
TIM Pengabdian Kepada Masyarakat Prodi Agroindustri Politala kembali melakukan pendampingan teknis di Desa Guntung Besar, Jumat (12/6).
INSPIRASITALA.CO.ID, PELAIHARI – Potensi kolang-kaling yang selama ini hanya dijual dalam bentuk mentah mulai diarahkan menjadi produk unggulan bernilai ekonomi tinggi di Desa Guntung Besar, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan.
Melalui Program Desa Binaan Program Studi D3 Agroindustri Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala), masyarakat diberikan pendampingan untuk mengembangkan berbagai produk olahan berbahan dasar kolang-kaling.
Program tersebut berlangsung secara berkelanjutan sejak awal Juni hingga akhir Desember 2026.
Pendampingan yang dilaksanakan Jumat (12/6/2026) merupakan kegiatan kedua dalam rangkaian program tersebut.
Berbeda dengan pelatihan sesaat, kegiatan ini dirancang dalam bentuk pendampingan bertahap agar masyarakat mampu menguasai proses produksi, pengemasan hingga pemasaran secara mandiri dan berkelanjutan.
Berbasis Potensi Lokal Desa
Bahan baku kolang-kaling yang digunakan berasal dari sejumlah kebun milik warga Desa Guntung Besar yang memiliki pohon aren sebagai sumber utama produksi.
Sebelum program berjalan, tim pendamping melakukan koordinasi sekaligus kunjungan lapangan ke sejumlah kebun warga untuk melihat secara langsung ketersediaan bahan baku.
Langkah tersebut dilakukan guna memastikan inovasi yang dikembangkan benar-benar memanfaatkan potensi lokal yang dimiliki desa.
Pendekatan berbasis sumber daya lokal itu diharapkan mampu menciptakan usaha yang berkelanjutan karena didukung ketersediaan bahan baku yang mudah diperoleh masyarakat.

Tiga Produk Inovasi Diperkenalkan
Pada pendampingan kali ini, masyarakat diperkenalkan dengan diversifikasi produk kolang-kaling yang memiliki nilai tambah lebih tinggi dibandingkan penjualan bahan mentah.
Tiga produk yang dikembangkan meliputi kerupuk kolang-kaling yang didampingi oleh Avicenna Nur Kasih ST MSc, manisan sehat kolang-kaling berbahan ekstrak bunga telang dan pemanis stevia yang didampingi Fina Pradika Putri ST MT serta selai kolang-kaling yang didampingi Elivi Sofi Salafiah STP MTP.
Ketiga produk tersebut dipilih karena memiliki peluang pasar yang cukup luas sekaligus dapat diproduksi menggunakan peralatan sederhana yang mudah dijangkau masyarakat.
Tahapan Pengolahan Kerupuk Kolang-Kaling
Dalam praktik pembuatan kerupuk, kolang-kaling terlebih dahulu dibersihkan dan dihaluskan.
Bahan tersebut kemudian dicampur dengan tepung, bumbu, dan bahan pendukung lainnya hingga membentuk adonan.
Setelah itu adonan dikukus hingga matang, didinginkan, lalu diiris tipis. Irisan tersebut kemudian dijemur hingga kering sebelum digoreng menjadi kerupuk siap konsumsi.
Melalui proses tersebut, kolang-kaling yang selama ini hanya dijual sebagai bahan mentah dapat diubah menjadi produk makanan ringan dengan nilai jual yang lebih tinggi.
Manisan Sehat dengan Bunga Telang dan Stevia
Produk inovasi lainnya adalah manisan sehat kolang-kaling.
Proses pembuatannya dimulai dengan pencucian dan perebusan kolang-kaling hingga teksturnya menjadi empuk.
Setelah itu bahan direndam dalam larutan ekstrak bunga telang kering yang menghasilkan warna alami menarik.
Selanjutnya ditambahkan pemanis stevia sebagai alternatif pengganti gula sehingga menghasilkan produk yang lebih rendah kalori.
Selain tampil lebih menarik secara visual, produk ini juga mengikuti tren konsumsi pangan yang lebih sehat.
Selai Kolang-Kaling untuk Beragam Kebutuhan
Selain kerupuk dan manisan, peserta juga dilatih membuat selai berbahan dasar kolang-kaling.
Prosesnya dilakukan dengan menghaluskan kolang-kaling menggunakan blender. Bahan yang telah halus kemudian dimasak bersama gula atau pemanis serta bahan penstabil hingga mencapai tekstur kental menyerupai selai.
Produk tersebut dapat digunakan sebagai olesan roti maupun bahan isian berbagai jenis makanan sehingga membuka peluang pasar yang lebih luas.

Menggunakan Peralatan yang Mudah Direplikasi
Seluruh proses pengolahan dilakukan menggunakan peralatan rumah tangga hingga skala UMKM.
Peralatan yang digunakan antara lain kompor, panci, blender, baskom, spatula, pisau, talenan, timbangan digital, loyang, wajan, saringan serta peralatan pengemasan sederhana.
