
BUPATI H Rahmat dan Irjen Pol Andi Rian R Djajadi memperlihatkan dokumen BAST hibah Masjid Hj Siti Mariam, Jumat (31/7).
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Masjid Hj Siti Mariam yang berdiri megah di kawasan Gunung Kayangan, Desa Ambungan, Kecamatan Pelaihari, resmi menjadi aset Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Tala).
Ini setelah dilakukan penandatanganan berita acara serah terima dan penyerahan hibah, Jumat (31/7/2026), di Joglo Wicaksana Laghawa Mapolres Tanah Laut.
Penyerahan hibah dilakukan oleh Wakil Kalemdiklat Polri, Irjen Pol Andi Rian Ryacudu Djadjadi, kepada Bupati Tanah Laut H Rahmat Trianto.
Prosesi tersebut turut disaksikan Wakapolda Kalimantan Selatan Brigjen Pol Noviar, Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, Ketua DPRD H Khairil Anwar, jajaran Forkopimda, pejabat Pemkab Tanah Laut, tokoh agama, serta sejumlah tamu undangan.
Masjid yang dibangun di atas lahan hampir satu hektare itu merupakan inisiatif Irjen Pol Andi Rian saat menjabat Kapolda Kalimantan Selatan. Pembangunannya dimulai pada Oktober 2022 silam dengan pembiayaan berasal dari sumbangan para dermawan serta partisipasi masyarakat.
Irjen Pol Andi Rian mengatakan hibah tersebut dilakukan agar pengelolaan masjid dapat berjalan lebih profesional dan terintegrasi dengan rencana besar pembangunan kawasan Gunung Kayangan.
“Alhamdulillah, hari ini keluarga besar Hj Siti Mariam mewakafkan masjid ini kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Laut. Tujuannya agar pengelolaannya lebih profesional dan selaras dengan rencana pemerintah daerah yang akan mengembangkan kawasan Gunung Kayangan menjadi Tala Park,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan masjid akan menjadi salah satu fasilitas penting yang melengkapi kawasan wisata terpadu yang dirancang pemerintah daerah, berdampingan dengan ruang terbuka hijau, rest area, dan berbagai fasilitas publik lainnya.
Ia juga menjelaskan bahwa nama Masjid Hj Siti Mariam diambil dari nama nenek dari istrinya yang hingga kini masih hidup dan tinggal di Kota Banjarmasin.
Lebih jauh, Andi Rian berharap masjid tidak hanya dimanfaatkan sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan sosial dan pembinaan masyarakat.
“Masjid harus dimakmurkan. Selain menjadi tempat beribadah, saya berharap juga menjadi pusat kegiatan sosial dan memberi manfaat bagi masyarakat Pelaihari maupun Tanah Laut secara umum,” katanya.
Sementara itu, Bupati Tanah Laut H Rahmat Trianto menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan keluarga besar Hj Siti Mariam kepada pemerintah daerah.
Ia menegaskan hibah tersebut membawa tanggung jawab besar bagi Pemkab untuk menjaga, mengelola, sekaligus memakmurkan masjid.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Irjen Pol Andi Rian Rian Djajadi. Ini bukan sekadar hibah aset kepada pemerintah daerah, tetapi juga amanah untuk memakmurkan masjid dan mengintegrasikannya dengan pembangunan kawasan Gunung Kayangan sesuai RPJMD Kabupaten Tanah Laut,” ujar Rahmat.
Pada kesempatan itu, H Rahmat juga memaparkan konsep desain lengkap Tala Park melalui tayangan presentasi.
Kawasan Gunung Kayangan dirancang menjadi destinasi wisata terpadu yang dilengkapi rest area, ruang terbuka hijau, pusat rekreasi keluarga, area kuliner, fasilitas pendukung wisata, hingga ruang publik yang nyaman bagi masyarakat.
Menurutnya, pembangunan Tala Park direncanakan mulai dikerjakan pada 2027 sebagai bagian dari strategi memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi daerah.
H Rahmat menjelaskan, pengembangan kawasan tersebut didorong oleh terbukanya akses jalan alternatif yang menghubungkan Kabupaten Tanah Bumbu menuju Banjarmasin tanpa melalui wilayah Tanah Laut.
Hal itu berpotensi akan mengurangi perlintasan waega Tanah Bumbu melewati wilayah Tala. Karena itu dirinya memutar otak mencari strategi agar warga Tanah Bumbu masih suka lewat Tala.
Caranya yakni nelalui pengembangan Tala Park di kawasan Gunung Kayangan. Dengan begitu akan menjadi daya tarik untuk melewati Tala karena ada tempat singggah yang representatif dan nyaman.
Dalam konsep tersebut, Masjid Hj Siti Mariam diposisikan sebagai salah satu ikon sekaligus fasilitas penunjang utama Tala Park, sehingga fungsi keagamaan, sosial, dan pariwisata dapat berjalan berdampingan serta saling menguatkan demi mendukung pembangunan kawasan Gunung Kayangan di masa mendatang.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
