
KETUA STAI Asy Syuhada KH Ahmad Syarifuddin Noor berpose di depan pintu masuk gedung kampus.
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Kehadiran Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Asy Syuhada menjadi angin segar bagi masyarakat Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan.
Untuk pertama kalinya, daerah ini memiliki perguruan tinggi Islam yang siap menerima mahasiswa baru tanpa harus meninggalkan kampung halaman.
Mulai tahun akademik 2026/2027, STAI Asy Syuhada resmi beroperasi dan membuka penerimaan mahasiswa baru.
Ketua STAI Asy Syuhada Pelaihari , KH Ahmad Syarifuddin Noor, mengatakan seluruh persiapan operasional telah rampung.
“Insya Allah perkuliahan perdana dimulai sekitar September nanti. Saat ini kami masih membuka pendaftaran mahasiswa baru hingga akhir Juli,” katanya, Rabu (8/7/2026).
Menurutnya, hingga sekarang sudah lebih dari 46 calon mahasiswa mendaftar, sementara daya tampung angkatan pertama mencapai sekitar 250 orang.
Gedung Dua Lantai Siap Digunakan
Gedung kampus yang berada di kawasan Jalan Berkat Permai, Kelurahan Pelaihari, telah berdiri megah.
Bangunan permanen dua lantai tersebut memiliki sepuluh ruang kuliah yang siap dipakai.
Suasana kampus terasa nyaman dengan pepohonan rindang yang mengelilingi kawasan. Area parkir juga cukup luas untuk menunjang aktivitas akademik.
Meski lokasinya berada di luar jalur utama kota, akses menuju kampus relatif mudah dijangkau.
Selain kelas reguler yang berlangsung Senin hingga Kamis, kampus juga membuka kelas nonreguler pada Jumat dan Sabtu bagi masyarakat yang bekerja.

Orang Tua Merasa Lebih Tenang
Kehadiran STAI Asy Syuhada disambut gembira masyarakat. Banyak orang tua merasa lebih tenang karena kini anak-anak mereka bisa menempuh pendidikan tinggi agama tanpa harus merantau.
Muhammad Yani (48), warga Bati-Bati, mengatakan selama ini banyak keluarga di Tala harus mengirim anak kuliah ke Banjarmasin atau daerah lain untuk memperoleh pendidikan tinggi Islam.
“Sekarang sudah ada di Pelaihari. Orang tua tentu lebih tenang karena anak tetap dekat dengan keluarga. Pengawasan juga lebih mudah, apalagi pergaulan sekarang semakin kompleks,” katanya.
Hal senada disampaikan Siti Khadijah (42), warga Kecamatan Takisung. Ia menilai keberadaan STAI Asy Syuhada tidak hanya memudahkan akses pendidikan, tetapi juga mengurangi beban biaya keluarga.
“Kalau kuliah di luar daerah, biaya kos dan kebutuhan hidup cukup besar. Dengan adanya kampus ini, anak-anak Tala punya pilihan kuliah yang lebih dekat, aman, dan hemat,” ujarnya.
Harapan Lahir Generasi Ulama dan Cendekiawan
KH Ahmad Syarifuddin Noor berharap STAI Asy Syuhada mampu melahirkan generasi intelektual Muslim yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga mampu berkontribusi bagi pembangunan Tanah Laut.
Menurutnya, kehadiran kampus tersebut merupakan langkah awal memperkuat kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan Islam sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat yang selama bertahun-tahun mendambakan perguruan tinggi keagamaan di Bumi Tuntung Pandang.

Keringanan UKT untuk Anak Mualaf
Lebih lanjut ia menuturkan pihaknya memberikan keringanan khusus bagi anak-anak mualaf berupa pengurangan biaya UKT (Uang Kuliah Tunggal).
Keringanan itu sebagai salah satu wujud kepedulian terhadap pendidikan anak-anak para mualaf yang ada di Banua ini, khususnya di Tala.
Sebagai informasi, UKT untuk kelas reguler yaitu Rp 1,2 juta dengan jadwal kuliah Senin hingga Kamis. Sedangkan kelas nonreguler biaya UKT Rp 1,7 juta dengan jadwal kuliah Sabtu dan Minggu.
Jadi, bagi anak mualaf biaya UKT-nya tak sbesar itu karena pihak kampus memberikan keringanan khusus.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
