
BANTUAN – Bupati Tala H Rahmat Trianto menyerahkan bantuan alat tangkap ikan dan mesin kapal perikanan kepada KUB Tala, Selasa (16/12).
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Perhatian Bupati Tanah Laut (Tala) H Rahmat Trianto terhadap peningkatan taraf hidup nelayan terus ditunjukkan secara nyata.
Melalui penguatan sarana dan prasarana perikanan, pemerintahannya konsisten mendorong nelayan pesisir agar lebih sejahtera dan produktif.
Komitmen tersebut kembali ditegaskan saat Bupati H Rahmat menyerahkan bantuan hibah alat tangkap ikan dan mesin kapal perikanan kepada Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan, Selasa (16/12/2025), di Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Tanah Laut.
Kegiatan penyerahan bantuan ini dihadiri Sekretaris Daerah Tanah Laut Ismail Fahmi serta akademisi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Rilus A Kinseng.
Menurut Bupati H Rahmat, nelayan merupakan kelompok strategis yang harus mendapatkan perhatian serius karena berperan besar dalam menopang perekonomian pesisir sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah.

“Nelayan harus kita perkuat, bukan hanya dengan bantuan alat, tetapi juga dengan kebijakan yang berpihak. Tujuan akhirnya jelas, agar taraf hidup nelayan meningkat dan mereka bisa melaut dengan rasa aman serta hasil yang lebih baik,” tegas H Rahmat.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, Pemkab Tanah Laut juga tengah menyiapkan pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih dan Kampung Budidaya Merah Putih.
Program tersebut dirancang untuk memperkuat ekosistem perikanan dari hulu hingga hilir dan saat ini masih dalam tahap peninjauan bersama tim ahli dari kementerian terkait.
Kepala DKPP Tanah Laut H Muh Kusri menjelaskan, bantuan yang disalurkan meliputi mesin kapal perikanan serta alat tangkap ikan jenis gillnet dan trammel net. Bantuan tersebut menyasar tujuh KUB nelayan yang tersebar di Kecamatan Takisung, Bumi Makmur, Jorong, dan Kintap.
“Total bantuan berupa mesin kapal perikanan 13 HP sebanyak 10 unit, mesin kapal 24 PK sebanyak 11 unit, serta alat tangkap gillnet dan trammel net sebanyak 690 unit,” ujar Kusri.

Bantuan tersebut diterima oleh 711 nelayan yang tergabung dalam tujuh KUB, setelah melalui proses verifikasi dan pendataan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kabupaten Tanah Laut dikenal sebagai salah satu daerah dengan potensi perikanan terbesar di Kalimantan Selatan.
Dengan garis pantai lebih dari 200 kilometer yang membentang dari Takisung hingga Kintap, sektor perikanan menjadi sumber penghidupan utama masyarakat pesisir.
Data DKPP Tanah Laut mencatat, sektor perikanan tangkap dan budidaya melibatkan ribuan nelayan aktif dan setiap tahun berkontribusi signifikan terhadap pasokan ikan di tingkat provinsi.
Pemerintah daerah optimistis, dengan dukungan berkelanjutan, sektor perikanan Tanah Laut akan semakin tangguh dan mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat pesisir.
Ketua DPRD Tanah Laut H Khairil Anwar yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyatakan dukungannya terhadap langkah Pemkab Tala.
Ia menilai program bantuan tersebut sejalan dengan kebutuhan riil nelayan di lapangan.

📊 Produksi Perikanan di Kabupaten Tanah Laut
Produksi perikanan laut di Kabupaten Tanah Laut tercatat mencapai sekitar 59.964 ton per tahun dari perairan laut, sedangkan dari perairan umum (air tawar) sekitar 4.581 ton (data 2021).
📊 Potensi Produksi Perikanan di Tanah Laut (2024)
Menurut dokumen daerah terbaru, produksi perikanan tangkap laut di Tanah Laut mendominasi sektor perikanan, dengan kontribusi produksi yang jauh lebih besar daripada jenis perikanan lainnya.
Data rinci dalam dokumen menunjukkan dominasi besar pada sektor perikanan laut dibanding budidaya.
📊 Produksi Perikanan Tangkap di Provinsi Kalimantan Selatan
Total produksi perikanan tangkap laut untuk Provinsi Kalimantan Selatan mencapai sekitar 151.097 ton pada 2023 menurut data statistik nasional terbaru. Provinsi ini termasuk salah satu penghasil ikan penting di wilayah Kalimantan.
📊 Kontribusi Sektor Perikanan terhadap Perekonomian Tanah Laut
Data historis menunjukkan bahwa kontribusi sektor perikanan terhadap PDRB Kabupaten Tanah Laut sempat menurun dari masa lalu, namun sektor ini tetap menjadi mata pencaharian penting masyarakat pesisir.
Perikanan dan kelautan pernah menyumbang lebih dari 6% terhadap ekonomi lokal sebelum turun menjadi sekitar 5,4% pada 2022.
(inspirasitala.co.id/inspira)
