
SEKDA Tala Ismail Fahmi menutup kegiatan Green Alpa Challenge PMI Tala di Desa Ketapang, Minggu (5/7).
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI -Apresiasi sekaligus harapan disampaikan kalangan warga Kabupaten Tanah Laut (Tala) terhadap pelaksanaan Green Alpha Challenge PMI Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.
Masyarakat berharap berbagai inovasi yang lahir tidak hanya menjadi karya di atas kertas, tetapi diwujudkan menjadi aksi nyata untuk mengatasi banjir, persoalan sampah, dan menjaga kelestarian lingkungan.
Penutupan Green Camp Green Alpha Challenge PMI Kabupaten Tanah Laut berlangsung di Villa Arissa, Kecamatan Bajuin, Minggu (5/7/2026).
Kegiatan ditutup Sekretaris Daerah Tanah Laut Ismail Fahmi mewakili Bupati H Rahmat Trianto sekaligus menyerahkan pendanaan kepada enam inovator terbaik.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Sekda, Pemkab Tanah Laut menegaskan komitmennya mendukung lahirnya generasi muda yang peduli lingkungan.
Pendanaan yang diberikan diharapkan menjadi modal awal bagi peserta untuk mengimplementasikan inovasi mereka di masyarakat.
“Pendanaan ini bukan sekadar penghargaan, tetapi amanah untuk diwujudkan dalam aksi nyata demi mengurangi risiko banjir dan menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Ismail Fahmi membacakan sambutan Bupati.

Sekda juga memotivasi peserta agar terus mengembangkan kapasitas kepemimpinan karena mereka berpotensi menjadi pemimpin daerah di masa mendatang.
Ketua PMI Kabupaten Tanah Laut Syahrian Nurdin mengatakan Green Alpha Challenge menjadi wadah bagi relawan PMI menciptakan inovasi pelestarian lingkungan.
Ia juga menyebut PMI Tanah Laut menjadi satu-satunya PMI kabupaten/kota di Indonesia yang memperoleh dukungan pendanaan Uni Eropa melalui Youth Empowerment Fund yang dikelola Global Youth Mobilization bersama PMI Internasional.
Warga Angsau, Arif Rahman, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, program seperti ini perlu diperluas hingga ke sekolah-sekolah.
“Semoga inovasi yang dihasilkan benar-benar diterapkan. Akan lebih baik jika pesertanya juga melibatkan lebih banyak pelajar sehingga budaya peduli lingkungan tumbuh sejak dini,” ujarnya.
Sementara itu, warga Kecamatan Bajuin, Nur Aisyah, berharap pemerintah dan PMI terus mendampingi para inovator agar gagasan mereka tidak berhenti setelah kompetisi selesai.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