Pemilihan peralatan tersebut sengaja dilakukan agar masyarakat dapat langsung menerapkan keterampilan yang diperoleh tanpa harus bergantung pada mesin industri berskala besar.
Pelatihan Dipusatkan di Kantor Desa
Kegiatan pelatihan dan praktik bersama dilaksanakan di Kantor Desa Guntung Besar.
Lokasi tersebut dipilih karena mudah dijangkau masyarakat serta memungkinkan terlaksananya kegiatan pelatihan secara kolaboratif antara tim pendamping dan peserta.
Sebanyak 25 peserta mengikuti kegiatan tersebut yang terdiri dari ibu-ibu PKK, pengurus BUMDes, kader Posyandu dan masyarakat desa.
Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Peserta aktif mengikuti praktik pengolahan sekaligus berdiskusi mengenai peluang pengembangan usaha berbasis kolang-kaling.
Mahasiswa Ikut Terjun ke Lapangan
Program ini juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa Program Studi D3 Agroindustri Politala.
Sebanyak enam mahasiswa dari semester 2, 4 dan 6 dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Mereka membantu persiapan bahan, pendampingan praktik, dokumentasi hingga evaluasi kegiatan.
Keterlibatan mahasiswa diharapkan mampu memberikan pengalaman nyata dalam pemberdayaan masyarakat berbasis agroindustri.
Peran Strategis BUMDes
Dalam program ini, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) diharapkan menjadi ujung tombak keberlanjutan usaha.
BUMDes akan berperan membantu koordinasi kegiatan di tingkat desa, mendukung pengelolaan produksi skala usaha, menjadi motor pengembangan unit usaha berbasis kolang-kaling serta membantu distribusi dan pemasaran produk.
Dengan keterlibatan BUMDes, hasil pelatihan tidak berhenti pada tahap praktik semata, tetapi dapat berkembang menjadi usaha ekonomi produktif yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Tahap Berikutnya Fokus Kemasan dan Branding
Setelah pengolahan produk, tahapan berikutnya akan difokuskan pada pengemasan dan penguatan identitas produk.
Tim Politala akan memberikan pelatihan mengenai teknik packaging, desain label serta branding agar produk memiliki tampilan yang lebih menarik dan mampu bersaing di pasar.
Pada tahap awal, contoh kemasan dan label akan difasilitasi oleh tim pengabdian sebagai media pembelajaran dan simulasi usaha.
Disiapkan Hingga Strategi Pemasaran
Pendampingan juga mencakup aspek pemasaran dan analisis ekonomi usaha.
Produk yang dihasilkan nantinya akan diarahkan untuk dipasarkan melalui berbagai jalur, mulai dari penjualan langsung di lingkungan desa, titip jual di warung maupun toko lokal, kerja sama dengan minimarket dan pusat oleh-oleh, hingga pemasaran digital melalui media sosial dan marketplace.
Melalui tahapan tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan memproduksi, tetapi juga memahami cara mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Sambutan Positif dari Desa dan Peserta
Ketua PKK Desa Guntung Besar, Mu’minah, menyampaikan apresiasi atas program yang dilaksanakan Politala.
Menurutnya, pelatihan tersebut membuka wawasan masyarakat bahwa kolang-kaling memiliki potensi ekonomi yang jauh lebih besar dibandingkan hanya dijual dalam bentuk biasa.
“Kami senang sekali dengan adanya program dari Politeknik Negeri Tanah Laut ini. Masyarakat jadi mendapat ilmu baru tentang bagaimana kolang-kaling yang selama ini hanya dijual biasa ternyata bisa diolah menjadi berbagai produk menarik dan bernilai jual lebih tinggi,” ucapnya.
Mudah-mudahan ke depannya, lanjut Mu’minah, hal tersebut bisa menjadi peluang usaha baru bagi warga Desa Guntung Besar.
Sementara itu, salah seorang peserta pelatihan, Asyifah, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru mengenai pengolahan kolang-kaling menjadi produk bernilai tambah.
Ia berharap produk-produk tersebut nantinya dapat dipasarkan melalui BUMDes sehingga jangkauan pasar menjadi lebih luas.
Setelah mengikuti pelatihan hari ini, pihaknya semakin termotivasi untuk mengembangkan produk-produk tersebut sebagai peluang usaha tambahan yang dapat membantu meningkatkan ekonomi keluarga.
“Semoga pelatihan ini menjadi langkah awal dalam mengangkat kolang-kaling sebagai salah satu produk unggulan desa,” katanya.
Program Desa Binaan D3 Agroindustri Politala ini diharapkan menjadi fondasi terbentuknya ekosistem agroindustri desa berbasis potensi lokal.
Melalui inovasi produk, penguatan kelembagaan BUMDes, hingga pendampingan pemasaran, kolang-kaling diharapkan mampu bertransformasi menjadi produk khas Desa Guntung Besar yang memberikan nilai ekonomi lebih besar bagi masyarakat.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
