
WABUP HM Zazuli bersama Ketua GOW Tala Hj Wiwi Zazuli menyerahkan piala kepada Duta Wisata Tala, Sabtu (4/7) malam, di Balairung Tuntung Pandang.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Penobatan M Firdaus dan Siti Azkia sebagai Putra dan Putri Pariwisata Kabupaten Tanah Laut (Tala) 2026 tak hanya menjadi puncak ajang tahunan Dinas Pariwisata, tapi juga memunculkan harapan besar dari masyarakat.
Warga berharap duta wisata yang baru terpilih mampu menghadirkan gebrakan nyata dalam mempromosikan destinasi wisata, budaya, hingga produk ekonomi kreatif Tanah Laut, terutama melalui media sosial yang kini menjadi sarana promosi paling efektif.
Harapan itu mengemuka usai malam grand final yang berlangsung di Balairung Tuntung Pandang, Pelaihari, Sabtu (4/7/2026) malam.
Delapan pasang finalis terbaik menampilkan kemampuan dan wawasan mereka sebelum akhirnya dewan juri menetapkan M. Firdaus dan Siti Azkia sebagai juara.
Duta Wisata Bukan Sekadar Ajang Seremonial
Wakil Bupati Tanah Laut HM Zazuli yang membuka grand final menegaskan, Pemilihan Putra Putri Pariwisata merupakan investasi pemerintah dalam menyiapkan generasi muda yang mampu menjadi wajah Tanah Laut.
“Membangun Tanah Laut tidak hanya tentang infrastruktur, tetapi juga sumber daya manusianya. Pemilihan Putra Putri Pariwisata merupakan investasi untuk melahirkan generasi yang percaya diri, berwawasan, dan bangga terhadap daerahnya,” ujarnya.
Menurut Zazuli, para finalis memiliki peran strategis sebagai ujung tombak promosi daerah.
“Jika mereka mampu mempromosikan pariwisata dengan baik, maka potensi wisata kita akan semakin dikenal. Putra Putri Pariwisata adalah wajah daerah,” katanya.
Ia menambahkan, pengembangan sektor pariwisata tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Seluruh elemen masyarakat harus ikut berkolaborasi agar pariwisata mampu menjadi penggerak ekonomi daerah.
Rangkaian Seleksi Berlangsung Ketat
Keberhasilan Firdaus dan Azkia menjadi duta wisata merupakan hasil dari proses seleksi yang panjang. Kepala Dinas Pariwisata Tanah Laut, Zulfuaddin, S.Sos, menjelaskan seleksi diawali dengan 54 peserta yang lolos administrasi.
Mereka kemudian mengikuti tes tertulis, wawancara, grand audition, presentasi, Sasirangan Runway, photoshoot, hingga karantina yang berisi pembekalan mengenai public speaking, personal branding, wawasan kebangsaan, dan kepariwisataan.
Seluruh tahapan tersebut menyisakan delapan pasang grand finalis yang tampil pada malam puncak.
“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar. Antusias peserta maupun keluarga sangat luar biasa. Mereka mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai,” katanya.
Hj Dian: Harus Jadi Duta Potensi Daerah
Sehari sebelum grand final, Jumat (3/7/2026) malam, digelar Malam Adu Bakat (Talent Show) yang dibuka Ketua TP PKK Kabupaten Tanah Laut Hj. Dian Rahmat.
Menurut Hj Dian, Putra Putri Pariwisata tidak cukup hanya memiliki penampilan menarik, tetapi juga harus memiliki kemampuan komunikasi, wawasan, serta kepedulian terhadap daerah.
“Saya berharap akan lahir duta-duta pariwisata yang mampu menjadi perpanjangan tangan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut dalam mempromosikan berbagai potensi wisata, budaya, serta kekayaan daerah yang kita miliki,” ujarnya.
Ia berharap para finalis mampu menjadi representasi Tanah Laut pada berbagai ajang di tingkat provinsi hingga nasional sekaligus memperkenalkan budaya dan ekonomi kreatif daerah.
Promosi Digital Jadi Penekanan
Pada grand final, Zulfuaddin juga memberikan arahan khusus kepada Putra Putri Pariwisata yang baru terpilih agar aktif memanfaatkan media sosial.
Menurutnya, promosi melalui Instagram, TikTok, dan platform digital lainnya kini jauh lebih efektif menjangkau calon wisatawan dibandingkan cara konvensional.
“Saya mengharuskan Putra Putri Pariwisata yang terpilih aktif di media sosial. Mereka adalah garda terdepan promosi pariwisata Kabupaten Tanah Laut,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan, penyelenggaraan grand final tahun ini dipindahkan dari kawasan objek wisata ke Balairung Tuntung Pandang sebagai bentuk penyesuaian terhadap kebijakan efisiensi anggaran.
Meski demikian, ia memastikan langkah tersebut tidak mengurangi komitmen pemerintah dalam mempromosikan destinasi wisata Tanah Laut.
Selain itu, sistem seleksi tahun depan akan disempurnakan dengan menyesuaikan standar Pemilihan Putra Putri Pariwisata Kalimantan Selatan agar wakil Tanah Laut lebih kompetitif di tingkat provinsi.
Warga Ingin Ada Aksi Nyata
Harapan besar disampaikan masyarakat terhadap pasangan duta wisata yang baru.
Siti Rahma, warga Angsau, Pelaihari, Minggu (5/7/2026), berharap Putra Putri Pariwisata tidak hanya aktif saat mengikuti agenda pemerintahan, tetapi juga rutin membuat konten kreatif yang mengenalkan destinasi wisata Tanah Laut.
“Potensi wisata kita sangat banyak, mulai pantai, air terjun, wisata alam sampai kuliner. Sayang kalau promosinya kurang. Kami berharap duta wisata benar-benar aktif membuat konten sehingga orang luar tertarik datang ke Tanah Laut,” ujarnya.
Ia juga berharap para duta wisata sering hadir di sekolah maupun komunitas pemuda untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap daerah sendiri.
Harapan serupa disampaikan Muhammad Arif, warga Bati-Bati. Menurutnya, keberadaan Putra Putri Pariwisata harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kunjungan wisatawan.
“Jangan berhenti setelah malam penobatan. Justru setelah terpilih tugas mereka baru dimulai. Kami ingin mereka sering mengikuti event di luar daerah, membuat kolaborasi dengan kreator konten, memperkenalkan UMKM, budaya, dan destinasi wisata Tanah Laut. Kalau promosi berjalan baik, masyarakat juga yang akan merasakan manfaat ekonominya,” katanya.
Ia berharap pemerintah terus melakukan pembinaan kepada Putra Putri Pariwisata sehingga keberadaan mereka benar-benar menjadi mitra Dinas Pariwisata dalam mengangkat citra Tanah Laut, bukan hanya menyandang gelar selama satu tahun.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
