
KAPOLRES Tala AKBP Ricky Boy Siallagan didampingi Kasat Res Narkoba dan Kasi Humas memperlihatkan barbuk sabu hasil Ops Antik Intan 2026, Kamis (4/6) siang.
INSPIRASITALA.CO.ID,PELAIHARI – Sedikitnya 7.850 jiwa diperkirakan terselamatkan dari ancaman penyalahgunaan narkotika setelah Polres Tanah Laut (Tala) menyita 315,08 gram sabu selama pelaksanaan Operasi Antik Intan 2026.
Barang haram senilai sekitar Rp 390 juta tersebut berhasil diamankan dari 23 kasus yang diungkap dalam operasi selama dua pekan.
Keberhasilan itu dipaparkan dalam konferensi pers hasil Operasi Antik Intan 2026 yang digelar Polres Tanah Laut, dipimpin Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan.
Dari 23 kasus yang terungkap sepanjang 12 hingga 25 Mei 2026, sebanyak 14 kasus ditangani Satresnarkoba Polres Tanah Laut, sedangkan sembilan kasus lainnya diungkap jajaran Polsek dan Satpolairud.
Sebanyak 28 tersangka diamankan, terdiri dari 26 laki-laki dan dua perempuan. Dari jumlah tersebut, empat tersangka masuk dalam Target Operasi (TO), sementara 24 lainnya merupakan non-TO.
Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan mengatakan pengungkapan tersebut menjadi bukti keseriusan kepolisian dalam memutus mata rantai peredaran narkoba di Bumi Tuntung Pandang.
“Keberhasilan ini merupakan wujud komitmen Polres Tanah Laut dalam memerangi peredaran gelap narkotika,” ucap Ricky dalam press conference di Joflo Wicaksana Laghawa mapolres setempat, Kamis (4/6/2026) siang.
Didampingi Kasat Res Narkoba Iptu Muhammad Firmansyah Baso dan Kasi Humas AKP Hari Setiawan, Kapolres menegaskan pihaknya akan terus melakukan penindakan tegas terhadap para pelaku.
Hal ini demi melindungi masyarakat dan generasi muda dari bahaya narkoba.

Pengungkapan Besar
Empat tersangka yang masuk daftar target operasi masing-masing berinisial H, R, MR, dan A.
H diamankan bersama dua paket sabu dengan berat bersih 1,75 gram. Kemudian R dengan dua paket sabu seberat 0,26 gram, MR dengan satu paket sabu seberat 0,07 gram, serta A dengan dua paket sabu seberat 0,40 gram.
Sementara itu, tiga tersangka tercatat menyimpan barang bukti dalam jumlah cukup besar.
Tersangka perempuan berinisial ISS diamankan bersama empat paket sabu dengan berat bersih 38,67 gram. Kemudian MB dengan dua paket sabu seberat 68,24 gram, serta MAN yang kedapatan menyimpan 33 paket sabu dengan total berat bersih mencapai 179,90 gram.
Selain sabu, polisi juga menyita uang tunai Rp 2,6 juta yang diduga terkait transaksi narkoba, delapan unit sepeda motor, dan satu unit mobil.
Menurut Ricky, apabila sabu yang diamankan tersebut sempat beredar dan dikonsumsi dengan asumsi penggunaan 0,20 gram untuk lima orang, maka barang bukti yang berhasil disita berpotensi menyelamatkan sekitar 7.850 jiwa dari bahaya narkotika.
“Ini bukan sekadar angka pengungkapan kasus. Ada ribuan masyarakat yang berhasil kita selamatkan dari potensi penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.

Dimusnahkan
Dalam kesempatan yang sama, Polres Tanah Laut juga melakukan pemusnahan barang bukti sabu hasil pengungkapan kasus.
Dari total 315,08 gram sabu yang disita, sebanyak 305,08 gram dimusnahkan. Sedangkan sisanya disisihkan untuk keperluan uji laboratorium dan pembuktian di persidangan.
Pemusnahan dilakukan sebagai bentuk transparansi penegakan hukum sekaligus memastikan barang bukti tidak kembali beredar di masyarakat.
Kapolres juga mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dan informasi dari masyarakat sangat penting untuk memutus jaringan peredaran narkoba di Tanah Laut,” katanya.
Warga Apresiasi
Warga Pelaihari, Yazidi Ahmad, mengapresiasi gencarnya pengungkapan kasus narkotika yang dilakukan jajaran Polres Tanah Laut dalam beberapa waktu terakhir.
Menurutnya, keberhasilan tersebut memberikan rasa aman bagi masyarakat, terutama orang tua yang khawatir anak-anak mereka terjerumus narkoba.
“Belakangan memang sering terdengar penangkapan pengedar narkoba. Kami sebagai warga tentu sangat mendukung. Harapannya penindakan seperti ini terus dilakukan sampai ke akar-akarnya,” ujarnya.
Senada, warga Kecamatan Bati-Bati, Hairuddin, menilai peredaran narkoba masih menjadi ancaman serius bagi generasi muda.
Ia berharap operasi dan pengawasan tidak hanya dilakukan saat ada operasi khusus, tetapi berlangsung secara berkelanjutan.
“Terima kasih kepada polisi yang terus mengungkap jaringan narkoba. Mudah-mudahan semakin masif dan konsisten, sehingga lingkungan kita benar-benar bersih dari narkoba,” harapnya.
(inspirasitala.co.id/ins-01)
