
BERPOSE – Jajaran petinggi pengurus HKTi Kalsel berpose dengan pengurus HKTI Tala, Minggu (20/9).
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Kepengurusan baru Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Tanah Laut (Tala) mulai memetakan sejumlah agenda yang dinilai penting untuk memperkuat sektor pertanian di Bumi Tuntung Pandang.
Ketua DPC HKTI Tanah Laut, Bonata, mengatakan organisasi yang dipimpinnya tidak ingin berhenti pada penguatan struktur kepengurusan.
HKTI akan diarahkan menjadi wadah advokasi yang mampu membawa persoalan petani dari tingkat lapangan kepada pemerintah.
“Ini bukan sekadar sebuah jabatan struktural. Ini adalah komitmen, tanggung jawab besar, dan langkah awal untuk berbuat lebih banyak demi mendampingi, membela, serta memperjuangkan kesejahteraan para petani,” kata Bonata, Minggu (20/9/2026).
Menurutnya, tantangan yang dihadapi petani semakin kompleks. Selain perubahan iklim, petani juga berhadapan dengan fluktuasi harga komoditas, kebutuhan teknologi serta persoalan regenerasi.
Karena itu, DPC HKTI Tanah Laut menetapkan tiga fokus utama yang akan didorong dalam menjalankan organisasi.
Pertama, penguatan sektor pertanian dari hulu hingga hilir. HKTI akan mendorong kemudahan akses petani terhadap pupuk, benih unggul dan pembiayaan.
Di sisi lain, akses pasar juga menjadi perhatian agar petani memiliki posisi yang lebih baik dalam menjaga nilai jual komoditas yang dihasilkan.
“HKTI Tanah Laut siap hadir sebagai jembatan yang menyambungkan langsung suara, aspirasi, dan kebutuhan riil para petani di tingkat akar rumput kepada pemerintah daerah maupun pemerintah pusat,” ujarnya.
Dorong Anak Muda Masuk Pertanian
Agenda kedua yang menjadi perhatian adalah modernisasi dan inovasi pertanian.
Bonata menilai pemanfaatan teknologi menjadi bagian penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjawab tantangan perubahan zaman.
Modernisasi tersebut juga diharapkan dapat membuat sektor pertanian lebih menarik bagi generasi muda.
Menurutnya, regenerasi petani tidak cukup hanya dengan mengajak anak muda turun ke sawah, tetapi juga perlu memperkenalkan pertanian sebagai sektor yang dapat dikelola secara modern dan produktif.
“Mulai dari perubahan iklim, fluktuasi harga komoditas, hingga pentingnya regenerasi petani dan modernisasi teknologi pertanian,” tuturnya.

PENGURUS HKTI Tala berpose bersama.
Bangun Kolaborasi dengan Pemerintah
Pilar ketiga adalah memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, Dinas Pertanian serta pemangku kepentingan lainnya.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendukung berbagai program pertanian sekaligus memperkuat upaya mewujudkan kedaulatan pangan.
Bonata mengajak jajaran pengurus HKTI hingga tingkat kecamatan atau PAC untuk turun mendengar langsung persoalan yang dihadapi petani.
“Mari kita curahkan ide, tenaga, dan semangat gotong royong agar HKTI benar-benar memberikan manfaat nyata yang dapat dirasakan langsung di sawah, ladang, dan perkebunan masyarakat,” katanya.
Bonata menegaskan, keberadaan HKTI di Tanah Laut diharapkan tidak sekadar menjadi organisasi yang berbicara tentang pertanian, tetapi ikut hadir ketika petani menghadapi persoalan di lapangan.
Untuk mendukung kerja organisasi, Bonata didampingi Muhammad Reza Pahlevi SH. sebagai sekretaris dan Ahmad Juandana Salim SH. sebagai bendahara.
“Bersama HKTI, kita wujudkan pertanian Tanah Laut yang maju, mandiri, dan modern. Petani makmur, Tanah Laut sejahtera, Indonesia berdaulat,” pungkasnya.
(Inspirasitala.co.id/ins-01)
