
INILAH ekskavator yang akan digunakan untuk membuka tabat STI. Mobilisasi alat berat ini menuju lokasi perlu waktu karena melewati kawasan rawa.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Upaya percepatan penurunan genangan banjir di Kecamatan Bumi Makmur dan Kurau belum sepenuhnya mulus.
Mobilisasi alat berat menuju lokasi tabat STI di Desa Kurau Utara menghadapi tantangan medan rawa-rawa, sehingga pelaksanaan pembukaan tabat harus menunggu kedatangan ekskavator amfibi.
Mobilisasi Alat Berat Sempat Terkendala Medan
Camat Bumi Makmur, Imam EW, mengungkapkan ekskavator amfibi yang akan digunakan untuk membuka tabat STI hingga Minggu (25/1/2026) masih dalam perjalanan menuju lokasi.
Alat tersebut sebelumnya dirakit di Desa Padang Luas, Kecamatan Kurau.
“Setelah dirakit pada Sabtu kemarin, amfibi langsung bergerak menuju tabat. Namun jalurnya harus melewati kawasan rawa, jadi tidak mudah,” ujar Imam.
Ia menjelaskan, pergerakan ekskavator amfibi di daratan tidak seefektif saat berada di perairan, sehingga perjalanan harus dilakukan secara bertahap.
“Beberapa kali harus berhenti untuk istirahat. Kalau di air bisa jalan terus, tapi di darat berbeda,” paparnya.
Target Pekerjaan Tetap Dikejar
Meski terkendala medan, Imam optimistis ekskavator amfibi dapat tiba di lokasi tabat STI pada Minggu sore. Dengan demikian, pekerjaan pembukaan tabat diharapkan dapat dimulai pada Senin besok.
“Kalau sore ini sampai, besok sudah bisa mulai bekerja membuka tabat,” katanya.

Pemerintah Desa Pastikan Kesiapan Lokasi
Terpisah, Kepala Desa Kurau Utara, Bahrani B, membenarkan ekskavator amfibi belum tiba sepenuhnya di lokasi tabat. Ia menyebut ada sedikit kendala di jalur mobilisasi pada malam sebelumnya.
“Masih di perjalanan. Ada kendala kecil tadi malam, tapi kemungkinan besok sudah bisa mulai pekerjaannya,” ujar Bahrani.
Tabat Dibuka untuk Percepat Surut Banjir
Pembukaan tabat STI menjadi langkah strategis dalam penanganan banjir berkepanjangan di wilayah Kurau dan Bumi Makmur serta Kecamatan Bati-bati.
Sebagai informasi, tabat itu pada November 2023 lalu dibangun untuk mencegah masuknya air asin ke area persawahan saat musim kemarau. Namun pada musim banjir saat ini dinilai perlu dibongkar agar aliran air banjir dari wilayah hulu dapat segera surut signifikan.
Dengan dibukanya tabat, aliran air dari Kecamatan Kurau dan Bumi Makmur diharapkan dapat mengalir lebih lancar menuju hilir dan bermuara ke laut.
Langkah ini juga diyakini berdampak pada percepatan surutnya banjir di wilayah atas, termasuk Kecamatan Bati-Bati.
(inspirasitala.co.id/inspira)
