
KETUA DWP Tala Noor Aida Ismail Fahmi menyampaikan sambutannya, Jumat (31/7).
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Upaya memperkuat budaya literasi terus mendapat ruang dalam berbagai organisasi kemasyarakatan.
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Tanah Laut (Tala) memanfaatkan forum pertemuan rutin sebagai medium membangun tradisi berpikir kritis melalui kegiatan bedah buku Oke Journey karya Meika Nurul Wahidah yang digelar di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Tanah Laut, Jumat (31/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DWP Kabupaten Tanah Laut Nur Aida Ismail Fahmi, para Ketua DWP perangkat daerah, anggota DWP, serta jajaran Dispusip.
Lebih dari sekadar agenda organisasi, pertemuan ini menjadi ruang dialog intelektual yang mempertemukan pengalaman, gagasan, dan semangat belajar dalam satu forum yang mempererat solidaritas antaranggota.
Kepala Dispusip Kabupaten Tanah Laut, Safarin, menilai bedah buku merupakan instrumen penting dalam membangun ekosistem literasi.
Menurutnya, kehadiran penulis yang membagikan proses kreatif dan pemikirannya memberikan nilai tambah karena peserta tidak hanya memahami isi buku, tetapi juga menangkap perspektif yang melatarbelakangi lahirnya sebuah karya.
Ia mengakui tingkat kunjungan masyarakat ke perpustakaan masih menjadi tantangan yang harus terus ditingkatkan.
Namun demikian, Safarin optimistis Tanah Laut memiliki modal besar untuk berkembang sebagai daerah yang produktif dalam dunia literasi karena terus melahirkan penulis dan karya-karya berkualitas.
Oleh sebab itu, Dispusip berupaya membangun budaya yang tidak berhenti pada aktivitas membaca, tetapi juga mendorong masyarakat menjadi pencipta pengetahuan melalui karya tulis.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengembangan Rumah Belajar Modern berbasis inklusi sosial yang menghadirkan beragam kelas pengembangan kompetensi, mulai dari musik, bahasa Inggris, barista, tata rias, kriya, sablon, perfilman hingga berbagai pelatihan kreatif lainnya.
Program ini dirancang agar perpustakaan berkembang menjadi pusat pembelajaran sepanjang hayat yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.
Safarin juga mengajak masyarakat memanfaatkan fasilitas perpustakaan secara optimal, baik ruang baca, ruang bermain anak maupun berbagai program pembelajaran yang telah disiapkan.
“Perpustakaan itu ibarat ribuan jendela dunia. Melalui bedah buku seperti ini, kita tidak hanya membaca isi buku, tetapi juga dapat berdiskusi langsung dengan penulis sehingga memperoleh pemahaman yang lebih utuh dan mendalam,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DWP Kabupaten Tanah Laut, Nur Aida Ismail Fahmi, menegaskan bahwa pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan tidak hanya dimaknai sebagai agenda administratif organisasi.
Lebih dari itu, forum tersebut menjadi wahana memperkuat kebersamaan, memperluas wawasan, serta meningkatkan kapasitas intelektual anggota melalui aktivitas yang edukatif dan bernilai inspiratif.
Menurutnya, organisasi akan semakin relevan apabila mampu menjadi ruang tumbuh bagi anggotanya dalam mengembangkan pengetahuan, karakter, dan kontribusi positif bagi masyarakat.Â
(inspirasitala.co.id/ins-01)
