
WABUP Tala HM Zazuli bersama jajaran mengunjungi RS UMMI Bogor, Jumat (31/7).
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Kalangan masyarakat berharap rumah sakit daerah tidak hanya menjadi penyedia layanan kesehatan, tetapi juga mampu dikelola secara profesional dan berkelanjutan.
Merespons hal itu Wakil Bupati Tanah Laut (Tala) HM Zazuli melakukan langkah nyata dalam upaya meningkatkan performarumah sakit daerah.
Memanfaatkan agenda dinas luar kota, ia menyempatkan diri mengunjungi RS UMMI Bogor, Jumat (31/7/2026), untuk mempelajari tata kelola rumah sakit swasta yang dinilai berhasil memadukan kualitas pelayanan dengan kinerja bisnis yang sehat.
Kunjungan tersebut bukan sekadar silaturahmi. H Zazuli sengaja mengajak Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat H Akhmad Hairin serta Kabag Hukum Alfirial agar pengalaman yang diperoleh dapat menjadi referensi bagi pembenahan pengelolaan rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Tanah Laut.
“Pemilik RS UMMI Bogor adalah teman saya, H Fahmi. Saya melihat rumah sakit ini berkembang karena masyarakat percaya. Kepercayaan itu lahir dari pelayanan yang baik dan manajemen yang profesional,” ujar Zazuli, Minggu (2/8/2026).
Menurutnya, keberhasilan sebuah rumah sakit tidak semata-mata ditentukan oleh gedung yang megah atau kelengkapan alat kesehatan.
Hal lain yang jauh lebih penting adalah kepemimpinan organisasi, budaya pelayanan, efisiensi tata kelola, inovasi, serta kemampuan membaca kebutuhan masyarakat.
Karena itu, ia berharap pola manajemen yang diterapkan RS UMMI dapat dipelajari dan diadaptasi untuk memperkuat daya saing tiga rumah sakit daerah milik Pemkab Tanah Laut, yakni RSUD Hadji Boejasin di Pelaihari, RSUD KH Mansyur di Kintap, dan RSUD H Darlan Ismail di Bumi Makmur.
“Bila dikelola lebih baik, saya optimistis rumah sakit daerah kita semakin dipercaya masyarakat, berkembang, mampu memperoleh pendapatan yang sehat, dan pada akhirnya ikut memberikan kontribusi lebih besar terhadap Pendapatan Asli Daerah tanpa meninggalkan fungsi sosialnya sebagai penyedia layanan kesehatan,” katanya.

Indikator performa menunjukkan perkembangan RS UMMI Bogor berlangsung positif.
Publikasi internal melalui Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) mencatat tren jumlah pasien dan realisasi pendapatan rumah sakit tersebut terus meningkat dari tahun ke tahun.
Sebagai rumah sakit swasta Kelas C yang memiliki layanan laboratorium, radiologi, poliklinik spesialis hingga rawat inap, RS UMMI juga didukung berbagai sumber pendapatan.
Mulai dari pasien umum, peserta BPJS Kesehatan, perusahaan mitra hingga asuransi kesehatan. Model pengelolaan inilah yang dinilai menarik untuk dipelajari sebagai referensi pengembangan rumah sakit daerah.
Optimisme H Zazuli bukan tanpa alasan. Di berbagai daerah, rumah sakit pemerintah berstatus Badan Layanan Umum (BLU) telah membuktikan bahwa pelayanan publik dan kinerja keuangan dapat berjalan beriringan.
Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2025 yang telah diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), sedikitnya sembilan rumah sakit pemerintah mampu membukukan pendapatan lebih dari Rp1 triliun dalam setahun.
Keberhasilan tersebut ditopang fleksibilitas pengelolaan keuangan BLU yang memungkinkan pendapatan dari layanan pasien, klaim BPJS Kesehatan, laboratorium, farmasi, hingga layanan penunjang lainnya langsung dimanfaatkan untuk pengadaan alat kesehatan, pembelian obat-obatan, peningkatan kualitas layanan, serta pengembangan sumber daya manusia tanpa harus melalui prosedur birokrasi yang panjang.
Fenomena tersebut juga menjadi bahan diskusi di Tanah Laut. Seorang anggota DPRD Tanah Laut menilai banyak rumah sakit daerah sebenarnya memiliki sumber daya manusia yang tidak kalah dibanding rumah sakit swasta.
Namun, aspek tata kelola, pelayanan, kenyamanan, dan inovasi sering kali menjadi pembeda yang menentukan pilihan masyarakat.
“Dokternya bisa saja sama, tetapi masyarakat mencari pelayanan yang cepat, nyaman, bersih, komunikatif, dan memberikan kepastian. Di situlah pentingnya manajemen rumah sakit,” ujarnya.
Komitmen untuk memperkuat tata kelola tersebut juga telah disampaikan Direktur RSUD Hadji Boejasin, dr Sigit Prasetya.
Seusai dilantik beberapa waktu lalu, ia menegaskan akan melakukan pembenahan manajemen sebagai fondasi peningkatan mutu pelayanan sehingga RSUD Hadji Boejasin mampu menjadi rumah sakit yang profesional, kompetitif, dan semakin dipercaya masyarakat.
Harapan serupa datang dari masyarakat. Marhamah, warga Pelaihari, berharap upaya pemerintah mempelajari manajemen rumah sakit yang maju benar-benar berdampak pada pelayanan di Tanah Laut.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
