malam itu. Apakah kelelahan hidup di perantauan, beban ekonomi, atau persoalan pribadi yang tak sempat ia bagi kepada siapa pun.
Yang pasti, aksinya disaksikan oleh penumpang lain yang segera melaporkannya kepada awak kapal.
Pencarian dilakukan oleh Basarnas bersama Direktorat Polairud Polda Kalimantan Selatan. Namun arus sungai dan luasnya perairan membuat upaya itu tak membuahkan hasil. Sumardi seolah menghilang, meninggalkan tanda tanya.
Tiga hari kemudian, laut menjawab pencarian itu dengan caranya sendiri. Jasad Sumardi ditemukan nelayan di pesisir Pantai Batakan, jauh dari titik ia terakhir terlihat.
Polisi yang melakukan olah tempat kejadian perkara memastikan tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban.
Kini, jenazah Sumardi telah dievakuasi dan akan dibawa ke Banjarmasin untuk penanganan lebih lanjut. Kabarnya, pihak keluarga yang selama ini turut memantau proses pencarian, juga masih berada di Banjarmasin.
Kapolres Tala AKBP Ricky Boy Siallagan melalui Kasatpolairud Iptu Alamsyah Sugiarto mengatakan evakuasi mayat korban dari TKP dibawa ke pesisir Pantai Batakan Lama. Setelah itu dievakuasi ke Banjarmasin oleh pihak Ditpolairud Polda Kalsel dan Basarnas Banjarmasin.
(inspirasitala.co.id/inspira)
